Casanova Insaf

Casanova Insaf
CI 25 - Adit Mulai Berubah


__ADS_3

Jelita memasuki kamarnya dan bersiap siap untuk menemui Adit. Jelita tidak peduli dengan status Adit yang sudah menikah. Ia beranggapan  bahwa banyak orang yang sudah menikah bertahun tahun saja bisa bercerai padahal awalnya mereka saling mencintai.  


Apalagi ini Adit yang ia kenal sangat senang bergonta ganti partner ranjang. Jelita meyakini bahwa Adit menikahi Lia juga hanya karena menginginkan tubuh gadis itu. Jelita masih mempercayai Adit pasti akan membuang Lia jika Adit sudah bosan.


Jalita tersenyum devil. Ia akan mendatangi perusahaan Adit. Ia akan merayu Adit lagi.


" Lihat saja, Adit pasti akan tergoda melihatku. Siapa pria yang menolak tubuh seksi ku ini. Lihatlah bokongku yang sintal, dan… dadaku yang besar. Para pria menyukai bentuk tubuh sepertiku. Dan aku yakin Adit akan kembali menyentuhku."


Jelita mematut matut tubuhnya di cermin. Ia memakai atasan model kemben sehingga memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Sedangkan bawahannya ia mengenakan rok sepanjang paha sehingga membuat kaki jenjangnya tampak sempurna. Ya Jelita memanglah wanita yang cantik dan seksi. Sebenarnya Adit juga bukanlah pria pertama yang merasakan tubuhnya.


Perilaku Jelita tidak seindah namanya. Sebelum bertemu dengan Adit Jelita pernah berhubungan dengan beberapa pria. Namun memang setelah berhubungan dengan Adit, Jelita berhenti bermain. Ia menjadikan Adit sebagai pelabuhan terakhirnya. Namun seperti yang sudah diketahui Adit menolak dirinya.


" Baiklah sempurna. Oh iya, pakai cardigan saja agar menutupi bahu seksiku dari pria pria mata keranjang. Tubuhku hanya untuk Adit seorang."


Jelita kemudian melenggang keluar kamar dengan langkah pasti menuju JD Advertising untuk menemui Adit. 


🍀🍀🍀


Jam makan siang di perusahaan di JD Advertising sedang berlangsung. Semua karyawan menuju kantin tidak terkecuali Lia dan teman satu tim nya bersama sang ketua tim mereka tentunya.


" Bu Sita kali ini mau makan apa?" Tanya Anjar.


" Apa aja yang kalian makan aku mau. Masing masing seporsi yak?"


" Bu triplet makannya banyak amat." Ceguk Desi


" Kan semuanya jadi 4 porsi Des. Triplet satu satu ditambah bu Sita satu jadinya 4."


" Betul… Lia memang pintar."


Semua tertawa melihat kekonyolan bos divisi mereka ini. Ya saat ini ketua tim divisi legal sekaligus istri big bos tengah hamil. Usia kehamilan 6 bulan tersebut sudah tampak seperti 8 bulan karena kehamilan kembar 3.


Lia mengusap usap perut Sita. Hal tersebut ternyata dilihat oleh Adit yang kebetulan baru masuk ke kantin untuk makan siang juga.


Adit yang datang bersama Doto mengambil meja agak jauh dari tim legal. Adit mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Lia. Ia menuliskan sebuah pesan untuk Lia.


Apakah kamu ingin seperti mbak Sita ( Adit)


Tring… Lia melihat ponselnya yang berbunyi. Disana tertulis nama Adit yang mengirim pesan. Ia pun membacanya.


Maksud mas Adit apa? Seperti bu Sita yang bagaimana? ( Lia)


Itu, perutnya besar. Aku bisa membuat perutmu besar juga (Adit)


 Mas….(Lia)

__ADS_1


Hahahah maaf, bercanda habisnya kamu seneng banget ngusap usap perut Mbak Sita (Adit)


Lia memasukkan ponselnya kembali di saku rok nya. Lalu kembali fokus ke makanannya. Sedangkan Adit bukannya makan tapi ia malah melihat Lia yang sedang makan dari kejauhan. Doto yang melihat tingkah Adit hanya geleng geleng kepala.


" Bos… makan. Bos nggak akan kenyang hanya dengan melihat Lia makan."


" Huft… kau merusak kesenanganku Dot."


" Woouw, sejak kapan kesenangan bos casanova ku ini beralih hanya dengan menatap seorang wanita makan bukan lagi memakan wanita itu."


Slup….


Adit menyendokkan nasi soto kedalam mulut Doto sehingga membuat Doto diam.


" Diam dan makanlah!"


Doto hanya mengangguk lalu kembali menikmati makan siangnya. Ia acuh saat Adit tak kunjung memakan makan siangnya hingga Lia beserta teman temannya pergi dari kantin.


" Sudah kenyang bos?"


" Kenyang kepalamu, makan aja belum. Kenyang dari mana."


" Oh kirain setelah puas memandangi sang istri makan jadi ikutan kenyang."


" Dot… semakin lama kamu semakin banyak bicara. Huft… Sepertinya aku akan meminta mas Rama memindahkan ke pelosok pulau Kalimantan agar kamu bisa lebih pendiam. Tidak apa aku cari asisten yang lain."


Doto pun menutup rapat mulutnya dan membuat gerakan mengunci mulut. Adit lalu meneruskan makan siang yang belum disentuh sama sekali karena sedari tadi terus fokus melihat sang istri.


***


Acara makan siang Adit yang menurutnya adalah makan siang terindah pun usai. Doto pikir Adit akan kembali ke ruangannya, tapi ternyata dia salah. Doto sedikit terkejut melihat arah jalan Adit. Pasalnya Adit berjalan menuju ke mushola.


" Apakah bos mau ke mushola, tapi mau ngapain? Masa solat sih?" Doto bergumam pelan.


Benar dugaan Doto, Adit menuju ke mushola. Sang bos casanova tersebut duduk dan melepas sepatunya lalu berjalan ke tempat wudhu. Adit mengambil air wudhu lalu masuk ke mushola melakukan sholat zuhur.


" Astagfirullah… eh maksudku masyaallah bos… Alhamdulillah udah tobat ya Allah. Si bos udah insaf. Sang casanova akhirnya insaf juga setelah ketemu pawangnya." Ucap Doto senang.


Bukan hanya Doto yang terkejut. Para karyawan yang melihat Adit, mereka pun ikut terkejut. Selama ini Adit mana pernah menginjakkan kakinya ke mushola. Perginya Adit ke mushola kali ini sungguh membuat heboh seluruh JD Advertising. Berita itu pun langsung menyebar, namun Adit cuek. Seperti sifat aslinya kepada karyawannya Adit memang terkenal dingin, datar, dan cuek.


Bisik-bisik tetangga itu pun langsung memenuhi seluruh perusahaan. Hingga kabar Adik pergi ke mushola terdengar ke telinga divisi legal.


" Woaah… Ada angin apa pak bos sholat."


" Mungkin pak bos udah tobat."

__ADS_1


" Alhamdulillaah kalau gitu, semoga jangan tobat sambel deh."


Desi, Anjar, dan Iman sangat heboh membicarakan Adit. Namun tidak dengan Lia, ia tidak memberikan komentar apapun. Lia hanya tersenyum kecil sambil melanjutkan pekerjaannya. Sita merasa ada yang berbeda dengan Lia namun Sita tidak mau ambil pusing. Sita senang kalau Adit memang sudah berubah. Itu baik untuknya dan semoga Adit akan selalu menjadi lebih baik lagi.


Dalam hati Lia sungguh bersyukur Adit mau menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Ia sebenarnya tidak mau berekspektasi lebih. Namun dengan Adit mau menjalankan sholat, Lia mulai sedikit percaya bahwa suaminya itu benar benar sedang berusaha untuk berubah.


" Alhamdulillah, mas Adit memang mau berubah. Semoga kamu benar benar berubah mas, dan semoga Allaah menerima tobat mu. Aku akan selalu mendukungmu."


*** 


Adit kembali ke ruangannya namun sampai di depan pintunya Bagas terlebih dulu menghadang.


" Ada apa Gas?"


" Itu pak bos. Ada mbak Jelita di sini."


" Astagfirullaah… ulet bulu. Ngapain lagi dia disini. Dot kau handle itu ulet bulu ya. Aku nggak mau ngadepin Dia. Ntar Lia salah paham lagi."


Huft…. Doto membuang nafasnya kasar. Sepertinya ini akan sedikit sulit. Bosnya tidak bisa menghindari masalah terus. Doto pun memberi masukan kepada Adit.


" Bos… jangan dihindari terus. Lebih baik dihadapi. Dia nggak akan berhenti ngejar bos kalau bos nggak tegas sama dia."


Adit terdiam, ia membenarkan ucapan Doto.


" Oke… tapi kalian berdua temenin aku ya. Biar nggak ada fitnah dan kalian bisa jadi saksi untukku."


" Siap….!!!" Jawab Doto dan Bagas bersamaan.


Doto tersenyum dalam hatinya sungguh mengucap syukur.


" Alhamdulillaah, bos sepertinya benar benar berubah. Dulu setiap cewek datang mah langsung dimakan. Ini pake minta ditemenin takut kena fitnah. Lia.. Kamu keren bisa membuat bos berubah secepat ini. Semoga bos selalu dilindungi Allah dan pernikahan bos bersama Lia bisa langgeng. Aamiin."


Ceklek…


Jelita tersenyum senang mendengar suara pintu dibuka. Ia mengambil kesimpulan Adit sudah kembali dari istirahatnya. Namun rona bahagia itu seketika berubah menjadi muram saat Adit masuk bersama Doto dan Bagas.


" Adit… mengapa mereka ikut masuk??"


" Memangnya apa salahnya. Apa yang kamu ingin inginkan memang."


" Aku hanya ingin berdua denganmu seperti dulu itu saja."


" Maaf Jelita, lita tidak bisa seperti dulu. Aku sudah menikah. Dan sebaiknya kau tinggalkan ruangan ku oh iya.. Jangan pernah menemuiku lagi."


" Tidak… Aku tetap alan menemuimu sampai kau jadi milikku."

__ADS_1


TBC


__ADS_2