Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
eighteen


__ADS_3

Shanum, membereskan semua barang barangnya yang akan di bawa ke dalam, dan ia juga meletakkan sisanya di dalam lemari adnan, adnan yang menyuruhnya,karena lemarinya kosong, baju adnan tak terlalu banyak, bukan lebih tepatnya lemari nya yang sangat besar.


tapi bagi shanum, ini hanya lemari kecil.


" shanum,,, kita sholat di sini saja, seperti shubuh tadi" tawar adnan


" terserah kau saja " jawab shanum malas, sejak pertanyaan adnan tadi, shanum lebih memilih diam, begitupun adnan.


Adzan magrib berkumandang di setiap kubah kubah masjid yang ada di desa ini. Adnan dan shanum mengambil air wudhuk bergantian, setelah itu mereka sholat berjamaah berdua.


" shanum, kamu bisa mengaji ?" tanya adnan, shanum hanya menggeleng pelan, selama ia masuk islam ia tak pernah mengaji atau mengerjakan hal lainnya kecuali sholat dan puasa itu aja yang ia lakukan, ia hanya di ajarkan itu oleh mommy nya, ia juga hanya tahu doa sholat dan whudu' saja, tak ada yang lain.


"hmmm,,, "adnan mengangguk paham,


" mulai besok setiap habis magrib aku akan mengatur jadwal untuk mu mengaji qur'an bersama ku" Shanum hanya mengangguk saja.


"adnan, apa ummi sama abi tidak menunggu? kita sudah lama berada di sini?" shanum menatap adnan ragu, ia takut merasakan hal aneh seperti tadi.


" hmm,,, benar katamu, baiklah ayo kita keluar,


Biarkan tas mu aku yang akan membawanya" pinta adnan, shanum mengangguk.


" eh, tunggu dulu shanum" panggil adnan tiba tiba, shanum yang akan membuka pintu, langsung menghentikannya, ia menoleh pada adnan dan bertanya " apa?"


" kamu memabawa hp?"


" tentu" jawab shanum tegas


" kemarikan "pintanya


" kenapa?"


" shanum, di pesantren di larang keras membawa hp, kamu harus menitipkannya"


" kenapa begitu ?, lalu bagaimana jika aku ingin menghubungi mom atau keluargaku?"


" kamu bisa meminjam telpon yang di sediakan di pesantren nanti" jelas nya


" tidak, aku tidak mau,kenapa jadi ribet begini sih! what do you mean? adnan, aku tidak suka memegang hp orang lain, apa lagi hp ku di pengang orang lain, tidak akan pernah!! " sarkas shanum


" tidak bisa shanum kamu harus melakukan itu,


Ok baiklah, sekarang pilihlah hp mu ada di tangan ku atau di tangan pengurus ?"


"tidak dua dua nya adnan, lebih baik aku membanting hp ku dari pada harus di pegang orang lain " sengit shanum, ia sangat benci, jika barang barang yang menurutnya pribadi di pegang orang lain, berapa kali ia berganti hp, akibat hp nya di sentuh orang lain. Adnan terhenyak dengan jawaban shanum yang di luar pikirannya.


" benar kata tuan adam, shanum berbeda dengan lain, ia bisa melakukan hal di luar pikiran orang biasanya, apa yang di simpan rapi istrinya ini sampai begitu dalam. rasa sakit apa itu yang terpancar jelas di mata nya, ketika menyinggung hal hal pribadinya " bathin adnan sambil menatap shanum tak percaya.

__ADS_1


" ok, aku tak akan menyentuhnya, kamu bisa letakkan hp mu di laci mejaku, aku janji tak akan


menyentuhnya, dan kamu bisa melihatnya kemari setiap dua hari sekali, setelah kamu selesai mengaji pada ku " tawar adnan, shanum tampak berpikir, mempertimbangkan penawaran adnan. adnan mengerti akan ke raguan shanum.


" shanum, aku tak ingin orang lain mencemoh mu karena kami membedakan mu, kalau kamu taruh di sini, orang tak akan mengetahuinya, dan kamu bisa melihatnya setiapa dua hari sekali, aku janji tak akan melarang mu, dan satu lagi katakan pada ku apapun yang ingin kau lakukan jika itu di luar peraturan yang nanti kamu ketahui setelah pengurus menjelaskan pada mu,


Jika kamu mengatakan pada ku, dan kamu menjelaskan alasannya, kalau menurut ku tidak terlalu aneh aku akan mempertimbangkannya untuk mu bagaimana?" Shanum nampak berpikir, sebelum akhirnya ia mengangguk setuju. Ia meletakkan hp nya di laci meja adnan.


" adnan, aku akan mencoba berteman dengan mu lebih dekat, tapi aku mohon bersabarlah untuk mencari ke percayaan ku? dan jika kau mendapatkannya jangan kau hancurkan itu, sekali kau menghancurkannya, se umur hidup aku tak akan menoleh pada mu lagi, bahkan untuk menginjakkan tempat ini saja aku tidak akan sudi " jelas shanum, ia mengatakan kata yang terakhir seperti luka yang sangat dalam itu keluar dari dirinya.


berbeda dengan adnan ia tersentak mendengar perkataan shanum, ia senang shanum mau menganggapnya teman, tapi ia takut, karena secara tidak langsung ia telah membohongi tentang hubungannya saat ini.


" ya allah, aku mohon beri aku ke kuatan" bathin adnan.


🐬🐬🐬🐬🐬


Kiai ali , Adnan, ummi dan zainab mengantar shanum masuk ke asram putri.


Sedangkan saudara dan ipar adnan yang lain nya lagi ada tugas.


Sepi,, tentu, karena semua santri berkumpul di dalam musholla. hanya 3 ustadah saja yang ada di sini, salah satu dari ustadah tak henti hentinya menatap shanum kagum.


" shanum, ini akan menjadi kamar mu " kata ummi sambil mengelus kepala shanum lebut


" pertama akan berat, tapi nanti jika sudah banyak teman dan akrab akan terbiasa dan akan menyenangkan " nasehat ummi, shanum hanya tersenyum simple


" enggeh ummi,,," jawan ustadah bersamaan


" shanum, abi dan adnan akan kembali lebih dulu, " pamit abi


" ya abi " jawab shanum pelan


" besok semua jadwal mu akan aku titipkan lewat ustadah " kata adnan sebelum pergi, shanum hanya diam tak menjawabnya


setelah kepergian abi dan adnan, ummi dan zainab sedikit memberi nasehat pada shanum,dan ustadah yang ada di sini.


" shanum, belajar lah yang rajin nak agar cepat lulus" kata ummi lembut


" berapa tahun ustadah lulus dari sini?" tanya ummi


" 4 tahun ummi kalau cepat" shanum yang mendengar jawaban itu matanya membulat sempurna,


"bagai mana aku bisa bertahan di tempat ini, beruntung aku sudah membuat kesepakatan dengan adnan jika tidak, entahlah, aku tidak akan mau tinggal di tempat ini" bathin shanum


" ,,," shanum hanya tersenyum lembut ke arah mereka


"shanum,, ummi dan zainab kembali dulu, insyallah besok ummi akan kemari lagi" shanum mengangguk setuju

__ADS_1


"ustadah titip shanum ya"pinta ummi


"enggeh ummi"jawab mereka bersamaan.


Ummi mencium dahi shanum dengan lembut,lalu ummi mengelusnya "ummi masuk dulu ya nak"kata ummi lebut, beliau memperlakukan shanum lanyaknya anak sendiri


"ini ustadah hani? " tanya zainab pada salah satu ustadah itu sebelum pergi..


"enggeh neng"jawab ustadah yang bernama hani itu


"jam delapan bilang kepada seluruh pengurus dan santri yang akan lulus tahun ini, untuk berkumpul di gedung baru" pinta zainab


" enggeh neng" jawab ustadah itu, ia berdiri meninggalkan mereka semua


" shanum, saya kembali dulu" pamit zainab,


" ya"


Setelah semua keluarga kembali kedalem, semua santri berebut untuk segera keluar, bahkan sebagian di antara mereka ada yang langsung naik ke kamar F tapi ada juga yang pergi ke koprasi.


Semua orang menatap shanum kagum, bahkan di antara mereka ada yang langsung mengajak berkenalan, ada juga yang lucu, mereka mencoba berbicara memakai bahasa inggris, yang menurut shanum, terdengar aneh di telinganya, karena bahasa nya yang berantakan,shanum hanya tersenyum saja dengan sikap antusias mereka.


tapi dengan segera ustadah menyuruh mereka kembali ke kamarnya masing.


Mereka hanya bisa ber "ah" saja tapi mereka tetap menurut.


tapi tidak bagi mereka yang satu kamar dengan shanum, mereka terus bertanya padanya,


bahkan ada di antara mereka yang terus melontarkan hal lucu.


shanum hanya diam, sesekali saja ia menjawab, jika menurutnya perlu di jawab.


" shanum, Ustadah tinggal dulu, jika perlu apa apa langsung katakan pada ukhti sasa, dia ketua kamar di sini, nanti ia akan menyampaikan pada kami" shanum hanya mengangguk saja.


" ukhti sasa tolong bantu semua keperluan ukhti shanum "


" baik ustadah"jawab nya sopan


Semua nya sudah kembali, hanya shanum seorang yang berada di sini, di temani oleh teman teman barunya, yang menurutnya tak bisa diam, bahkan ada di antara mereka yang menjerit, membuat shanum kaget dan tak percaya. Ia hanya diam saja, tak perduli.


Mereka tetap masih mengerubungi shanum,ia sampai bingung harus bagaimana untuk menyuruhnya pindah, karena dirinya merasa ke panasan.


" oh god please help me" bathin shanum


selamat membaca😊😊😊


Maaf banya ke salahan tulisan

__ADS_1


__ADS_2