Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Twenty tree


__ADS_3

hari berganti hari, waktu berjalan begitu cepat.


Satu bulan lamanya, semenjak ke jadian hari di mana salma mengalami kecelakaan, shanum memutuskan untuk diam di asrama.


Walau adnan mengizinkan ia untuk menempati kamarnya, Tapi shanum menolaknya.


Shanum juga meminta adnan untuk segera memberi nya pelajaran, yang harus dia selesaikan dengan segera.Ia tidak ingin terlalu lama berada di tempat ini.


dengan ke gigihan shanum, dan kecerdasan yang di milikinya, membuat semua orang takjub dengannya, tak jarang ummi dan abi memuji shanum yang sangat mengejutkan keluarga dalem. Bagaimana tidak, dalan waktu yang sangat singkat, ia sudah bisa menguasai bahasa arab yang di ajarkan adnan. bahkan ia bisa memahami dasar dasar ilmu alat, ketika semua orang membutuhkan waktu dua atau tiga bulan, tapi shanum hanya satu bulan, dia sudah menguasai dasar dasar ilmu untuk membaca kitab.


Dan begitu adnan juga semangat memberikan pelajaran pelajaran baru setiap hari pada gadis berdarah amerika turkey ini. Jika begini siapa yang tidak suka dengan gadis yang nyaris sempurna seperti shanum.


Sore ini shanum sudah menunggu adnan di dalam kantor tempat nya belajar seperti biasa, sambil membaca kitab yang di berikan adnan kemarin. Ia membaca dengan teliti, sesekali melihat kamus jika ia tak mengerti artinya.


"assalamualaikum" suara adnan menggema di seluruh ruangan ini, shanum yang khusuk dengan bacaannya saja sampai kaget dengan suara adnan.


" waalaikumsalam" balasnya


Adnan duduk di depan shanum, ia membuka buku yang berisi tugas tugas yang di berikannya untuk shanum kerjakan kemarin.


" shohih,, ini buku nya" ucap adnan sambil menyerahkan buka yang sudah di telitinya.


" adnan tolong habiskan kitab ini hari ini, agar aku bisa segera ganti dengan yang baru" pintanya


" baiklah"

__ADS_1


" oh nya adnan berapa banyak lagi, kitab yang harus aku selesaikan, agar aku segera kembali ke rumahku?" adnan menatap shanum tak mengerti.


" maksudmu?"


" ayolah adnan, kamu pasti ngerti maksudku"


" shanum, kitab itu sangat banyak, kamu tidak akan bisa menghabiskan nya seumur hidup mu, ilmu agama itu berbeda dengan ilmu umum yang biasa kamu pelajari, yang akan selesai dengan waktu, mempelajari ilmu allah tidak akan pernah selesai dalam waktu singkat, berbeda jika allah memberi futuh, atau ilmu landunni !" terang adnan


" shanum ilmu agama, itu tempat nya di sini" adnan menujuk dadanya " bukan disini" kali ini ia menujuk kepalanya


" jika kau meletakkannya di dada /hatimu, dan di amalkan dengan perbuatanmu, ia akan melekat selamanya,tapi jika kau hanya mengandalkan kecerdasan mu kau hanya akan mendapat yang dhohir saja tidak yang bathin, dan itu bisa hilang dengan berjalannya waktu, tidak ada ke manfaatannya kecuali hanya sedikit saja " Jelas adnan, shanum hanya diam mematung, benar adanya, selama ini shanum hanya mengandalkan ke cerdasannya, ia tak pernah merasakan ke lezatan dalam mencari ilmu agama.


" gimana caranya?" tanya shanum polos


" aku akan membantumu, shanum percayalah, aku akan selalu membantumu untuk menjadi wanita sholehah" adnan menatap wajah cantik shanum, ia tak pernah bosan dengan wajah istrinya.


shanum mendengarkan semua penjelasan adnan dengan teliti, ia bahkan menyuruh adnan untuk mengulang nya atau menjelaskannya jika ia tidak paham, Adnan dengan senang hati menurut. Cukup lama adnan menjelaskannya, ia juga menceritakan beberapa kisah kisah orang sholeh, dan menceritakan kisah kisah sahabat nabi yang masuk islam, dan juga perjuangan beliau dalam membela islam.


kali ini adnan tidak memberi pelajaran, ia memberi nasehat pada shanum, ia berharap shanum menerima nasehatnya.


" shanum, bentar lagi adzan magrib, kau akan kembali atau sholat bersama ku di rumah?" tanya adnan hati hati, selama dua minggu ini shanum tak ke dalem ( rumah kiai) , ia juga tak memegang hp nya, karena semua waktunya teralihkan sampai ia lupa dengan barang penting itu.


" adnan, aku tahu, aku tidak seperti santri lainnya, aku memang di bedakan, tapi aku dan kamu bukan mahrom, bukan kah kamu sendiri yang menjelaskan dua hari lalu, jika seorang wanita dan laki laki berduan tampa ada hajat yang dorurot yang di perbolehkan dalam agama, maka hukum nya dosa karena itu memudahkan setan untuk mencari cela agar terjerumus ke dalam lubang maksiat" Ujar shanum, adnan terdiam ia kalah telak, ia tidak bisa menjawab, bahkan mengatakan yang sebenarnya saja ia tidak bisa.


" shanum,,, boleh aku berbicara jujur, tapi tolong berpikirlah secara global?"

__ADS_1


" apa?"


" maukah kau menjadi istriku, aku ingin kau menjadi ibu dari anak anak ku" shanum terdiam membisu mendengar pernyataan adnan.


" maaf adnan, aku tidak ingin kau sakit hati, aku tidak bisa membuka hati buat orang lain, hati ku sudah hancur 9 tahun lalu, hancur bersama dengan hancurnya tubuh orang itu" jawab shanum pilu, adnan menatap shanum iba, ia tak tahu apa yang telah terjadi, karena shanum tak pernah menceritakannya.


" baiklah, boleh aku menjadi sahabat saja?"


Shanum mengangguk seraya tersenyum lembut ke arahnya.


" tapi aku ingin ,,," ucapan adnan terhenti


Shanum mengernyitkan dahinya karena adnan menghentikan ucapannya.


" ingin apa adnan??"


" aku ingin jadi sahabat halal mu shanum, biarkan aku menjadi pundak dan dada untuk mu bersandar dan menumpahkan air mata mu, ku mohon izinkan aku shanum, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mengurangi beban mu"


Shanum diam tak menjawab perkataan adnan.


" beri aku waktu untuk menjawab, aku memang percaya pada mu adnan, tapi ini keputusan besar! sekarang aku pergi dulu, mungkin nanti ngaji nya kita tunda, aku lagi tidak enak badan" shanum keluar meninggalkan adnan sendiri, ia tak menunggu jawaban adnan, ia tak perduli apa yang adnan pikirkan, yang ia inginkan hanya pergi dari hadapan laki laki itu.


Ia memang merasa yaman jika di dekat adnan, ia juga merasa tenang jika bersamanya


Ia tak pernah merasakan hal itu ketika bersama sham. Tapi ia tak bisa menerimanya begitu saja, karena yang keputusan adnan adalah seumur hidup.

__ADS_1


maaf banyak ke salahan belum koreksi


Selamat membaca 😊😊😊


__ADS_2