Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Ten


__ADS_3

hari ini aku izin tidak masuk kuliah, karena badan ku terasa remuk semua, entah kenapa pagi ini badan ku terasa lelah. ah, mungkin karena aku menangis semalaman suntuk, bagaimana tidak, mengingat kejadian tiga tahun silam, membuat ku trauma menjalani kisah cinta lagi,cukup! satu kali saja aku mengalaminya, tidak untuk dua kali. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.


Aku meraih ponsel ku yang sedari tadi terus berdeting, menandakan beberapa pesan masuk.


Sejak semalam aku tidak membukanya,


" abraham, gila apa?" pekikku


"120 kali panggilan tak terjawab dan, 56 pesan masuk belum terbaca darinya.


heran aku, apa tidak kriting tangan nya ya?" dumel ku pelan sambil menekan nomor nya,


baru nada dering pertama, sudah terdengar aja suara abraham dari sebrang sana


" shanum,,, kemana saja kamu" pekik nya, baru saja aku akan membalas nya, ia langsung mengalihkan telpon suara ke telpon vidio


" kenapa wajah mu pucat " terdengar suara abraham yang sangat khawatir.


" tidak papa, aku hanya kurang sehat saja" balasku lemah


" 10 menit lagi aku akan tiba di situ " ujarnya lalu mematikan telpon sepihak


" apa? " pekik ku yang tentu saja, hanya aku sendiri yang dengar, karena abraham sudah memutuskan panggilan nya berapa detik yang lalu, " selalu seperti itu, mengambil keputusan sendiri tampa meminta persetujuan orang" gruntuku. aku kembali tidur dengan memeluk boneka panda ku.Biarkan dia datang, percuma melarang, bagai mana pun ia akan tetap datang.


Baru akan memejamkan mata, Sudah terdengar aja langkah kaki menuju kemari, aku yakin itu pasti dia.


" beby, are you okey?" benar kan dugaanku.


ia duduk di samping ku, tangan kekar nya menyentuh dahi ku.


"okey " jawab ke lemah, belum juga selesai bicara ia sudah keluar " huh dasar abraham" gruntu ku kesal.


Ia kembali dengan membawa baskom berisi air dan handuk kecil di tangan kirinya. Dengan telaten ia mengompres dahi ku, sesekali ia mencium ku.


" tidurlah, aku akan menemani mu disini, aku akan ke dapur dulu mau membuatkan bubur untuk mu" aku mengangguk, Aku kembali melanjutkan tidurku yang tertunda barusan.


Aku tertidur dengan nyeyak, setelah semalam aku menangis akhirnya aku bisa tidur dengan nyeyak kali ini, aku merasakan abraham mengganti kain yang menempel di dahi ku,


" abraham," Panggil ku masih dengan suara lemah


" kau sudah bangun? ayo makan dulu bubur nya selagi hangat " ia mengambil bubur yang ada di meja, dengan telaten ia menyuapi ku, setelah habis, ia memberiku obat penurun panas.


" mommy " Seru ku


" Mom akan datang besok, istirahatlah, agar besok kau lebih segar" tutur nya, ia naik ke atas kasur, lalu memeluk tubuh kecil ku


" abraham boleh aku tanya sesuatu ?" tanya ku hati hati

__ADS_1


" Hmmm,,,"


" siapa samuel itu?" aku merasakan tubuh abraham menegang, seperti ada yang di sembunyikan oleh nya tentang kejadian tiga tahun lalu


" Kau bertemu dengan nya?" tanyanya,ia mulai lebih rilex, Aku mengangguk pelan.


" dimana ?"


" di campus, dia satu campus dengan ku " jawab ku, abraham hanya ber oh saja.


" apa yang ingin kau tanyakan?"


" Sham" aku langsung nenyebut nama orang yang slalu ada dihati ku ini " apa hubungan samuel dengan sham? kenapa samuel tahu semua tentang aku dan sham?" tambahku lagi


" Samuel sepupu sham dan juga sahabat nya, jadi ia tahu semua tentang mu"


" Kenapa aku tak mengingatnya, apa karena ke celakaan itu aku kehilangan beberapa memory ku? " tanyaku, abraham hanya mengangguk. abraham terus menatap ku dalam, apa yang di sembunyikannya dari ku.


Biarlah biar waktu yang menjawab semua nya.


"berapa bulan lagi kau akan lulus?"


" dua bulan setengah"


" apa yang akan kau lakukan nanti?"


" Istirahatlah, aku akan memeluk mu" ujar nya, karena aku terlalu lelah, aku memilih menurut saja, aku beringsut mencari ke nyamanan di dada bidang abraham, aku mulai memejam kan mata.


 


🐬🐬🐬🐬🐬


 


lima hari aku absen, setelah mengantar mom dan deddy kembali semalam.Hari ini aku kembali masuk.


Padahal aku punya tugas menjadi pemandu dari prof, tapi aku malah absen lama sekali, sebenar nya aku sudah membaik sejak tiga hari lalu, tapi mom melarang ku pergi keluar apartemen sebelum benar benar sembuh. Ya sudahlah toh hari ini aku sudah masuk.


Baru saja aku duduk nadira dan elenor sudah menghampiriku.


" Sakit apa kamu shanum ? " tanya nadira


" Tidak papa, hanya kurang vit saja badan ku"


" Dari kemarin prof selalu bertanya tentang mu" ujar nadira " hari ini kau dan samuel yang menjadi pemandu mahasiswa al azhar " tambahnya lagi


" Tak masalah karena aku sudah absen beberapa hari ini, aku terima, aku yang akan menjadi pemandu kali ini" jelasku, setelah selesai nadira pergi meninggalkan kami.

__ADS_1


" apa yang terjadi malam itu shanum?" kali ini elenor yang bertanya pada ku


" Tidak terjadi apa apa"


" Tapi kenapa mukak samuel berubah setelah masuk kembali malam itu dan kamu juga tiba tiba pulang?"


" Tidak papa ele, maaf,bisa tidak jangan membahas itu" pinta ku, ele mengangguk setuju.


pelajaran sudah terlewatkan dengan tenang, aku memilih pergi ke perpus dari pada berkumpul dengan teman teman ku, aku tidak ingin selama dua bulan kedepan waktu ku terbuang sia sia, hanya untuk bermain, atau mengobrol.


Aku mulai membaca buku yang belum aku baca di perpus ini, walau aku tahu aku tidak akan bisa membaca semua buku buku ini dalam setahun, tapi setidaknya sudah seperempat dari buku buku yang ada di sini aku baca. aku hanya membaca buku buku yang menjadi jurusan ku saja, Tidak yang lain.


" shanum,,," wanita cantik berjalan ke arah ku, Dengan Senyum manisnya.


" nida'" balas ku, sambil tersenyum kembali,


" aku dengar beberapa hari ini kamu sakit nya?"


" ia , hanya demam saja kok, maaf beberapa hari ini aku tidak bisa menjadi pemandu kalian" sesal ku


" tidak papa. oh ya, karena sekarang kamu sudah baikkan aku akan memberitahu mu satu hal, aku yakin kamu tidak tahu.dua hari lagi kami akan kembali, rektor memajukan jadwal kepulangan kami dan study banding kami berakhir hari ini" tuturnya,


aku tidak percaya Aku sudah melewat kan banyak hal beberapa hari ini.


" kenapa cepat sekali? bukan nya masih ada beberapa hari dari waktu yang di tentukan?"


"Ya, seharusnya begitu, tapi ada beberapa hal yang harus kami urus di sana, ini tahun terakhir kami kuliah shanum, jadi kami harus menyiapkan nya matang matang" Jelasnya, aku hanya mengangguk paham


" oh ya,kamu sudah S berapa?" tanyaku


"Aku mahasiswi S 2 semester akhir" ujarnya


" Kamu ?"


"sama dengan mu S2" ia menatap ku penuh selidik, seakan tak percaya dengan jawaban ku


"Kalau aku perhatikan kamu masih muda shanum, bahkan mungkin jauh dari muda" selidiknya, aku hanya tesenyum, lalu mengangguk membenarkan ucapannya.


" ya kamu benar, aku baru berumur18 tahun " nida' terlihat kaget dan tak percaya dengan perkataan ku barusan.


" benarkah, aku tidak pecaya kau seumuran adikku shanum, sedangkan adikku saja baru kuliah." tuturnya, aku hanya tesenyum.


" Lupakan itu!, ayo aku akan menunjukan suatu tempat pada kalian semua, sebelum kalian pulang dari sini kalian harus pergi ketempat bersejarah ini" ajak ku.


" di mana teman teman mu, bilang padanya suruh ke tempat parkir, aku akan mengajak kalian, ke tempat yang tak akan terlupakan" ujarku


" kita akan kemana ?" tanyanya

__ADS_1


" Ikut saja, nanti juga kamu akan tahu,kamu pergi ke parkiran dulu, dan katakan pada teman teman mu suruh menunggu ku di sana, aku akan izin ke professor gerald telebih dahulu" pinta ku, nida' mengangguk paham ia pergi ke parkiran, sedangkan aku pergi ke ruangan professor gerald.


__ADS_2