Casanova Insaf

Casanova Insaf
C1 27 - Lingerie Merah


__ADS_3

Jam pulang kerja pun tiba. Lia tengah berada di mushola, ia sengaja pergi ke mushola untuk menunggu Adit selesai bekerja. Dan juga untuk menghindari ajakan teman temannya pulang bersama 


" Yaya kamu dimana? Kok di ruang divisi legal tidak ada."


"Aku di mushola mas."


" Ya sudah aku jemput kamu di sana."


Adit yang sudah dilanda kekhawatiran karena Lia tidak ada di ruangannya akhirnya bernafas lega karena istrinya itu ternyata di mushola. Adit pun segera mendatangi Lia setelah menutup sambungan teleponnya.


Lia masih duduk di sana hingga seseorang menepuk punggungnya dari belakang.


" Astagfirullah… bikin kaget aja."


" Maaf, pulang yuk. Aku mau ajak kamu ke rumah ayah. Bilang ke ibu hari ini nginep di rumah ayah ya. Tadi pagi sih aku udah bilang sama ibu."


" Iya mas, tapi kan aku nggak bawa baju ganti untuk malam ini sama besok ke kantor juga."


" Gampang itu mah. Yuk pulang "


Lia mengangguk. Mereka pun berjalan beriringan ke tempat parkir. Adit membukakan pintu mobil untuk Lia. Perlakuan sederhana Adit sukses membuat Lia tersipu.


Kini keduanya berada di mobil dan siap menuju ke rumah ayahnya Adit.


Di tempat lain, Doto dan Bagas sedang dibuat pusing oleh permintaan sang bos. Ya, mereka saat ini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan tepatnya di sebuah toko baju khusus perempuan. Doto dan Bagas mendapat amanah dari Adit untuk mencantikkan baju tidur untuk Lia. 


" Ingat, baju tidurnya itu piyama yang celana panjang dan lengan panjang. Jangan beli baju tidur aneh aneh apa lagi baju tidur ala istri istri dalam novel online."


Doto mengingat pesan dari Adit. Jika memang hanya sekedar piyama maka mereka tidak akan kesulitan 


" Gas… kita langsung ke toko piyama aja. Tuh di sana."


" Siap pak."


Mereka berdua masuk ke sana dan di sapa oleh mbak mbak spg.


" Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?"


" Ini mbak kami mau nyari piyama untuk wanita tingginya kira kira se mbak ini lah tapi yang lengan panjang dan celana panjang." 


Doto memberikan penjelasan seperti apa piyama yang dia inginkan. Mbak spg pun langsung gesit mengambilkannya. Spg tersebut memberikan beberapa warna dan motif.


" Gas… yang mana?"


" Nggak tau pak nggak pernah beli juga."


" Huft… dasar. Ya sudah mbak tolong pilihkan yang sekiranya cocok buat cewek aja. Tolong dua."


" Baik pak tunggu sebentar ya saya bungkuskan. Apakah ada yang lain. Bisa lihat yang di sebelah sana pak. Barangkali untuk istrinya."


Spg tersebut menawarkan model lain. Namun saat Doto dan Bagas mengikuti arah tangan spg tersebut mereka sungguh terkejut.

__ADS_1


" Ya Allah pak Doto itu baju apa saringan tahu. Tipis banget. Apa nggak masuk angin ya kalau dipake?"


" Sttt jangan sembarangan ngomong."


Doto sungguh terkejut, namun kemudian dia mempunyai ide untuk mengerjai bos nya itu.


" Mbak… mbak… boleh deh dibungkuskan itu satu yang warna merah. Untuk model kasih saja yang paling banyak diminati oh iya mbak sama tolong belikan 2 set pakaian dalam wanita."


" Siap pak, untuk ukurannya?"


Doto sejenak terdiam. Ia membayangkan Lia yang badannya tidak besar.


" Tolong size nya M saja mbak."


" Baik pak, tunggu sebentar akan saya siapkan semuanya. Silahkan ke kasir."


Doto menarik Bagas ke kasir. Beberapa pasang mata tampak heran melihat dua pria itu berbelanja pakaian wanita. Mereka pun tersenyum sambil berbisik bisik.


Huft… Doto pun membuang nafasnya kasar.


" Awas saja kau bos. Aseli ini mah bener bener menghancurkan reputasi ku. Pasti mereka berpikir macem macem."


Bagas yang sudah selesai membayar segera menarik Doto.


" Ayo pak buruan pergi, dari tadi kita diliatin. Jangan jangan dikiranya kita belok lagi...hiih amit amit."


Mereka pun segera menuju toko baju khusus pakaian kerja. Kali ini Doto menyurih Bagas untuk membeli sendiri dan dia hanya akan menunggu di luar.


Tak berselang lama apa yang diinginkan oleh Adit pun sudah terpenuhi semua. Kini mereka berdua siap menuju ke rumah bos besar.


"Assalamualaikum, ayah."


" Waalaikum salam, ini…." 


" Saya Lia pak."


" Loooh kok panggil pak, panggil Ayah. Maaf ya nak ayah nggak bisa hadir kemarin. Adit nya nggak jelas. Tapi ayah doakan semoga kalian rukun sampai tua."


" Aamiin."


Aji sangat senang melihat menantunya itu. Wajah Lia yang teduh membuat hati Aji juga merasa nyaman. Aji dapat melihat rasa cinta di mata Adit, namun belum dengan Lia.


Sepertinya kau harus bekerja keras nak untuk meluluhkan hati istrimu. Gumam Aji dalam hati sambil tersenyum.


" Kalian mau bersih bersih badan dulu apa langsung mau makan?"


" Kita ke kamar dulu aja yah bersihin badan."


" Baiklah kalau gitu. Buat dirimu nyaman Lia, anggap rumah sendiri oke."


" Baik Yah, terimakasih."

__ADS_1


Adit lalu membimbing Lia masuk ke kamarnya. Kamar milik Adit tidak terlalu luas tapi memang lebih luas ketimbang kamar milik Lia. Aroma maskulin seketika langsung tercium saat ia memasuki kamar.


" Langsung mau mandi?"


" Mas dulu aja. Aku bingung nggak bawa baju gantinya."


" Oke tunggu baju kamu datang, sebentar lagi sampai. Aku mandi dulu ya. Kamu kalau mau rebahan apa nonton tv silahkan.


Lia mengangguk. Ia pun duduk di sofa yang berada di kamar Adit. Matanya melihat seisi kamar. Semua tampak rapi. Ada beberapa piala dan penghargaan milik Adit selama sekolah dan kuliah. Foto foto Adit bersama Ayahnya dan memang tidak ada satu foto pun milik ibunya. 


Lia tersenyum kecut. Ia merasa kehidupan Adit tidak seperti kelihatannya. Banyak hal yang menyedihkan yang dialami suaminya itu yang dunia luar tidak ketahui.


Lia mengambil sebuah foto, sepertinya foto Adit saat masih kecil. Mungkin seusia sekolah dasar. Adit tampak lucu dengan baju kodok denim dan kaos warna putih ditambah dengan topi bergambar dragon ball. Lia tersenyum melihat foto tersebut.


" Lagi lihat apa?"


Lia sungguh kaget saat Adit berbicara tepat di telinganya.


" Ah,,, ini mas. Kamu lucu banget."


" Ooh ini saat aku umur 8 tahun, waktu itu lagi main ditaman sama ayah."


Tok… tok...tok…


" Ya yah… biar aku saja yang buka pintunya."


Lia mengangguk. Ia kemudian meletakkan kembali foto tersebut kembali di tempatnya semula. Sejenak dia merasa tidak asing dengan foto Adit saat masih kecil tersebut.


" Ada apa mas?"


" Ini baju buat kamu. Kamu mandilah dulu. Ini handuknya."


"Makasih mas. Tapi bentar aku ambil bajunya dulu."


Lia membuka paper bag yang diberikan oleh Adit dan mengeluarkan satu persatu isinya. Lia tersenyum mendapati piyama dengan lengan dan celana panjang. Namun Lia sedikit terkejut ketika di sana ada beberapa set dalam*n wanita. Lia hanya mengulum senyumnya. Entah siapa yang disuruh Adit untuk membeli semua perlengkapan wanita tersebut. 


Lia pun terus mengeluarkan isi paper bag tersebut hingga ia menemukan sesuatu yang menurutnya sangat asing. Ia memang pernah melihatnya sekilas di toko online namun sama sekali belum pernah melihatnya langsung.


" Astagfirullaah…."


Adit yang terkejut mendengar Lia yang sedikit berteriak langsung mendekat ke arah Lia.


" Ada apa Ya?"


" Itu mas.. Siapa yang minta beli baju kayak gitu."


Dengan wajah bingung Adit mengambil baju yang ditunjuk Lia dari dalam paperbag dan membukanya.


Jreng…. 


Sebuah lingerie warna merah yang sangat seksi dan transparan ada ditangan Adit saat ini. Seketika ia tahu bahwa dirinya telah dikerjai oleh sang asisten.

__ADS_1


" Dotoo….!!!!!!!"


TBC


__ADS_2