
Keesokan paginya Adit sudah berada di ruangan presdir miliknya. Wajah Adit begitu kusut. Ia benar benar berada di mood yang buruk. Sedangkan Lia, ia sudah berada di ruangannya sambil menelungkupkan kepalanya.
" Astagfirullah Lia… Sejak kapan kamu datang. Sungguh bikin aku terkejut."
Desi yang baru saja datang sungguh terkejut melihat rekan satu kantornya itu. Desi lalu duduk di cubicle miliknya menaruh tasnya dan menatap sang teman.
" Kamu kenapa lemes gitu."
" Huft… aku nggak apa apa Des. Hanya semalam nggak bisa tidur aja?"
" Kenapa, ada masalah?"
" Eh… nggak kok… cuma lagi nggak bisa tidur aja. Hehehe."
Lia tertawa kikuk. Tidak mungkin dia menceritakan aktivitas malamnya kepada sang teman.
Ya malam tadi Lia dan Adit mencoba untuk melakukan malam pengantin mereka kembali. Namun saat semua sudah siap lagi lagi si joni lemas. Padahal tadinya si joni sudah berdiri gagah dan siap tempur. Tapi saat berhadapan dengan goa lembab dan basah si jon kembali mengibarkan bendera putih. Dia menyerah sebelum berhasil membobol gawang.
Mereka bahkan melakukan berkali kali namun tetap saja saat eksekusi akhir selalu gagal.
Huft…. Lia membuang nafasnya kasar. Ia bahkan sampai mencari referensi bagaimana cara menyenangkan suami. Seketika Lia teringat dengan lingerie yang dibelikan Doto waktu itu.
" Aah… sepertinya aku membawanya ke rumah batu. Nanti malam aku akan coba pakai. Siapa tahu berhasil."
Lia bergumam pelan dan tersenyum simpul. Namun segera ia fokus kembali dengan pekerjaannya. Ia takut jika ditanya lagi oleh Desi.
***
Di ruangannya Adit yang tengah bad mood benar benar menguji kesabaran sang asisten. Doto berkali kali jadi sasaran amukan Adit. Yang kopinya kurang gula lah, yang tidak panas lah. Yang AC nya tidak berasa lah, pokoknya banyak lah lah yang lain yang membuat Doto akhirnya naik pitam.
" Bos!!! Kamu kenapa sih. Kalau kurang jatah, keselnya jangan di bawa kesini dong."
Blugh…. Adit melempar sebuah file dokumen ke wajah Doto. Beruntung Doto sigap sehingga file dokumen tersebut bisa ditangkap dengan mudah.
" Bos… kenapa sih? Coba cerita sama AA Doto."
" Haish… aku lagi bingung banget Dot."
Adit akhirnya membuka mulutnya. Ia mencoba bercerita kepada Doto. Siapa tahu Doto mempunyai jalan keluarnya.
" Kenapa emang Bos."
" Gini Dot, aku kan semalam mau itu sama Lia. Tapi setiap pedangku mau meluncur ke sarungnya tiba tiba doi lemes Dot."
" Hahhaha… bohong aja si bos mah."
" Dot… ini serius. Aku nggak bohong. Aku udah nyoba semalaman tapi setiap doi berhadapan dengan gawangnya nggak pernah bisa masuk. Boro boro masuk lha wong dia langsung lemes Dot. Huft…. Aku jadi merasa bersalah sama Lia."
Doto terdiam sejenak. Adit si casanova tidak mungkin tiba tiba itu nya nggak bisa dipakai alias impoten. Tapi Doto tiba tiba punya pemikiran aneh.
" Bos… Maaf nih ya bos. Maaf banget. Jangan marah. Jangan jangan ini karmanya bos. Dulu bos sering banget celap celup ke banyak lobang dimana lobang tersebut adahal haram bagi bos. Nah sekarang bos lagi dihukum sama Allah, ada yang halal tapi nggak bisa Bos celupin."
__ADS_1
Adit menyimak setiap kata yang diucapkan Doto. Ia menyadari kesalahan yang diperbuat. Dalam hati Adit mengakui semua perbuatan bejatnya.
Adit tergugu, air matanya seketika keluar. Adit sesenggukan mengingat perbuatannya dulu. Doto merasa iba dengan sang bos. Ia pun mengusap punggung Adit untuk menenangkan.
" Bos… bos coba sholat taubat. Terus bos memohon ampun dengan benar."
" Makasih Dot sarannya. Bismillah."
Doto tersenyum, ia sangat bersyukur Adit benar benar mau bertaubat.
" Oh iya bagaimana juragan Karto apa kamu sudah dapat buktinya?"
" Belum banyak bos susah. Sebenarnya aku minta tolong Mr. Sun buat nyari tambahan bukti."
Adit terdiam mendengar nama Mr. Sun disebut. Identitas lain dari sang keponakan itu memang luar biasa terkenal di dunia hacker.
" Ehm… Baiklah kalau begitu. Bayar saja berapapun yang dia minta."
Doto menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Tapi bos."
" Tapi kenapa?"
" Entah mengapa dia nggak mau dibayar."
Huft…
Adit membuang nafasnya kasar. Pasti Kai tahu bahwa dirinya memang membutuhkan informasi itu.
Ketika Doto meminta bantuannya. Kai langsung paham bahwa sebenarnya Adit tengah membutuhkan informasi tersebut untuk menolong Lia. Lagian Juragan Karto memang banyak melanggar hukum. Dan orang seperti itu harus di bereskan
" Ya sudah Dot, terima saja. Semoga segera mendapatkan bukti kejahatan Juragan Karto agar bisa segera kita lempar ke jeruji besi "
" Siap bos."
🍀🍀🍀
Dua wanita cantik dengan pakaian seksi nya telah menunggu di depan kediaman Adit. Mereka siap melancarkan aksinya.
" Ingat ya, kamu harus benar benar menangis agar Adit percaya."
Jelita sang sutradara tengah memberi arahan kepada artisnya. Mereka berdua benar benar menyiapkan drama ini dengan begitu matang.
" Iya aku tahu. Nih aku udah bawa obat tetes mata untuk memperkuat akting menangis ku."
Sang bidak catur yang tidak tahu bahwa dirinya hanya diperalat pun menyiapkan semuanya sebaik mungkin.
Tawa renyah keluar dari bibir merah mereka. Keduanya sibuk dengan khayalan masing masing tentang apa yang akan terjadi nanti.
" Aku yakin wanita kampung itu akan meninggalkan Adit waktu itu juga." Batin Jelita.
" Heh… lihat saja laki laki busuk. Aku pasti akan membuatmu menangis sengsara karena ditinggalkan orang yang kau cintai hahahah." Batin Selena.
__ADS_1
Dari kejauhan Adit yang melihat kedua wanita seksi mantan partner ranjangnya itu seketika menghentikan mobilnya.
Ckiiiit….
" Ada apa mas, kok ngerem mendadak?"
" Maaf sayang. Itu…"
Adit mengarahkan matanya kepada dua wanita seksi yang berada di depan rumah nya.
" Astagfirullaah… ya Allaah… mau apa lagi itu dua bebek di sini. Dari mana mereka tahu coba rumah kita."
Lia sedikit mengerutkan keningnya. Satu diantaranya sering ia lihat datang ke perusahaan.
" Mas yang satu bukannya sering ke kantor ya."
Adit mengangguk pasrah. Bahkan Lia pun mengenali Jelita.
" Mas Adit masih berhubungan dengan mereka?"
Adit menggeleng keras, " Sumpah demi Allaah, setelah ikrar suci pernikahan kita aku tidak pernah sekalipun berhubungan dengan wanita manapun."
" Baguslah kalau begitu. Ya sudah mari kita hadapi."
" Jangan sayang, aku takut kamu diapa apain mereka."
Lia tersenyum. Ia kemudian meraih tangan Adit dan menciumnya.
" Kan ada suamiku, mengapa harus takut."
Adit bangga dengan kata kata Lia. Lia begitu memercayainya. Adit pun kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumah mereka.
Ckiiit….
Adit menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah. Sepasang suami istri itu keluar dari mobil bersama lalu berjalan bergandengan saling mengaitkan jari jari mereka. Jelita dan Selena sungguh merasa geram. Kedua wanita seksi itu dilanda cemburu melihat perlakuan manis Adit.
" Sttt fokus… Ayok mulai." Jelita menyenggol bahu Selena pelan. Selena pun mengangguk paham.
" Hiks… hiks… Adit.. Aku ...Aku… ha…"
" Maaf mbak mbak… Sebaiknya kita bicara di dalam saja ya. Mari silahkan masuk. Tidka enak ngobrol sambil berdiri. Di depan pintu lagi. Nanti dikiranya saya orang yang pelit karena tidak mempersilahkan tamu masuk."
Bukannya marah ada wanita lain yang mencari suaminya, Lia malah meminta dua wanita itu masuk ke rumah. Jelita dan Selena sungguh terkejut sama halnya dengan Adit.
" Sayang… tapi…"
" Nggak apa apa mas… tamu nggak baik dibiarkan berdiri di depan pintu. Mari mbak mbak silahkan masuk."
Mau tidak mau Selena dan Jelita ikut masuk. Mereka berdua saling pandang. Keduanya sama sama bertanya dalam hati, ada rencana apa wanita kampungan ini?
TBC
__ADS_1