Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam

Cahaya Cinta Di Sepertiga Malam
Treaty


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 5 menit dari rumah temannya, akhirnya Ia sampai juga di rumahnya. Ada rasa takut dan ke hawatiran yang menyelinap di hati nya, tapi ia tepis jauh jauh, berharap ded dan mom nya sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Jika di lihat dari jam yang sudah menunjuk angka 2, ia yakin orang tuanya sudah tertidur.


Dengan langkah hati hati, bahkan yaris tak terdengar langkahnya, ia memasuki rumah nya.


" syukurlah ded sudah tidur" bathin nya,


" akhirnya aku bisa bernafas dengan lega " gumamnya.


Ia melangkahkan kaki menaiki tangga menuju kamarnya, baru satu langkah ia menaiki tangga. Semua lampu di ruangan ini menyala dengan terang.


tubuh shanum menegang sempurna.


Di tambah dengan teriakan adam, yang membuat ia tak bisa bergerak sedikitpun.


"shanum???!!!" teriakan adam jauh lebih keras, seakan menggema di seluruh rumah mewah ini.


dengan langkah pelan, dan kepala tertunduk shanum berjalan ke arah mom dan deddy nya. Dalam hati ia terus berharap, semoga kali ini deddy nya mau mendengarkan penjelasannya.


"yes ded" jawab nya ragu


" jam berapa ini " sengit adam.Shanum hanya diam membisu, tak tahu harus berkata apa.


"SHANUM,,,,jam berapa ini ??" bentakan adam, kali ini membuat sang empu terdiam kaku, perlahan buliran bening itu mulai membasahi ke dua pipi mulusnya.


"sorry ded"jawabnya,dengan suara yang lirih, bahkan yaris tak terdengar


" sorry! sorry !! cukup!!! deddy akan mengirim mu ke pesantren besok" sengit adam dan berlalu meninggalkan shanum, yang masih mencerna perkataan deddy nya.


"no ded! no ded! NO,,,!!" teriak shanum, dengan air mata yang masih setia membasahi ke dua pipinya.


sungguh ia tak ingin deddy nya mengatakan hal itu. ia berjalan ke arah mommy nya.


" mom katakan pada deddy, aku tidak mau, mom katakan, aku janji tak akan mengulang nya lagi, please help me, I promise mom"isaknya, kali ini ia bener bener berharap mommy nya mau membujuk deddy nya.


" mom katakan sesuatu, aku mohon mom, aku tidak mau" shanum terus menangis dalam dekapan mommy nya.

__ADS_1


" sorry sayang, mom tak bisa mengatakan nya, deddy mu sudah sangat marah terhadap mu, ia benar benar marah dengan sikap mu yang keterlaluan " elma berharap putrinya akan mengerti dengan maksudnya, ia terus mengelus dan mengecup kepala shanum dengan penuh kasih sayang, Dalam hati, sebenarnya ia tidak rela berjauhan dengan putri semata wayangnya.


Baginya, cukup satu kali ke hilangan putri nya, tidak untuk dua kalinya,tapi ia tak mampu berkata apa apa, ia tahu suaminya benar benar kesal dan marah terhadap sikap putri nya ini.


" tidurlah, shanum," elma mengantarkan shanum masuk ke kamar. shanum merebahkan tubuh nya di kasur.


" tidurlah nak, sudahlah jangan menangis lagi, lupakan kejadian ini !" elma berjalan keluar meninggalkan putrinya yang masih terisak.


Shanum membenamkan wajahnya kedalam selimut kesayangan nya, berharap ini semua hanyalah mimpi buruk yang hinggap dalam tidurnya.


Matahari menyelinap di sela sela kamar shanum yang bernuansa toska.Tapi gadis penyuka warna toska ini masih terlelap dalam tidurnya karena ia baru tertidur beberapa jam yang lalu.


"shanum,,," suara lembut elma mengusik ketenangan shanum yang baru saja terlelap


" shanum,, bangunlah nak, ded sudah menunggu mu untuk sarapan" elma mengusap rambut putrinya dengan penuh sayang, ia tahu hari ini adalah hari terakhir putri nya berada di sini,tak tahu kapan ia akan bertemu dengan nya lagi.


shanum menggeliat pelan, ia menatap mommy nya dalam, sesungguh nya ia takut pergi ke bawah, takut deddy nya membahas prihal tadi.


"mom,,, " panggil shanum pelan


" hmmm,," jawab elma yang masih mengusap kepala shanum dengan lembut.


Elma mengangguk pelan,air mata nya mulai menggenang, tak kuasa melihat shanum yang begitu menderita.


" bangunlah shanum, lalu bersiaplah! kita sarapan dulu sebelum berangkat, mom sudah menyiapkan keperluan mu selama di sana " tutur elma sebelum meninggalkan putrinya yang masih terdiam.


Air mata itu kembali jatuh membasahi ke dua pipi shanum, ia berjalan ke kamar mandi dengan gontay, tak tahu harus bagaimana lagi membujuk deddy nya itu.


Di tempat lain, keluarga Kiai ali fatih tampak sibuk, bahkan santri santri beliau juga sibuk membersihkan halaman rumah beliau.


" ummi, siapa sih yang akan datang? kenapa abi begitu antusias, sampai membuat kita semua harus bekerja?" tanya sukainah, air mata yang terus berjatuhan di ke dua pipinya, akibat perihnya mengupas bawang merah.


" sahabat abi Sukainah, beliau dulu yang menyelamatkan yawa abi ketika abi berdakwah di amerika" fatimah menjawab pertanyaan putri semata wayang nya, tak tega melihat putrinya terus mengeluarkan air mata akibat bawang merah, al hasil ia menyuruh putri nya untuk mengaduk agar agar.


" zainab tolong tanyakan pada muhammad, makanan apa yang biasa di makan orang amerika, Ummi takut mereka tidak menyukai makanan indonesia, yang terlalu banyak rempah rempah "

__ADS_1


" baik ummi" zainab pergi ke depan, atas perintah ummi.


" mas kafa,,?" panggil zainab pelan pada suaminya dari belakang tirai.


" ya zainab" kafa berjalan mendekat ke arah tirai


" mas, tolong tanyakan pada muhammad, kata ummi makanan apa yang biasa di makan oleh orang amerika, ummi takut mereka tidak menyukai makanan indonesia, yang terlalu banyak rempah rempah " zainab menjelaskan pada kafa, sama seperti ummi ketika menjelaskanya.


" hmmm," kafa berjalan mendekat ke samping muhammad yang berada di dekat abi.


" ada apa mas kafa ?" tanya muhammad Ketika meliahat mas nya, berada di samping nya.


" ada apa kafa?" kali ini abi yang bertanya pada kafa.


"tidak abi, ummi bertanya pada muhammad, makanan apa yang di sukai sahabat abi itu? ummi takut mereka tidak menyukai makanan indonesia yang terlalu banyak rempah rempah " ujar kafa dengan sopan, kiai ali melihat ke arah tirai, tampak menantunya tengah berdiri di belakangnya.


" hmmm,,,, katakan pada ummi zainab, mereka sudah lama tinggal di negara ini, abi yakin mereka sudah terbiasa makanan sini " seru abi pada zainab, zainab yang mendengar perkataan abinya, langsung saja mengangguk sopan.


" baik abi" jawab nya lembut, lalu kembali ke dapur.


kafa kembali ke tempat nya lagi, dan abi melanjutkan belajarnya yang tertunda beberapa menit lalu.


Walau akan ada tamu, kiai fatih tetap mengajar putra putra dan menantunya, bagi beliau mencari ilmu dan mengamalkan ilmu, tak perlu waktu yang khusus dan tempat yang khusus.


Karena bagi beliau setiap waktu adalah ilmu


Jika kalian ke hilangan waktu yang sangat berharga, maka kalian akan ke hilangan ilmu.


Beliau selalu berpesan pada keluarganya, hargai waktu walau hanya sedetik, jangan kalian lewatkan sia sia, jika kalian tidak ingin di tebas olehnya.


Karena waktu tidak akan bisa di ulang!


Al habib abdullah bin umar assyatiry berkata


Jika kalian hidup di pagi hari jangan pandang sore hari, Begitupun sebaliknya.

__ADS_1


Jika kalian hidup di sore hari jangan pandang pagi hari.


Selamat membaca


__ADS_2