
setelah tiba di rumah sakit, dan salma sudah di tanganin dokter,semua orang menunggu di ruang tunggu, setelah menunggu setengah jam se orang dokter keluar menanyakan siapa ayah salma. Kafa maju mendekat ke arah dokter itu.
" bagaimana ke adaan putri saya?" tanyanya kawatir,
" benturan di tangan nya terlalu kuat, setelah melakukan ctscan ada darah yang menggumpal di tangan nya, tangan nya retak cukup parah, kita harus melakukan oprasi kecil, untuk mengeluarkan darahnya?" ucap sang dokter
" lakukan apapun yang terbaik untuk putri saya dok" pinta kafa, zainab dan ummi terus menangis setelah mendengar penuturan dokter.
" tapi maaf pak, kami akan melakukan oprasi itu nanti malam" sesal dokter itu
" bagaimana bisa dok, kenapa tidak sekarang?" tanya kafa heran
" maaf dokter bedah kami yang satunya sedang tidak peraktek, sedangkan satunya sedang melakukan oprasi besar" jelas nya, kafa menoleh ke arah shanum, ia menatap shanum dengab penuh permohonan, begitupu zainab Dan ummi. shanum yang di lihat seperti itu segera menatap adnan tajam.
"shanum, aku mohon tolong selamatkan putriku" pinta kafa dengan permohonan, semua orang menatap shanum seperti itu, tapi tidak dengan adnan dan dokter itu, jika adnan menunduk karena rasa bersalah, berbeda dengan dokter itu ia menatap shanum dengan heran karena semua keluarga memohon padanya.
" maaf mas kafa, shanum tidak punya ijin peraktek di tempat ini, shanum juga bukan orang sini" sesalnya, pertama kali ia merasa bersalah pada orang karena tak bisa membantunya.
" dokter, tolong izinkan wanita ini yang mengopprasi putri saya " kafa memohon pada dokter itu " ia dokter terbaik dari amerika" tambahnya, shanum membulatkan matanya tak percaya, bagaiman bisa laki laki itu mengatakan ia dokter terbaik sedangkan ia tidak tahu kenyataannya.
Dokter itu menatap shanum dengan penuh slidik dan penuh tanya.
"kamu punya lesensi dokter?" tanya dokter itu sambil menatap shanum curiga, ia mengerutkan keningnya saat melihat mata shanum.
Adnan yang melihat dokter itu terus menatap shanum seperti itu ada rasa kesal dan menyesal dalam hatinya.
" tunggu,, kalau tidak salah saya pernah melihat anda?? tapi di mana nya??" tanya dokter itu curiga
" ah ya,,, kalau saya tidak salah, jika di perhatikan anda mirip dengan dokter bedah dari LA, siapa nya namanya???" dokter itu nampak berpikir keras " dokter sha,,,"
" stop dokter,, !!anda keliru" potong shanum cepat, ia menatap dokter itu tajam.
Semua orang terkejut dengan sikap shanum, mereka semua berpikir apa yang di sembunyikan shanum, tidak dengan dokter itu ia hanya tak percaya, jika benar dokter yang ada di hadapanya ada lah dokter yang di kagumi selama ini ia akan sangat bersyukur, bisa berhadapan dengan salah satu dokter bedah terbaik.
" okay, jika saya di ijinkan melakukan oprasi ini saya akan melakukannya" ucap shanum cepat
" bisa ikut ke rungan saya dulu?" pinta dokter itu
" baiklah , saya permisi dulu" kata shanum pasrah.
__ADS_1
Setelah shanum pergi, semua orang menatap bertanya tanya, tidak dengan adnan, ia menyesal mengatakan shanum adalah seorang dokter.
Semua orang nampak tenang duduk di ruang tunggu. Sebelum akhirnya shanum datang menghampiri mereka.
"adnan bisa bicara sebentar"pinta shanum
"mas kafa dan semua nya tenang aja, aku sendiri yang akan mengopprasi salma, aku juga sudah melihat hasil ctscan nya, Tidak parah, kita hanya perlu mengeluarkan darah yang menggumpal saja,dan mungkin tangan salma akan di gif selama satu bulan,untuk memulihkan tulanhg yang retak." jelas shanum
" alhamdulillah" seru mereka bersama
" adnan ikut aku sebentar" ajak shanum, dalam hati ia terus memaki adnan.
mereka pergi berjalan ke arah luar rumah sakit.
Shanum berhenti di depan kiri pintu masuk.
" adnan, kamu,,," pekik shanum, ia menatap adnan tajam, lagi lagi setiap kali menatap mata adnan, rasa marah itu mengnguar begitu saja.
" ada apa dengan dirinya,, kenapa ia tidak bisa marah pada laki laki ini" bathin shanum
" maaf, aku tadi panik shanum sampai mengatakan kalau kamu adalah dokter" sesal adnan, ia tahu jika dirinya di posisi adnan mungkin akan melakukan hal yang sama sepertinya.
" okay, aku paham, aku maafkan kali ini, tapi aku mohon jangan katakan apapun lagi pada siapapun tentang diriku yang nanti kamu ke tahui, aku mohon adnan" ucap shanum memohon, adnan yang melihat itu, tampa aba aba Adnan langsung memeluk shanum,shanum yang dapat perlakuan seperti ini, dia hanya diam menengang dan tak percaya, orang yang di kenal sangat menjaga, kini berani memeluknya.
" adnan" panggilnya lirih
Adnan yang mendengar namanya di panggil sepontan melepas pelukan itu.
" sorry, shanum, aku gak ada maksud"katanya lirih " sungguh shanum, ingin rasanya aku mengatakan bahwa kamu adalah istriku " bathin adnan
"hmmm,,," shanum hanya mengangguk saja
" kalau begitu aku siap siap dulu, untuk melakukan oprasi"
" ya, pergilah, kami akan menunggumu di luar"
Shanum hanya tersenyum lembut
" baca bismillah sebelum melakukan sesuatu shanum" nasehat adnan, shanum hanya menganngguk saja.
__ADS_1
🐬🐬🐬🐬🐬
shanum keluar dengan baju oprasi, setelah 25 menit ia berada di ruang oprasi akhirnya keluar juga. Semua keluarga menyambut shanum ketika keluar ruang oprasi.
" bagaimana shanum?" tanya kafa ketika pertama ia keluar.
" alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, mas tenang aja, 3 jam lagi salma akan sadar,sebentar lagi suster akan memindahkan salma ke ruang anak, atau mungkin mas kafa mau pesan kamar satu" ujar shanum
" terserah kamu enaknya bagaimana?" tutur kafa
" kalau shanum terserah keluarga, shanum hanya sebagai dokter penganti saja di sini. mungkin dokter yang bertugas akan datang besok, atau nanti malam" jelasnya
" menurut mua enaknya bagaimana nak?" abi ikut andil dalam percakapan nya dan kafa
" hmm,,,, jika kalian mintak saran ku, aku lebih suka di kamar vvip, karena di sana terjamin kebersihannya dan perawatannya" ucap shanum lirih " tapi jika kalian tidak suka bisa pilih kamar mana aja ! jangan mengikuti saran ku yang berlebihan" potongnya
" baiklah kafa, ambil kamar vvip menurut abi Pendapat shanum benar" seru abi
Shanum merasa tidak enak, ia memberi usul yang menurutnya berlebihan.
" kalau gitu shanum ganti baju dulu" pamitnya
" kembalilah kemari segera shanum" pinta ummi
Shanum mengangguk lalu pergi menganti bajunya.
Ia diam di depan lemari ganti baju, dimana tadi ia meletakkan bajunya.
" satu tahun lebih aku tidak pernah masuk ruang oprasi, hari ini karena satu kejadian aku kembali keruang ini lagi, marah, kesal, ya memang tapi itu tak seberapa di banding aku berdiam diri membiarkan seorang anak kecil terus kesakitan karena tidak ku tolong" gumamnya pelan, Ia segera berganti pakaian lalu kembali ke tempat keluarga adnan berkumpul.
"dokter shanum smit" panggil seseorang ketika shanum akan kembali ke ruang tunggu
Shanum, melihat ke arah belakang, siapa yang memanggilnya.
"ya" balas shanum singkat,
" senang bertemu anda secara langsung, ini suatu ke hormatan bagi rumah sakit ini karena kedatangan seorang ahli bedah terbaik dari amerika" shanum hanya tersenyum kecut, ia tahu orang orang seperti ini, hanya modus saja, hanya untuk mendongkrak popularitas saja.
Itu lah salah satu alasan kenapa ia benci orang lain ketika mengetahui siapa ia sebenarnya.
__ADS_1
"jika tidak ada kepentingan, saya permisi dulu, saya harus kembali kesana" ucap shanum lalu meninggalkan laki laki itu
"aku harus membereskan ini semua jika tidak bisa bahaya ini, aku harus segera bertemu dengan adnan" bathinnya