Casanova Insaf

Casanova Insaf
CI 42. Casanova Insaf ( FINAL)


__ADS_3

Doto meminta Adit untuk menyampaikan sedikit speech di acara yang mereka buat. Beberapa orang nampak berbisik. Apalagi rekan se tim Lia.


" Ya Allaah, itu beneran Lia. MasyaaAllaah Lia cantik banget. Alhamdulillaah ikut seneng Lia dapat Pak Adit meskipun kita nggak tahu ya guys."


" Bener banget Des, Lia anak baik. Aku juga ikut seneng. Lia emang selalu tertutup. Doi jarang banget mau cerita soal urusan pribadinya. Bener kan Mam."


" Iya njar, Des, alhamdulillaah teman kita menemukan pendamping hidupnya. Suka kasian ngeliat Lia suka di jahatin sama bapaknya. Divisi kita keren ya guys. Ketua tim kita Bu Sita istrinya big bos JD Grub, terus Lia jadi istrinya bos JD Advertising. Kira kira kamu bakalan dapat bos mana Des?"


Desi memutar bola matanya dengan malas mendengar ucapan Imam. Ketiga nya meskipun mereka terkejut namun mereka turut bahagia atas pernikahan Lia.


Mereka sungguh senang karena teman mereka akhirnya menemukan kebahagiaannya. Mereka bertiga cukup tahu perbuatan bapaknya Lia yang suka kasar terhadap Lia. Namun mereka memilih diam karena Lia juga tidak suka menceritakannya.


" Istriku, Amelia Salsabila… Terimakasih. Terimakasih telah mau menerimaku yang buruk ini. Terimakasih telah banyak memberikan ku pengertian, ketenangan, dan kembali kepada jalan yang diridhoi oleh Allaah. Aku berharap kita akan bisa saling mencintai karena -Nya. Ingatkan aku jika aku salah, rangkul lah aku jika aku terjatuh dan mari kita bawa bahtera rumah tangga kita menuju cinta-Nya. Yaya,  aku mencintaimu hari ini, esok , dan seterusnya atas restu Allaah."


Lia terisak terharu dengan ungkapan sang suami. Dia baru menyadari Adit begitu mencintainya.


Lia pun mengucapkan terimakasih melalui gerakan bibir saja namun Adit dapat mendengar apa yang diungkapkan istrinya itu. Semua karyawan terharu, tak terkecuali seorang wanita paruh baya yang saat ini berada di luar hall perusahaan.


Ya Revina Angel, dia mendengar semua ungkapan cinta putranya itu terhadap istrinya. Baru kali ini ia merasakan begitu sakit di hatinya. Pada hari bahagia sang putra, Revina sama sekali tidak diberi tahu. Namun dia hanya pasrah. Dia sudah tidak bisa mengharapkan kasih sayang sang putra. 


Mungkin inilah hasil dari apa yang dia tanam. Ketenaran tidak bisa menolongnya, pria yang diharapkan juga meninggalkannya. Revina kini menangis sendiri, menyesal sudah percuma. Semua tidak akan kembali lagi. Wanita paruh baya itu pun pergi meninggalkan hall tersebut dengan buliran air mata yang terus berjatuhan.


" Rev …."


Mendengar namanya dipanggil Revina menghentikan langkahnya. Ia lalu membalikkan badan.


" Aji…"


" Kau tidak masuk?"


" Tidak, aku melihatnya dari jauh sudah cukup. Aku senang dia mendapatkan wanita yang soleha. Lagipula aku hanya diizinkan sebentar saja."


" Baiklah Rev, bertaubatlah. Hiduplah dengan benar, kembalilah ke jalan yang diridhoi Allah."

__ADS_1


Revina mengangguk lalu berbalik dan pergi.


" Andai ku bisa memutar waktu Aji, aku akan memilih setia padamu."


Di dalam Hall semua karyawan memberikan selamat kepada kedua mempelai. Hari ini Adit meliburkan karyawan dari semua pekerjaan dan membiarkan mereka menikmati hari mereka di hall.


***


Adit dan Lia kembali ke rumah mereka. Keduanya terlihat begitu lelah.


" Apakah capek sayang."


" He em… lumayan mas. Ternyata karyawan JD Advertising sangat banyak."


" Hahahah… apakah kau baru tahu."


Lia hanya tersenyum, ia segera menuju kamar mandi untuk berganti pakaian dan membersihkan  tubuh. Namu Lia kesulitan membuka gaunnya.


" Mas…."


" Tolongin buka resleting, tangan Yaya nggak sampai."


" I'm coming."


Adit segera berjalan menuju ke kamar mandi, ia masuk dan membantu Lia membuka resleting dari gaun yang ia kenakan. Namun bukan Adit namanya kalau tidak mengambil kesempatan.


" Sayang… tamunya sudah selesai kan."


" Eh… mas…."


Belum sempat Lia menyelesaikan kalimatnya bibirnya sudah diraup oleh Adit. Dan apa yang diinginkan Adit pun terjadi di kamar mandi.


Adit pun menggendong Lia menuju ke ranjang mereka. Ia mengambil pengering rambut untuk mengeringkan rambut panjang sang istri.

__ADS_1


Setelah berganti baju keduanya berbaring bersama di ranjang. Adit menggunakan lengannya sebagai bantal untuk istrinya.


" Maaf sayang atas yang tadi."


" Sudah lewat mas."


" Hahahaha, sayang bolehkah aku mengatakan sesuatu. Tapi kamu jangan marah."


Lia mengangguk ia menatap wajah sang suami. Lia benar benar baru menyadari suaminya itu begitu tampan.


" Aku memang sangat bejat dan brengsek sayang dan aku baru merasakan nikmat yang luar biasa hanya dengan mu. Mungkin karena kita halal dan apa yang kita lakukan adalah ibadah. Semua yang ada pada tubuhmu menjadi candu untukku. Ini… ini… ini… dan ini… Semua adalah milikku. Dan ini… Dia milik mu seutuhnya."


" Jadi apakah sang Casanova sudah insaf?"


Lia dan Adit tertawa bersama. Mereka saling mengutarakan cinta mereka satu sama lain. Keduanya sama sama bersyukur karena mendapatkan satu sama lain.


" Semoga pernikahan kita satu untuk selamanya dan menjadi sakinah, mawadah, warohmah."


...SELESAI...


Akhirnya babang Adit finish juga ya teman teman. Alhamdulillah.. Jika ada yang bertanya kok cuma sebentar Tor, otor jawab ya, ini memang fokusnya hanya Adit yang insaf dari seorang pria yang suka bermain wanita. Konflik utamanya hanya itu dan terselesaikan saat Adit bertemu dengan Lia.


Kenapa tidak otor panjangin? ya karena konflik sudah selesai. Kalau dipanjangin lagi takutnya malah muter muter kayak sinet indo heheh dan pastinya akan keluar dari tema utamanya.


Jika ada yang bilang kesannya terburu buru, memang novel otor semuanya khas nya begitu. Opening, konflik, *******, anti ******* atau penyelesaian dan ending.


Sekali lagi othor ucapkan banyak terimakasih kepada Readers kesayangan author yang selalu mendukung karya author. Othor menyadari akan ada yang tidak puas dengan karya othor. Namun tidak mengapa, author sadar dengan kemampuan othor yang tidak bisa memuaskan semua pembaca.


Terimakasih atas dukungannya, sampai jumpa di karya author yang lain.


Matursuwun. 


Salam

__ADS_1


Author IAS


__ADS_2