
sama samar, suara ngaji yang terdengar dari kamar adnan, tak ada percakapan atau apapun di antara mereka,
sebelum akhirnya.
"shanum,,,,"
" adnan,,,, " panggil mereka bersamaan. kemudian mereka tersenyum bersama, tidak bersama lebih tempatnya hanya adnan, sedangkan shanum tertawa, walau tidak keras tapi adnan bisa mendengar tertawa shanum yang reyah.
" kamu dulu " kali ini mereka mengatakan bersama lagi.
" baiklah cukup adnan, kamu dulu ?" pinta shanum pada akhirnya, adnan mengangguk saja.
" bagaimana kabarmu?" tanya adnan. Ia duduk di sofa berhadapan dengan shanum yang berada di kasurnya.
" yaallah jadikan ini permula yang baik untuk hubungan kami ke depannya, biarkan hanya aku yang tahu tentang status ini, aku akan bersabar sampai semua nya terkendali " bathin adnan yang terus menatap wajah cantik istrinya.
" baik," jawab shanum singkat, sebenarnya mereka tidak terlalu akrab, mereka jarang berbicara ketika di universitas dulu. Walau mereka mengobbrol, itu pun hanya yang perlu saja, dan itu pun tentang pelajaran.
Adnan mengangguk saja " gimana kuliah mu sudah selesai?" tanyanya lagi
" sudah, tepat setelah dua bulan kamu kembali ke mesir, aku di wisuda " jawabnya, kali ini sedikit panjang.
"hmmm,,,, bagaimana hasilnya ?"
" alhamdulillah, aku mendapat nilai yang memuaskan."
" alhamdulillah, kalau tidak salah, aku dengar dari nida' kamu juga wisuda terbaik di sana, dengan nilai cumlaud ? " shanum, hanya tersenyum lalu memgangguk.
" ok, sekarang giliran ku yang bertanya, sedari tadi kamu sudah banyak bertanya ?" seru shanum, adnan hanya tersemyum simple mendengar perkataan istrinya.
"hmmm,,,katakan apa yang ingin kau tanyakan ?"
" pertama, kamu sedikit berbeda dari yang aku kenal sebelumnya, sedikit lebih crewet " adnan terdiam tak percaya dengan perkatan istrinya, yang memang benar adanya.
" ke dua, gimana kuliah mu? dan makasih juga dengan buku yang kamu berikan tempo dulu"
" kuliah ku,,, alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, walau aku bukan wisuda terbaik seperti dirimu, tapi setidaknya memuaskan dengan hasil ku sendiri, dan sama sama, aku juga mau bertima kasih karena kamu sudah membanyar semua nya ketika kamu mengajak kami keliling new haven dulu"
" ok, no problem, lupakan itu, asal kamu tahu yang banyar bukan aku, tapi deddy, karena aku memakai uang deddy " ujarnya
" tapi kan itu jatah uang bulanan mu " seru adnan
__ADS_1
" tidak adnan,!kamu tidak tahu aku!" adnan mengeryit tak mengerti dengan ucapan istrinya
" okay, aku akan menceritakan sedikit tentang ku pada mu, tapi janji tolong rahasiakan ini pada sapapun " pinta shanum, adnan mengguk setuju.
" aku punya penghasilan sendiri adnan, aku punya rumah sakit di LA, yang sekarang di bawah pengawasan seseorang, yang begitu dekat dengan ku, dan uang yang tempo dulu aku buat membanyar kalian itu uang deddy, deddy memang memberikan uang itu pada ku, tapi aku tak pernah menggunakannya, aku gunakan jika ada hal memdesak, atau untuk mengajak teman teman keluar,sebenarnya aku tidak mau dengan uang yang di berikan ded tiap bulan, tapi ded bilang, ia kerja untuk membinyayai anak anaknya, sudah cukup ! nanti malah kemana mana" jelas shanum
" kenapa jika kemana mana ?" tanya adnan
" tidak, aku tidak menyukai orang mengetahui tentangku lebih dalam, itu akan menyakitiku pada akhirnya " adnan mengernyit tak mengerti, tapi ia mencoba untuk memahaminya, setidaknya ia sedikit tahu tentang istrinya.
" baiklah, sekarang aku boleh bertanya satu hal pada mu, tapi ini akan sedikit aneh, entah bagaimana reaksi mu jika mendengar nya" tuturnya.
" katakan apa itu?"
" kapan kamu masuk islam?" tanya adnan hati hati, shanum terdiam sebentar setelah mendengar pertanyaan adnan.
" 5 tahun lalu, sebelum aku pindah ke sini, lebih tepatnya satu bulan setelah ke lulusan ku, sejujurnya, aku belum benar benar yakin dengan ke pindahan ku ke agama islam, karena sampai sekarang masih belom ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan ku dengan benar, bukan!,,, tidak!,, maksudku, hanya saja semua jawaban mereka sama seperti buku buku yang aku baca" jujurnya. Adnan tak percaya dengan kejujuran istrinya ini.
" ya allah apa lagi ini ?"bathin adnan
" kenapa seperti itu shanum ?" tanya adnan balik " apa yang ingin kau tanyakan tentang islam? tanyakan semuanya pada ku?" pinta adanan, ia tak percaya istri nya masuk islam hanya rasa penasaran saja, bagaimana bisa ia masuk islam bukan atas dasar hatinya yang tulus.
Shanum menatap adnan tak percaya, ia heran dengan cara bicara adnan yang nampak sedikit marah, walau adnan berusaha menyembunyikannya, tapi adnan tak tahu jika shanum adalah pesikiater, yang bisa mengerti dengan perubahan sikap adnan.
" kenapa semua orang tertarik dengan islam, dan menyukainya? karena islam itu tidak memberatkan, dan islam itu tidak memaksa orang untuk memeluk nya, mereka masuk islam atas dasar kecintaan mereka, dan keikhlasan mereka pada agama ini " jelas adnan
" benar dugaan ku, pasti jawaban mu akan seperti itu " kata shanum lalu tersenyum ke arah adnan.
" semua orang menjawab hampir sama dengan mu adnan, tapi bukan itu yang aku ingin kan adnan " seru nya, adnan terdiam tak mengerti, jawaban apa yang di ingin kan shanum, ia terus menatap wajah shanum lekat.
Shanum yang mendapat tatapan itu sedikit menoleh ke samping, untuk mengalihkan tatapan adnan yang tak di sukainya.
" baiklah aku mengerti maksud mu, dan aku tahu jawaban yang ingin kau dapatkan " tambah adnan, shanum menatap adnan tajam, matanya seakan menantang adnan, apa benar adnan bisa memberi jawaban yang ia inginkan selama ini.
" ini shanum, jawaban mu ada di sini " adnan berkata sambil menujuk dadanya
" maksudnya ?" tanya shanum tak mengerti
" ketenangan, itu jawaban yang tepat untukmu.
ya shanum, kenapa semua orang tertarik dengan islam, dan apa daya tarik islam yang begitu besar?, jawabannya ketenangan, jika kamu ingin lebih jelas cari itu sendiri, karena jawaban itu ada di dirimu sendiri " tutur adnan shanum hanya mengannguk, ia nampak berpikir dengan penjelasan adnan barusan.
__ADS_1
" mengajilah di sini shanum, agar kau mendapat jawaban itu, aku tahu kenapa orang tua mu mengirim mu ke mari, mungkin mereka ingin kau lebih mengenal apa itu islam "
"tidak, aku tidak menyukai tempat yang terlalu banyak orang adnan, aku yakin tempat ini tidak bisa di jamin kebersihannya" tuturnya
" kamu salah shanum, justru malah sebaliknya, di pesantren kau akan mendapatkan semuanya, dan kata siapa pesantren tidak bersih, justru di pesantren kebersihannya akan terjamin, karena mereka tahu hukum"
" aku tidak suka adnan, dan jangan memaksaku, kamu tidak tahu bagaimana aku "
"kamu tidak suka karena kamu belum mencoba, aku tidak memaksamu, tapi ini ke inginan orang tua mu, dan aku memang tak mengetahui tentang mu karena kamu tak menjelaskannya pada ku " balas adnan telak, shanum hanya diam membisu tak tahu harus menjawab apa karena memang benar yang di katakan adnan.
" tidak ! sekali tidak, ya tidak " tegasnya
" cobalah dulu, baru setelah mencoba teryata kamu tidak suka, katakanlah tidak "
" kenapa kamu ingin aku mencobanya, dan apa jaminan mu jika teryata aku tidak menyukainya setelah mencoba " tantangnya
" kamu boleh tinggalkan tempat ini kapan pun kamu mau, tapi dengan syarat setelah 3 bulan mencobanya "
" what,,,,, ?" pekik shanum tak percaya
" kamu ingin membunuhku di tempat ini adnan,
Are you okay ?" tanya shanum kesal
" aku tidak ingin membunuhmu, dan ya, tiga bulan itu waktu yang paling sebentar untuk seseorang belajar ilmu agama"
" NO !! aku pikir kamu gila adnan menyuruh ku bertahan di tempat ini, jika aku bisa diam di kamar mu it's ok, mungkin aku bisa bertahan selama itu, tapi jika kamu menyuruh ku untuk tinggal bersama orang banyak I' m sorry, aku tidak mau " jelasnya.
" cobalah dulu,,,,, shanum, aku yakin kau akan menyukainya" pinta adnan yang sedikit menekan namanya.
" tidak adnan, tidak akan pernah, sampai kapan pun, cukup adnan, kau bukan siapa siapa ku yang berhak memaksa mu " sengit shanum, ia heran dengan pria yang ada di depannya, karena sedikit berani memaksanya.
" okay, sorry, bagaimana jika aku menantang mu shanum? bukankah kamu pintar shanum " shanum diam saja tak menjawab perkataan adnan
" Aku memberi mu izin untuk tinggal di kamar ku selama kamu berda di sini, tapi setelah kamu bisa menyelesaikan tugas dari ku dan abi selama satu bulan atau bahkan kurang, dan jika memang selama satu bulan itu juga kamu tidak menyukai lingkuan baru mu ini." tantang adnan
" baiklah, aku terima tantangan mu itu, dan kamu harus menepati janji mu, akan mengizinkan ku tinggal di kamar mu selama aku di sini " adnan mengangguk setuju.
Tak terasa percakapan mereka sampai jam setengah lima, bahkan ia sampai tak mendengar adzan shubuh yang biasa nya begitu memekakkan telinga, adnan beristifar, ia mengajak shanum sholat berjamaah bersama, karena ia tahu solat subuh di musholla pasti sudah selesai sejak tadi.
Capter terpanjang 😊😊😊
__ADS_1
Selamat menikmati 😊😊😊