Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
nineteen


__ADS_3

pagi ini shanum, terus saja menguap, rasa kantuk yang sangat terus menyerang nya.


semalam ia tak bisa tidur, karena suara seseorang menganggunya, baru jam dua dini hari ia akan tidur, tapi ia di kagetkan dengan suara bel yang kecang, dan suara anak anak yang baru bangun tidur. dalam hati ia terus memaki adnan


" adnan, i hate you, kamu akan tahu nanti pembalasan ku adnan ali " pekik shanum tentu dalam hati


sekarang ia tengah berada di kamar ustadah, karena barusan ada ustadah yang menghampirinya ke kamar, dan membawa shanum ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Ketika shanum berada di kamar ustadah, ada beberapa di antar mereka yang menunduk takdzim, tapi ada juga yang menatap iri.


Setelah ke pengumuman semalam.


Flassback on


" maaf semuanya, saya meminta waktu kalian sebentar saja" zainab membuka pembicaraan setelah beberapa menit ia duduk di atas kursi


" enggeh neng" jawab mereka semua serentak


" saya ada di sini atas peritah abi langsung, karena beliau ingin meminta tolong kalian semua untuk kerjasamanya membantu kami" semua orang dengan hidmat mendengarkan zainab


" saya selaku menantu beliau, ingi memberi tahukan, atas pernikahan adik ipar saya yang bernama muhammad adnan ali dengan anak sahabat abi yang bernama shanum syakira smit, telah terlasanakan semalam tepat jam delapan di musholla depan" semua orang berteriak tak percaya, bagaiman tidak gus yang di impikannya selama ini sudah menikah, dengan wanita yang sekarang menyantri di tempat ini.


"hay,,, mbak, mbak, semuanya tolong tenang dulu, saya ingin mberitahukan hal penting" tegas zainab, semua orang kembali terdiam


" mbak, adik ipar saya, shanum, tidak mengetahuinya, jadi tolong simpan ini dengan baik, jangan sampai shanum mengetahuinya, dan jangan bilang pada semua santri selain yang saya beri tahu, jika melanggar, dan shanum mengetahuinya akan di kenakan sangsi berat, tolong bak bak semuanya mohon kerja samanya, dan ya, kenapa abi memberi tahu mbak mbak yang sudah besar saja, ini semua untuk menghimbau akan terjadinya ke salah pahaman yang akan terjadi suatu hari nanti.


karena mungkin ke depannya shanum akan di ajar langsung oleh abi dan juga gus muhammad.


Mungkin hanya ustadah senior yang akan mengajar shanum langsung, ini semua untuk mempersiapkan shanum, yang nanti akan menjadi pengganti ummi, mengerti?" tanya zainab


" enggeh neng " jawab mereka serentak dan sopan


" setelah keluar dari ruangan ini, dilarang keras berbicara apa yang tadi di dengar di dalam!" kata zainab tegas

__ADS_1


" dan para ustadah ke amanan segera hukum siapa saja yang membicarakan pembahasan tadi ketika ke luar ruangan ini" semua orang terdiam membisu


Semua orang paling takut jika berurusan dengan ke amanan. Lebih baik mereka meluapakan ke jadian hal ini jika tidak ingin menghadap abi nanti


Flassback off


" bak shanum, silahkan masuk dulu" ucap salah satu ustadah pada shanum


" ya, tolong jangan panggil bak, panggil shanum saja" pinta shanum,


" baiklah, "


" boleh saya membuka kerudung di sini?" tanya shanum pelan


" ya, gak papa" shanum tersenyum lembut


ia segera membuka kerudungnya, semua orang menatap shanum kaget, kecantikan shanum berkali kali lipat jika tak memakai kerudung, rambutnya yang berwarna hazelnut, membuat semua orang iri.


" bagaimana ada wanita super komplit seperti shanum" bathin mereka


" ya allah,,, yo pantes gus muhammad meleh iki, yo wong koyok bidadari, di bandeng awakku seng koyok wong dodol sayur, yo adohhh,, ya allah gusti, wong kok cek ayu ne" bathin salah satu dari mereka.


Tidak terlalu lama shanum mandi, setelah mandi dan berdandan ia segera pamit untuk kembali ke kamarnya.


" shanum, nanti setelah membereskan semuanya, shanum kembali lagi kesini ya? gus muhammad menyuruh shanum sarapan di sini, karena setelah sarapan beliau ingin mulai mengajar anda" pinta usatadah yang mengantar shanum semalam, shanum hanya mengangguk saja, Lalu segera keluar untuk kembali ke kamarnya.


Shanum duduk di kasurnya,sebenarnya ia malas kembali, yang ingin di lakukannya hanya tidur, matanya sudah benar benar berat.


Tapi ia urungkan, ia ingin segera pergi dari sini, Jadi ia harus segera menyelesaikan tantangan adnan,dan juga ia ingin tahu apa benar jawaban atas rasa penasarannya tentang islam akan terjawab disini.


🐬🐬🐬🐬🐬


pagi ini shanum tidak makan, makanan nya ia berikan pada ustadah di sini,ia berkata tidak suka makan di pagi hari.Semua ustadah hanya mengiyakan saja.

__ADS_1


" bagaimana hari mu?" tanya adnan setelah duduk di hadapan shanum.


Adnan meminta ruang kantor depan di kosongkan, untuk mengajar shanum, al hasil hanya ada shanum dan adnan di ruangan itu.


" menyebalkan, " jawab shanum kesal, adnan hanya terkekeh geli dengan jawaban shanum


" kenapa dengan matamu?" tanya adnan ketika meliahah mata shanum yang merah


" ngantuk, pegel semua badan ku, asal kamu tahu adanan ali, saya tidak tidur sama sekali dari tadi malam" sengit shanum, ingin sekali ia mencabik cabik mukak pria yang ada di hadapannya ini


" bagaimana bisa?" tanya adnan tak percaya, bagaiman ia akan mengajarnya jika ke adaan nya seperti ini.


" pikir saja sendiri" ketusnya


Adnan memilih diam ia mencoba bertanya hal lain " kamu sudah sarapan?" tanyanya lagi


." kamu datang kesini ingin mengajarku atau mengadakan tanya jawab" pekik shanum,


" dua duanya, sekarang jawablah" shanum menyerah berdebat dengan adnan, ia memilih menjawab saja, karena ia benar benar lelah.


" okay, aku belum sarapan adnan, karena apa? karena aku tidak terbiasa makan nasik di pagi hari, dan ya, kau ingin tahu adnan makanan apa yang aku makan?" sungut shanum " jadi sebelum kau beetanya aku akan memberitahumu lebih dulu, agar kau diam saja tak banyak bicara, cukup semalam, orang orang di dalam sana memekakkan telinga ku karena pertanyaan mereka yang membosan kan dan berulang " jelas shanum, ia masih menatap adnan tajam, adnan memilih diam mendengarkan penjelasan shanum


" kamu mau tahu bukan tentang aku, aku tidak suka makan nasik di pagi hari, dan ya, aku hanya memakan buah, setelah itu makan roti dan minum susu, jam sepuluh baru aku akan memakan makanan berat itu pun hanya sup dan bebarapa potong daging. dan aku makan nasi itu jam dua siang dan nanti ketika makan malam, itu pun jarang, biasanya aku hanya memakan kentang rebus dengan bumbu steek, dan perlu kamu ingat jangan kira walau aku sudah lama di negara ini aku terbiasa makan makanan sini, kamu salah, aku tidak terbiasa karena mom selalu membuatkan makanan yang menjadi kebiasaan ku ketika di new york. bahkan jika aku pergi bersama teman ku, aku jarang makan karena aku tidak suka, mungkin aku hanya memakan vegetarian saja, karena hanya itu yang aku suka, dan satu lagi sekarang rasanya aku ingin pergi ke kamarmu, mata ku sudah tidak sanggup lagi, jika aku kembali ke dalam aku yakin tidak akan bisa tidur, dengan suara mereka yang seperti petir, dan aku tidak suka mereka terlalu banyak omong" shanum berkata apa adanya, adnan hanya tersenyum saja dengan perkataan shanum yang menurutnya terlalu jujur.


" baiklah tapi untuk hari ini saja" ucap adnan


" aku tidak janji adnan, jika ke jadian seperti ini terus terjadi setiap hari, tentu dengan jelas aku mengatakan aku tidak mau diam di sana lagi, aku lebih memilih diam di kamarmu.


Atau,,,"ucapan shanum terhenti, Ia melihat ke arah adnan.


" atau apa shanum?" tanya adnan penasaran


" atau aku lebih memilih kebali ke new york bersama grangpa, karena deddy hanya takut pada grandpa,dan grandpa tidak akan pernah menolak permintaan ku" ucap shanum, adnan terdiam membisu, bagaimana ia bisa mengahadapi ini semua.

__ADS_1


"siapa sebenar nya istrinya ini??? " bathin adnan, " aku harus mencari tahu tentang istri nya dulu dari abi, sebelum rencana ku gagal karena keputusan shanum, yang tak bisa ia prediksi"


selamat menikmati cerita saya yang berantakan 😊😊😊😊


__ADS_2