
Beberapa hari berlalu tanpa ada sesuatu hal yang buruk terjadi. Jelita juga tidak melakukan pergerakan apapun. Dan hari ini adalah hari di mana Lia dan Adit untuk mendaftarkan pernikahan mereka di KUA.
Adit yang tadinya hendak marah dengan Doto karena kelakuannya tempo hari akhirnya urung juga. Semua karena Lia yang sudah mewanti wanti nya untuk tidak memarahi Doto. Lagi pula Doto telah melakukan banyak pekerjaan yang baik.
Sedari pagi semuanya telah bersiap. Mereka semua berdoa agar hari ini berjalan dengan lancar tanpa suatu hambatan apapun. Dan semua atas kerja keras Doto.
Setyo pun juga sudah berdiri di lingkungan sekitar rumah Lia. Dia sudah mengintai dari tadi dan bersiap untuk mendatangi Lia.Namun saat melihat Adit di sana Setyo geram. Pasalnya ini tidak akan mudah.
" Sialan… bocah itu sudah ada di rumah Lia."
Namun tekad Setyo sudah bulat dia akan menarik paksa Lia. Dia bahkan tidak sadar beberapa pasang mata telah mengawasinya.
" Lapor bos bapak durhakim itu sedang mengintai rumah nyonya bos besar."
" Terus awasi, jika dia macam macam langsung sergap dan bawa ke kantor polisi. Berikan semua bukti bukti kejahatannya."
" Asyiaappp booos…"
Doto yang mendapat laporan dari Agung, seketika juga langsung mensterilkan rumah serta mobil. Jangan sampai ada yang miss. Ia tidak ingin momen bahagia sang bos ada yang mengganggunya.
Jangan harap kalian para cacing kremi dapat merusak acara bosku. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Doto bergumam sambil menunggu sang bos dan nyonya bos nya bersiap.
Adit tengah menunggu dengan cemas. Dari mulai habis subuh tadi Lia sudah di rias namun belum juga selesai sampai waktu sudah menunjukkan pukul 7 tepat.
Adit terus menggoyang goyangkan kakinya. Aji yang melihat sang putra sangat gelisah segera menghentikan kaki Adit yang terus bergerak tersebut dengan menyentuhnya.
“ Tenanglah, istrimu sebentar lagi selesai.”
Ceklek….
Pintu kamar Lia di buka. Dari sana keluarlah Lia dengan riasan natural yang membuat gadis itu semakin cantik.
Lia mengenakan gaun muslimah panjang warna nude dengan hijab warna senada yang dijuntaikan menutupi dada. Busana yang tidak berlebihan namun malah tampak cantik dan elegan.
Adit terpana melihat tampilan Lia yang lain dari pada biasanya. Lia yang sehari hari ia lihat hanya bermake up tipis kini terlihat begitu cantik dengan make up natural. Wajah nya tampak segar dan bersinar.
“ Jangan bengong. Ayo gandeng istrimu, kita harus segera berangkat.”
__ADS_1
Aji menyadarkan Adit yang tengah terpesona kepada Lia.
“ Eh…… iya yah.”
Adit menghampiri Lia lalu meraih tangan kecil istrinya itu dan membawanya ke mobil. Adit dan Lia akan berada di satu mobil sedangkan Aji, Ahmad, dan Widya akan berada di mobil yang lain.
" Apa kamu gugup mas?"
" Iya… sangat."
Lia tersenyum melihat wajah Adit yang terlihat pucat dan keringat yang keluar dari pori pori wajahnya. Lia mengambil sebuat tisu dan mengelap wajah sang suami.
" Bismillaah, tenang mas."
" Iya… Bismillaah."
Mereka berangkat ke KUA tanpa ada gangguan sama sekali. karena gangguannya sudah dibereskan oleh Agung.
Tadi saat melihat Adit dan Lia keluar dari rumah, sebenarnya Setyo hendak berlari menghampiri Lia. Namun Agung dan orang orangnya berhasil mengamankan Setyo. Setyo lnagsung disergap saat itu juga.
“ Brengsek……. siapa kalian. Jangan ikut campur dengan urusanku!!”
“ Ho….Ho…..Ho…. tidak semudah itu Ferguso. Siapa yang mau mengganggu bosa kami maka akan menjadi urusan kami. Enak saja kamu mau merusak hari bahagia Bos dan Nyonya bos. Anak-anak… ayo bawa bapak durhakim ini ke kantor polisi. Biar dia tobat di sana.”
“ Halaah….. memangnya aku percaya dengan mulut busuk mu, cepat bawa dia. Serahkan bersama barang buktinya. Aku akan menyusul Bos. Ingat jangan sampai lepas. Kalau lepas kalian yang akan ku cincang”
“ Siap!!”
Anak buah Agung pun membawa Setyo ke kantor polisi dengan sedikit menyeret paksa karena Setyo terus memberontak dengan berteriak. Mereka pun terpaksa membungkam mulut Setyo agar bisa menuju kantor polisi dengan lancar.
🍀🍀🍀
Hanya butuh satu jam, rombongan pengantin itu sudah sampai di gedung KUA. Meskipun sebelumnya Adit sudah mengucapkan ijab qobul namun kali ini ia malah terlihat sangat gugup.
Huft…… hah….. berkali kali Adit membuang nafasnya dengan kasar. Lia yang melihat suaminya begitu tegang langsung menggenggam tangannya dan tersenyum.
“ Mas, apakah sangat gugup?”
Adit hanya mengangguk, ia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun saat ini. Lidahnya terasa kelu.
__ADS_1
Pria yang terlihat gagah dengan tuxedo warna hitam itu sungguh dilanda kegugupan yang luar biasa.
“ Haishhh kenapa gugup sekali. Lebih gugup ketimbang nemuin klien berkepala batu yang sulit dihadapi. Perasaan kemarin saat mengucapkan kata Akad di rumah Lia tidak segugup ini.” Adit bergumam dalam hatinya.
Pihak KUA sudah memanggil mereka untuk melaksanakan ijab qobul. ahmad sebagai wali dari Lia pun juga terlihat tegang. widya menyentuh bahu putranya dengan lembut untuk menenangkan.
“ Jangan gugup, lakukanlah dengan baik nak. dan doakan kebahagiaan adikmu.”
“ Iya bu.”
Tes…. air mata Ahmad jauh, namun ia langsung menghapusnya. Ia menatap adik kecil dihadapannya tengah tersenyum. Adik kecilnya yang amat disayanginya kini sudah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita canyik dan sudah menjadi Istri orang. Ahmad berdoa semoga Adit adalah orang yang tepat untuk Lia.
“ Apakah sudah siap semuanya? Jika iya mari kita laksanakan.”
Pak penghulu membiarkan Ahmad untuk mengijabkan adiknya. Ahmad menjabat tangan Adit dengan kencang dan dengan sekali tarikan nafas Adit berhasil mengucapkan kalimat ijab qobul dengan lancar.
“ Sah……!!!”
Kini keduanya telah resmi dan sah menjadi suami istri baik secara agama maupun negara. Lantunan doa dipanjatkan. Lia mencium punggung tangan Adit dan adit mencium kening Lia sedikit lebih lama.
Air mata Adit keluar begitu saja tanpa permisi. Ia sungguh bahagia, mungkin ini lah akhir dari petualangannya. Sungguh dalam hati Adit berdoa agar pernikahannya selalu bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan dengan sakinah, mawadah, dan warohmah.
Lia juga menangis haru, ia tidak akan menyangka akan menikah secepat ini. Namun terbesit doa dalam hatinya, semoga adit adalah laki laki yang memang Allah pilihkan untuknya terlepas dari semua masa lalunya. Lia memiliki keyakinan Adit akan menjadi suami dan imam yang baik untuk dirinya.
🍀🍀🍀
Pernikahan Adit benar benar ditutupi sangat rapat. Bahkan teman teman di divisi pun tidak bisa mengetahuinya. Jangankan mereka, Rama dan Sita saja tidak tahu. Adit dan Lia sepakat menyembunyikan pernikahan mereka untuk sementara ini karena beberapa hal yang harus mereka selesaikan. Dan Aji, Ahmad serta Widya pun hanya bisa menyetujui apa yang kedua putra putri mereka rencanakan.
Mulai dari permasalahan Setyo dan tentunya Jelita serta juragan Karto.
Semalam Adit sudah menerima laporan dari Doto bahwasannya Juragan Karto adalah ayah dari Jelita. Dan Juragan Karto ini merupakan seorang rentenir yang gemar sekali mengambil aset aset dari orang yang diberi hutang oleh nya.
Dealer mobil mewah yang dimilikinya hanyalah sebuah kamuflase untuk menutupi bisnis utamanya. Bahkan Juragan Karto pun memiliki rumah bordil yang disamarkan menjadi tempat olahraga atau tempat kebugaran.
Adit meminta Doto untuk terus mengawasi dan mencari bukti bukti kejahatan Juragan Karto serta hal hal yang dilakukan Jelita juga.
Tapi sepertinya Adit lupa bahwa wanita yang berhubungan dengannya bukan hanya Jelita ataupun Cellica. Wanita tersebut pun kini tampak geram dengan senyum Adit yang amat mengembang saat menggandeng tangan Lia yang sekarang menjadi istri sah nya.
Wanita itu bahkan sampai memukul kemudi mobilnya saking marahnya.
__ADS_1
" Sial.. Awas kau Adit. Berani beraninya kau mempermainkanku. Akan ku buat kau menderita."
TBC