
Adam melajukan mobilnya dengan ke cepatan tinggi, karena ia tahu jalan yang di laluinya hanya husus pengendara roda empat dan lebih, tidak untuk pengendara roda dua.
Sedangkan Shanum hanya diam membisu, melihat ke arah cendela, sesekali ia mengusap air mata nya yang terus jatuh membasahi ke dua pipinya.
dalam hati ia terus berharap semoga deddy nya berubah pikiran, sungguh ia tak ingin tinggal di tempat yang tidak ia ketahui asal usulnya. Ia bukanlah tipe orang yang suka tinggal di tempat yang tidak pernah ia ketahui ke adaannya.
" abraham, please help me ?" bathin shanum terus merintih, berharap kakak kesayangan nya merasakan ke pedihan yang di rasakan.
air mata yang sedari tadi tak mau berhenti, membuat kedua mata shanum sedikit membengkak, lebih tepatnya sudah membengkak.
" adam, berhentilah di restoran, atau di tempat makan, shanum belum memakan apapun sejak pagi " elma menatap suaminya yang terus saja fokus pada jalan, ia kesal dengan ke daan ini, hanya ada kesuyian yang terus menyergap mereka masing masing.
"hmmm,,,, kau lihat lah sekitar, jika ada tempat makan katakan pada ku" ujar adam, tidak ada yang tahu bagaimana persaan adam, walau dirinya juga tersiksa melihat ke adaan putri nya yang memprihatinkan, tapi ia pintar menyembunyikan rasa itu.
sebenarnya ia ingin sekali membatalkan ke inginannya ini,tapi ia juga tahu, ini yang terbaik bagi putrinya.
Tidak ada yang tahu bagaimana terpuruk nya ia saat ke hilangan putri nya dulu, dan sekarang ia akan merasakan nya kembali, dalam hati ia terus mengatakan " tidak adam, anak mu tidak akan pergi lama, bertahanlah adam! ini demi kebaikan putri mu. Tenanglah ! suatu hari ia akan berada dalam dekapanmu lagi " bathin nya keras.
" adam, lihatlah di sana ada rumah makan " tunjuk elma pada suaminya.
" no mom, I dont want eat " seru shanum sedikit ketus.
" why ?"
" jangan paksa aku mom, please jangan memaksa aku jika aku tidak menginginkannya" mohonnya, ia malas berbicara terlalu banyak pada orang tua nya, sebenarnya ia juga malas berada dalam mobil yang sama dengan mereka.
Ia mengambil hp nya, ia tak tahan dengan ke adaan ini, ingin rasa nya setika ini juga ia kembali ke new york.
" abraham help me " shanum mengirim pesan singkat pada abraham, satu menit, dua menit, ia tunggu berharap abraham segera membalasnya, tapi nihil abraham seperti tak membuka pesannya.
" kemana kamu abraham, di saat aku membutuhkan mu, kamu tak ada di sini, di mana kamu? dimana kakak yang slalu ada buat aku " bathin nya. Ia lelah dengan ini semua, tak pernah ia merasakan akan menyerah seperti ini. Entah kenapa ? ia tak tahu kenapa mersakan seperti ini. ada apa ? aneh ia merasa hidupnya akan berubah semua.
🐬🐬🐬🐬🐬
Shanum tak tahu jika dirinya sudah terlelap, karena kelelah menangis. Sampai sampai ia tidak merasakan tangan halus yang slalu mengusap pipinya, sudah mengusap pipinya sejak tadi.
" shanum, bangun nak" pinta elma yang terus mengusap pipi putrinya.
" shanum, bangunlah nak, kita sudah sampai" suara elma yang lembut terus menggiang giang di telinga shanum.
" mom" suara serak shanum terdengar di telinga elma, ia tersenyum melihat putri nya sudah bangun dan memanggil namanya seperti biasa, tapi ia tak tahu akankah besok masih mendengar nya lagi.
__ADS_1
" bangunlah nak, kita sudah sampai semua orang menunggu kita turun," ujarnya
shanum mengedarkan pandanganny ke depan, mencoba mencari sosok deddy nya.
" where is deddy mon?"
" deddy mu sudah turun, ayo kita turun " ajak elma
" sebelum turun ded meminta mu mengganti baju mu dulu nak " shanum menatap mommy nya heran
" kenapa?" tanyanya heran, dahi nya sudah membuat sedikit lipatan,
" ada yang salah dengan pakaian ku mom?"
" no beby. tapi ini pesantren nak, pakaian mu akan membuat semua orang memperhatikan mu, lihatlah di luar sana banyak laki laki. Mom tahu kau tidak ingin jadi pusat perhatian kan?"
Shanum melihat ke arah cendela, lalu melihat penampilannya, menurutnya pakaian nya sopan.
elma memberikan shanum baju yang baru di beli nya kemarin.
" mommy menyuruhku pakai ini?" shanum menatap mommy nya tak percaya, elma mengangguk pelan.
" cukup mom, CUKUP ! " sengit shanum, ini kali pertama shanum berani berbicara keras terhadap wanita yang melahirkannya.
" cukup mom! shanum capek mengikuti semua ke inginan mom dan ded, shanum mau kembali ke new york " pekik nya, ia keluar dari mobil dan berlari dengan kencang, ia pergi menjauh dari
di dalam ke gelapan, hanya di temani lampu remang remang bahkan yaris redup, shanum menjatuhkan diri nya di kursi yang berada di pinggiran jalan.
Ia sedari tadi mencari nomer abraham. Setelah mendapatkannya, shanum langsung menelpon nya.
" abraham,,," isaknya ketika panggilannya tersambung.
" abraham, aku tidak kuat, aku ingin kembali " tuturnya.
abraham yang mendengar tangisan shanum sedemikian rupa, segera bangkit dari kasur menuju balkon kamar.
" ada apa shanum, katakan dengan jelas?" tegasnya
",,,," shanum masih saja menangis, ia tak tahu harus berkata apa lagi.
" ded,,, deddy,, ab, abraham " suara shanum terdengar tak jelas di sebrang sana, tapi abraham terus memcoba menenangkan shanum.
" ok, tenang dulu, setelah itu baru cerita" pinta abraham, mencoba tuk bersabar.
Lima menit berlalu, shanum mulai sedikit tenang, walau air mata masih saja terjatuh, tapu ia mulai berbicara dengan jelas. Sedikit demi sedikit ia menjelaskan pada abraham.
__ADS_1
sedangkan abraham mencoba mendengarkan cerita shanum dengan cermat, agar tak terlewatkan sedikitpun.
" okay! sekarang aku tak bisa kesana sekarang juga, tapi aku janji satu minggu lagi aku akan menyusul mua dan membawa mu kemabali kemari, bagaimana?" kata abraham setelah shanum menyelaskan ceritanya
" NO ABRAHAM" sengitnya
" aku tidak bisa bertahan di tempat seperti ini, please abraham " mohonnya
" beratahan sebentar saja"
" no abraham! NO !! " bentaknya
" I hate you, you don't loving me" pekiknya lalu memutus sambungannya sepihak.
" kenapa? kenapa semua orang tega pada ku " pekik shanum, ia terus menangis menenggelamkan wajahnya di antara ke dua kakinnya.
Gadis cantik itu tak tahu sedari tadi ada orang yang memperhatikannya, bahkan mendengarkan semua perkataannya.
" kenapa kamu menangis, percuma meratapi apa yang telah terjadi " ucap laki laki dengan tegas, bahkan terdengar berwibawa, walau tak begitu jelas siapa wanita yang ada di depannya, di tambah lampu yang redup, tapi ia tahu gadis ini bukan dari Indonesia, setelah tadi mendengar percakapan nya.
dengan rambutnya yang berwarna hazelnut, yang berkilau di bawah lampu berwarna kuning ini, ia tambah yakin jika gadis ini bukan berasal dari negara ini.
" ambilah sapu tangan ini " ujarnya memeberikan sapu tangan yang selalu berada di saku baju nya.
shanum menatap laki laki itu dengan tajam, ia kesal dengannya yang sedari tadi terus saja berbicara, walau tak jelas mukaknya, tapi ia tahu jika laki laki ini lumanyan tampan.
" pergi, tinggalkan aku sendiri " sengit shanum
" tidak baik seorang perempuan berada di tengah kegelapan seperti ini, apa lagi kamu di jalan, pulanglah! pasti orang tua mu sedang memcari mu" jelas laki laki itu,
Baru saja shanum akan membalas nya lagi, tiba tiba ia sudah terjatuh dari kursi.
Degg,,,
Laki laki itu terdiam membisu, tak tahu harus bagaimana? jika ia pergi, maka ia akan berdosa meninggalkan seseorang yang membutuh pertolongannya, ia melihat ke seliling, berharap ada orang yang akan lewat, tapi nihil, tak ada satupun orang lewat.
" ya allah bagaimana ini? jika aku membantunya aku harus menerima konsekuwensinya, tapi jika aku tak menolongnya, aku akan berdosa. YA allah apa ini takdir ku, apa ini jalan yang aku ambil, jika ini membuat mu ridho aku terima ya rob, aku ikhlas demi mendapat ke ridhaan mu" bathinya
Ia berjokok meraih tubuh gadis yang berada di depannya, sebelum mengangkatnya, ia melepas surban yang melilit di leher nya untuk menutupi bagian paha gadis itu yang terbuka, karena bajunya yang begitu minim.
" bismilah, hamba ridho ya allah " ucap nya lalu membawa tubuh shanum yang pingsan ke dalam dekapannya.
"dia " serunya tak percaya
Selamat membaca 😊😊😊
__ADS_1
MAaf kalau ada tulisan yang salah