
Setelah selesai sholat dan membaca beberapa dzikir, adnan mengajak shanum keluar.
Shanum hanya menurut saja dengan adnan, entah kenapa ia tak bisa menolak ajakan adnan.
Meraka pergi ke ruang tamu bersama, tak ada percakapan hanya diam, adnan berada di belakang shanum.
Semua orang nampak diam, tak ada yang berkata satupun.
" ded, shanum akan mencoba belajar di sini " ucap shanum memecah ke heningan di antara mereka.
"benarkah ?" tanya adam tak percaya, dengan perkataan putrinya.
" yes ded, dan ded tahu? adnan itu teman shanum waktu di new haven, lebih tepatnya shanum pernah menjadi pemandunya ketika ia menjadi salah satu mahasiswa study banding dari al azhar cairo " jelas shanum, adam tak mengerti sapa yang di sebut adnan.
" siapa adnan itu shanum?"
"itu ded " tunjuk shanum pada adnan
" maaf tuan, itu nama tengah saya, muhammad adnan ali " jelas adnan, adam hanya mengangguk paham.
" benarkah,? bagus itu, jadi semuanya akan mudah " ujar adam
" maksud ded?" slidik shanum
" Hmmm,,, no sayang, ded pikir itu akan memudahkan mu untuk belajar di sini , karena kalian berteman" jelas adam dan hanya anggukan shanum jawabannya.
" nak shanum, bagai mana jika pakaain mu, di ganti dengan sedikit sopan " pinta kiai ali
" hmmm, shanum kamu masih ingat dengan laki laki yang ada di depan mu ini nak ?" tanya adam hati hati.
" ya aku ingat! sangat ingat, semua ke jadian hari itu" jelas shanum kesal, walau tidak sekesal dulu tapi ia masih kesal.
" kalau tidak salah kiai ali, teman ded yang dulu mengislamkan ded di masjid islamic cultural"
" ya, ini istri nya fatimah namannya,dan ini semua putra, putrinya sekaligus menantunya"
Shanum menatap mereka satu persatu, dan mengangguk paham.
" bagaimana, nak shanum akan berganti pakaian?"
" jika aku menolak, ded dan mom akan memaksaku, jadi percuma aku menolak" ujar shanum " mana mom baju ku yang mom berikan tadi malam " pinta shanum pada mommynya.
Elma memberikan tas belanja yang berisi baju shanum semalam, ia bersyukur shanum sedikit lebih akrab dengan mereka semua.
__ADS_1
" adnan, aku pinjam kamar mandi mu" ucapnya dan anggukan adnan, tanda ia setuju untuk nya.
" mom semua peralatan ku ada di sini ?" tanya shanum, elma mengangguk pelan.
" aku permisi dulu "
Setelah kepergian shanum kekamar adnan, semua orang menatap adnan dengan penuh pertanyaan, tak terkecuali mertuanya.
" nak tolong jelaskan pada kami, bagaimana shanum bisa menurut seperti itu, dan ia nampak akrab dengan mu?" tanya adam
Adnan menjelaskan semuanya satu persatu, mulai dari perkenalan nya di yale university.
bahkan sampai terakhir kali mereka bertemu di bandara amerika.
Semua orang tampak tenang mendengar setiap cerita adnan, "seperti bayi mendengar cerita ayah nya saja " bathin adnan. adnan menceritakan semuanya sampai ke jadian pagi tadi.
" muhammad,sepertiya abi lihat kamu sedikit akrab dengannya, abi pikir kamu bisa mengatasi masalah mu sendiri nak" kata abi
" insyaallah abi, doakan muhammad abi "
" saya juga berpikir begitu kiai, saya pasrahkan anak saya pada mu nak "
" terimakasih atas kepercayaan anda, doakan saya semoga bisa membimbing shanum,".
setelah mengantar adam dan elma pulang, semua keluarga kiai ali berkumpul di ruang keluarga, shanum pun berada di tengah tengah mereka, Ia hanya diam saja mendengarkan percakapan keluarga ini.
"nak shanum, bagaimana kamu sudah siap berbaur dengan teman teman mu?" tanya kiai ali
" kiai tolong panggil shanum saja " pinta shanum, kiai ali hanya mengangguk dan tersenyum pada menantunya ini.
" siap gak siap saya harus melewatinya bukan?" tanya shanum balik, kiai ali kembali tersenyum dengan jawaban shanum.
" baiklah ummi, nanti malam kita antar shanum bersama, masuk ke pesantren ," ujar kiai ali
" zainab, tolong minta semua santri berdiam di misholla saja, jangan ada yang keluar, minta beberapa ustadah untuk membantu shanum yang keluar" jelas abi
" baik abi " zainab, segera pergi ke pesantren untuk menyampaikan permintaan abinya.
" shanum, barang barang mu terlalu banyak nak, tidak akan muat jika di letakkan di lemari pesantren nanti, bagaimana jika sebagian letakkan di kamar muhammad " usul ummi
"tidak masalah, tapi apa adnan akan setuju?" tanya shanum ragu
__ADS_1
"tak masalah, lagian pada akhirnya jika kamu tidak suka berada di pesantren kamu akan tidur di kamar ku bukan?" shanum mengangguk dan tersenyum ke arah temannya itu.
" tapi boleh shanum pilih pilih dulu bu yai?" pinta shanum
" boleh, shanum panggil kami ummi dan abi saja seperti mereka sumua " pinta ummi
" hmmm,,,, baiklah " shanum tersenyum lembut
" ayo aku bawakan barang barang mu ke kamar ku " adnan menawarkan diri
" boleh,,, tapi ,," shanum melihat ke arah orang tua adnan meminta persetujuan mereka,walau begitu shanum, tahu tata cara orang islam.
" tidak papa shanum, abi setuju, abi juga bersyukur karena kamu dulu menjadi teman adnan, jadi sekarang kamu tidak akan kesepian selama disini karena ada yang kamu kenal sebelum nya" shanum balas tersenyum, tak menyangka ternyata emang benar islam itu tak memberatkan orang islam itu sendiri.
Padahal ia tak tahu jika adnan adalah suaminya sendiri, tentu saja boleh.
" ayo adnan, bentar lagi magrib, aku harus segera membereskan semua nya " jelas shanum adnan mengangguk membenarkan perkataan shanum.
Mereka sekarang lebih santay, bahkan sesekali adnan menjahili shanum, yang tengah membuka barang barang nya.
" adnan, hadap kesana" pinta shanum
" ada apa ?" tanya adnan bingung
" cepat hadap ke sana tidak usah banyak bertanya " sarkas shanum, adnan hanya menurut saja.
Shanum memasukkan barang berharganya ke dalam tas yang akan di bawa ke pesantren.
" sudah" seru shanum, adnan langsung menoleh ke arahnya ketika menatap mata indah shanum adnan mengatakan isi hatinya tampa di sengaja.
" shanum, aku suka mata dan rambut mu" ujar adnan langsung, shanum tersentak dengan ucapan adnan yang menurutnya tidak seperti biasanya.
" ada apa dengan mu adnan, kau benar benar berubah, apa selama lima tahun ini kamu sudah menjadi pria nakal " slidik shanum
" tidak,,,!! jika boleh jujur, dari dulu aku ingin mengatakan itu pada mu shanum, sejak pertama kali aku bertemu dengan mu di parkiran mobil, tapi aku belum ada keberanian mengatakannya" jujur adnan, shanum melihat mata adnan mencoba mencari ke bohongan di dalamnya, tapi ia tak menemukannya.
" hmmm,,, "balas shanum
" maaf,," ucap adnan tulus
" tak apa adnan, tidak hanya kamu kok yang mengatakan itu, hampir semua orang yang bertemu dengan ku selalu mengatakan hal yang sama adnan"
" boleh aku menjadi teman dekat mu shanum, atau mungkin jadi sahabat mu " pinta adnan hati hati, ia mencoba untuk masuk lebih dalam lagi ke kehidupan istrinya ini. Shanum menatap adnan tajam, tapi ketika ia menatap bola mata adnan, rasa marah kesal dan semua nya hilang seketika, begitu kuat pengaruh adnan terhadap dirinya.Ia merasa aneh dengan perubahannya ketika berada di dekat laki laki ini.
__ADS_1
" ada apa ini?" bathinnya
Selamat membaca 😊😊😊