Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Four


__ADS_3

ku langkahkan kaki ku ke dalam gedung pencakar langit ini, aku berjalan memasuki lif husus yang biasa di pakai abraham dan beberapa orang penting.


Ada beberapa kariawan yang menatap ku kaget, dan ada juga yang menunduk sopan, itu bagi mereka yang tahu siapa aku sebenernya.


Di perusahaan abraham di larang keras membicarakan sesuatu apapun selain pekerjaan, apalagi ngerumpi! jika melanggar mereka akan langsung angkat kaki dari sini!!


Aku menekan angka 12, lantai tempat ruangan abraham.


setelah pintu lif terbuka aku berjalan menghampiri asisten abraham,


" abraham ada di dalam?" tanyaku pada kk mia, tampa basa basi.


" shanum,, ada, boss ada di dalam" jawabnya ramah dan sopan, ya kk mia tahu siapa aku, karena aku dan kk mia adalah teman dekat, karena kami pernah satu univercity dulu.


Aku memasuki ruangan abraham tampa mengetuk pintu dulu, itulah aku, karena aku tahu abraham tak akan marah pada ku.


Aku sangat menyukai posisi ruangan abraham yang menurutku sangat pas, karena balcon ruangan ini di desain khusus untuk bersantai, sambil menikmati pemandangan gedung gendung pencakar langit yang berjejer di kota ini, apa lagi jika sore, di bumbuhi senja, menambah ke indahan kota ini, membuat semua orang enggan untuk beranjak dari tempat ini.


" abraham,,? " sapa ku sambil berjalan mendekat ke arah nya


"hay sayang,, kenapa tak memberi tahu ku, kau akan datang hari ini? " seru abraham sambil berjalan kearahku lalu memelukku dengan erat


" hay kau ingin membunuh ku abraham?" sungut ku


" TIDAK,,,, tapi sedikit " lirih nya


" apa abraham ?" pekik ku Sambil memukul lengan abraham dengan keras.


" hay bercanda beby, " ucap abraham sambil menarik hidung ku dan belari menghindar dari ku,


" ABRAHAM,,,," teriak ku, sambil berlari mengejarnya, alhasil aku dan abraham berlarian di ruangannya, sampai ahirnya kami berdua terhempas ke kasur yang ada di ruangan ini dan tertawa bersama.


" kau ingin memakan sesuatu grill ?" tanya abraham yang masih setia memuluk ku


"hmm,,, apanya ??" jawab ku sambil berpikir sesuatu


" aku ingin steek kentang Dan apa aja yang berbau keju " pinta ku


" ok tunggu di sini, aku akan menelpon asisten ku untuk membawakan pesanan mu" abraham bangkit berjalan ke arah meja

__ADS_1


Aku mengambil beberapa buku yang tertata di meja dekat kasur.


" abraham kau membeli beberapa buku?" tanya ku sambil melihat buku yang seperti nya baru.


" yes beby, just for you "


" thank's " ucap ku lalu mebuka buku yang masih bersegel itu untuk segera ku baca.


Aku asyik dengan dunia ku.


ya sejak kecil aku suka membaca, jika sudah membaca tak ada satu keluargaku yang mengangguku, karena mereka tahu, aku tak akan perduli sekitar jika sudah memabaca, di tambah dengan makanan ringan yang menemaniku, Aku tak akan mengenal waktu jika buku yang ku baca belum selesai semua, parah bukan?


beberapa menit kemudian pesanan ku datang, abraham memberikannya pada ku,lalu ia kemabali mengerjakan pekerjaannya, dan aku kembali tenggelam dengan buku buku ku.


tak terasa jam sudah menunjuk pukul 7 malam matahari sudah kembali kepermukaan.


Abraham mengambil buku yang tengah ku baca, Aku menatap kesal ke arah nya, karena ia berani merengut ke senangan ku.


" hay lihat lah, matahari sudah kembali, sampai kapan kau akan menghabiskan buku buku mu, masih ada hari esok. ayo kita kembali, aku akan mengantarkan mu kembali ke mansion deddy " Seru nya


" baiklah, " akhirnya aku mengalah, memilih mengikuti langkah kaki abraham menuju tempat mobilnya di pangkirkan.


" oh ya abraham aku lupa " pekik sambil menatap abraham setelah ia masuk ke dalam mobil


" ded menyuruh ku mengajak mu dinner malam ini di restoran biasanya, ded bilang ia akan menunggu kita disana " kata ku yang masih setia menatapnya


" tidak, aku tidak mau, kau saja aku akan mengantarkan mu ke sana" tolak abraham sambil memakai sabuk pengaman.


" ayolah abraham, kali ini saja, walau ded dan mom berbeda agama dengan kita mereka juga masih tetap orang tua kita, ayolah ! " pinta ku sambil memegang pundaknya


" Ayolah " ucap ku sambil memohon padanya


"OK, tapi ini untuk mu, jika bukan karena kamu aku tidak akan mau "


" ok, tak masalah " balas ku senang sambil tersenyum ke arah nya " ayo " ajak ku


mobil sedan civic silver yang kami naiki menembus ke indahan malam kota manhattan, di hiasi dengan lampu lampu yang berjejer di setiap jalan menambah ke indahan kota ini.


" shanum,, ded bilang jam berapa kita harus kumpul ?" tanya abraham yang masih fokus menatap jalanan

__ADS_1


" tidak tahu " jawab ku polos, sotak abraham menghentikan mobilnya di pinggir jalan


" ya ampun shanum ," ucap abraham sambil mengusap mukak nya kasar


" heeeee" aku tersenyum polos ke arah nya


" tanya deddy sekarang !"


Aku mengangguk, lalu mengambil hp ku.


" hallo, ded, deddy ada di mana ?" tanya ku


" deddy sudah ada di restoran" jawab deddy dari sebrang sana


"ok kami langsung ke sana" balas ku lalu mematikan panggilan kami.


Abraham kembali menjalan kan mobilnya, tak ada perbincangan di antara kami, yang terdengar hanya lantunan musik.


Setelah sampai kami langsung berjalan memasuki restoran menuju ruangan VVIP yang biasa kami tempati jika kami makan di sini.


" hallo ded mom, " sapa ku sambil memeluk mereka satu persatu begitu pun dengan abraham.


" kalian ingin makan apa?" tanya mommy setelah kami duduk


" terserah mommy saja " jawab ku hampir bersamaan dengan abraham


" Ok" ucap mom kemudian memanggil pelayan yang berjaga di antara beberapa meja dekat kami, pelayan itu berjalan mendekat ke meja kami, setelah berada di depan kami mommy langsung menyebut beberapa makanan yang akan kami makan.


Setelah pelanyan itu pergi, tak ada yang berbicara di antara kami, hening!


sampai akhirnya ded bertanya pada abraham perihal beberpa proyek yang akan abraham bangun di kanada, 5 menit ded mengobrol dengan abraham masalah proyek, sedangkan aku dan mom membahas tentang beberapa desain baju yang mom buat.


Akhirnya pesanan kami datang juga, sedari tadi cacing cacing di perutku sudah berdemo kini mereka mulai tenang mungkin karena mencium bau makanan.


setelah datang kami langsung memakannya, tak ada yang bersuara yang terdengar hanya detingan sendok, garpu dan pisau saja.


Ded melarang keras berbicara atau bercanda ketika makan, karena itu berbahaya, tapi bukan aku dan abraham namanya jika tidak bercanda, namun malam ini berbeda abraham tampak tenang dengan makanan nya, begitupun aku, kami memilih diam menikmati makanan yang kami makan.


Selamat membaca 😊😊😊

__ADS_1


Semoga kalian suka dan stia menunggu cerita ini sampai tamat


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian untuk kami 😊😊😊


__ADS_2