
Tampaknya Adit sudah bersikukuh dengan keputusannya untuk menikahi Lia. Adit berpikir bahwa jika Lia tidak menikah maka oleh ayahnya yang brengsek itu dia hanya akan dijadikan objek penghasil uang. Dan Adit tidak rela juga jika Lia menikah dengan orang lain.Orang yang gila judi seperti Setyo biasanya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. Meskipun itu adalah cara kriminal sekalipun.
" Adit… apa kamu beneran yakin?Kalau gadis itu menolak?"
" Aku yakin dia tidak akan menolakku yah."
Aji pasrah mendengar kemantapan hati sang putra untuk menikah. Sedangkan Doto ia masih sibuk berpikir, apa benar sang bos serius dengan keputusannya untuk menikah. Apalagi selama ini Adit hanya bermain main dengan para wanita. Ada kekhawatiran tersendiri dalam diri Doto. Ia takut Lia hanya akan jadi objek seperti para wanita yang selama ini singgah di kamar Adit.
" Dot… aku tahu kamu tidak percaya padaku. Tapi kali ini aku serius."
" Baiklah bos. Aku harap bos benar kali ini."
Adit kembali ke kamarnya mengambil sebuah koper kecil. Ia terduduk sebentar di ranjang miliknya.
" Aku tahu menikah itu tidak mudah. Melihat bagaimana ayah dulu sungguh aku tidak ingin mengulangi pernikahan yang seperti itu. Semoga apa yang aku putuskan ini jadi jalan terbaik."
Adit keluar kamar dengan membawa koper kecil tersebut.
" Ayo Dot…."
" Kemana bos."
" Ambil uang."
Doto yang paham maksud Adit langsung berdiri dan menyalami Aji lalu mengikuti Adit yang lebih dulu keluar.
Aji menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Ia kembali merenungi nasib pernikahannya. Ada sedikit rasa sesal dalam dirinya saat dulu terlalu cepat menikahi Revina.
Pertemuannya dan Revina tergolong singkat. Mereka bertemu di kantor JD Advertising. Saat itu Revina Angel masih merupakan model baru. Awalnya Aji tidak tertarik, namun Revina lah yang mendekatinya terlebih dahulu. Pertemuan yang intens membuat Aji lama kelamaan luluh. Tidak mau berbuat maksiat, Aji pun mengajak Revina menikah. Entah mengapa Revina langsung setuju namun dengan satu syarat. Mereka menikah secara siri dan tidak ada yang boleh tahu pernikahan mereka.
Aji menyetujui hal tersebut. Kehidupan awal rumah tangga mereka pun berjalan baik. Revina langsung hamil dan ia vakum. Karena saat itu dia belum terkenal maka tidak ada yang menghiraukan hilangnya Revina dari dunia permodelan. Awalnya ia tidak mau mengandung tapi akhirnya Revina mau melahirkan Adit. Setelah memiliki Adit karir bermodel Revina naik pesat. Namanya menjadi salah satu jajaran model kelas atas di kota J. Banyak perusahaan menggunakan dirinya sebagai model iklannya.
Kejayaannya membuat dirinya abai terhadpa putranya. Ia sama sekali tidak menyentuh Adit. Bahkan ia mulai jarang pulang. Lambat laun Aji mengerti bahwa Revina menikahinya hanya untuk bisa memajukan karirnya. Namun Aji seolah olah tidak mengetahui hal tersebut.
__ADS_1
Revina bertahan dengan pernikahannya selama mungkin agar karirnya tidak redup. Namun setelah ia mengenal seorang pria yang menurutnya lebih dari Aji, Revina pun mulai berulah. Ia sering marah marah bahkan membawa pria tersebut ke rumah hingga Adit memergoki sang ibu beradu di ranjang bersama pria tersebut. Akhirnya perpisahan terjadi saat Adit duduk di kelas 2 SMA.
Aji memang sudah menyerah terhadap Revina. Dan memang selama ini Tevina tidak pernah mencintai Aji. Revina hanya memanfaatkan Aji.
" Nak… ayah harap kamu bertemu wanita yang tepat. Ayah tahu kamu selama ini berusaha baik baik saja di depan ayah. Tapi sebenarnya sungguh hatimu dan psikis mu tidak baik baik saja."
🍀🍀🍀
Setyo mendatangi rumah Juragan Karto. Ia merasa tidak akan berhasil membawa Lia jika ia bergerak sendiri. Maka dari itu ia akan meminta bantuan juragan Karto untuk meminjamkan beberapa orangnya agar dapat membawa lihat dengan mudah kehadapan juragan Karto.
"Mana putrimu yang kau janjikan Mengapa kau datang kesini sendirian?"
" Anu juragan...itu .... saya meminta tolong untuk beberapa Bodyguard juragan agar bisa menemani saya saat akan menjemput Lia. Saya yakin Ahmad Putra saya akan mempersulit, karena Ahmad sangat menyayangi adiknya"
Juragan Karto terdiam sesaat. Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Setyo. Dia lalu memanggil beberapa orang bodyguardnya untuk mengikuti Setyo menjemput Lia.
" Baiklah, aku akan meminjamkan 4 orang ku bersamamu. Ingat kau harus bisa membawa putrimu itu. Jika tidak uang 500 juta akan menguap begitu saja."
Juragan Karto tersenyum smirk. Ia mengibaskan tangannya memberi tanda bahwa Setyo harus segera pergi dari sana.
" Sekali dayung dua pulau terlampaui. Jangan khawatir Jelita sayang. Papa akan membuatmu memiliki pria yang bernama Adit itu. Dengan aku menjadikan putri Setyo istriku maka Adit tidak akan bisa melakukan apapun hahahaha."
Rupanya juragan Karto memang sengaja melakukan hal tersebut untuk Jelita. Ia sudah mengetahui jika gadis yang didekati Adit adalah Lia putri Setyo. Hal itu tentu merupakan sesuatu yang mudah. Setyo yang gila judi itu akan menyetujui apapun yang Karto kehendaki jika diberi jaminan uang. Dan itu terbukti. Demi kesenangannya sendiri ia rela menukarkan putrinya dengan uang.
***
Setyo datang ke perusahaan tempat Lia bekerja tepat saat jam pulang kerja. Namun kesialan bagi Setyo karena ternyata Lia sudah pulang dijemput oleh Ahmad.
" Sial… ternyata bocah itu pulang lebih awal. Ayo ikuti sampai ke rumahnya."
Layaknya seorang bos, Setyo memerintah para bodyguard milik Juragan Karto untuk mengikutinya.
Namun karena mereka sudah diperintahkan oleh Juragan Karto maka mereka pun mengikuti perintah Setyo.
__ADS_1
Selain Setyo dan kroco kroco nya yang sedang mengikuti Lia, Agung juga mengikuti Setyo. Dia langsung menghubungi Doto perkembangan terbaru dari pengintaian yang dia lakukan.
" Hallo bos."
" Hallo Gung… gimana, ada kabar apa?"
" Ini bos… orang yang sedang diintai lagi ngikutin cewe dan cowo yang lagi boncengan motor?"
" Oke… ikutin terus, dan jangan lupa kabari."
" Oke bos."
Adit sudah mendengar apa yang dilaporkan Agung karena Doto mengaktifkan loudspeaker di panggilannya.
" Sudah dihitung, berapa jumlahnya?"
" Sudah bos, pas 1 M."
" Bagus… ayo kita beraksi."
Adit dan Doto bergegas menuju dimana Agung mengintai. Adit yakin bahwa itu adalah lokasi menuju rumah Lia yang baru.
Selain uang, Adit juga sudah menyiapkan sebuah cincin untuk ia berikan kepada Lia. Adit tadi membelinya sendiri secara khusus di William Diamond.
" Dot… jangan lupa siapkan pasukan. Jangan sampai bapak laknat itu membuat kerusuhan."
" Siap bos… sudah saya siapkan diarea sekitar rumah Lia. Jadi kalau bapak jahanam itu melakukan aksi, para orang kita sudah siap membasmi."
" Bagus…. Kau memang bisa diandalkan. Dot."
Lia, tunggu aku datang. Aku tidak akan membiarkanmu disakiti oleh siapapun termasuk oleh bapak kandungmu sendiri.
TBC
__ADS_1