
Pagi ini Rafa dan Rey berangkat kekantor pagi pagi sekali, karena mereka akan mengadakan Rapat pagi ini untuk membahas kerja sama selanjutnya dengan perusahaan B.Corps yang tidak kalah besar dengan R.K Group.
Sampainya dikantor mereka langsung menuju ke lantai dimana ruangan mereka berada. Saat keluar dari lift mereka melihat Nai yang sudah berada dimeja kerjanya dan menyambut mereka.
"selamat pagi pak" sapa Nai dengan sedikit membungkukkan sedikit badannya seraya tersenyum.
"pagi Naira" balas Rey dengan sedikit tersenyum. Nai mendapat balasan dari Rey pun menjadi heran. Karna biasanya Rey tidak pernah seperti itu, Dia terkesan dingin.
Ya, sejak kejadian dimana Rafa memperhatikan Nai, Rey memutuskan untuk bersikap baik kepada Nai. Dia akan mendekati Nai, dan tujuan utamanya ialah supaya bisa mendekatkan Rafa dengan Nai.
Sementara itu Rafa hanya diam seakan Dia tidak mendengar sapaan dari Nai dan terus berjalan lalu masuk ke ruangannya. Dan Rey pun masuk ke ruangannya sendiri. Jika dikantor Rafa dan Rey akan bersikap sangat sangat profesional, hanya sebatas atasan dan bawahan tidak sebagai sahabat atau saudara.
Setelah mereka sudah tak terlihat lagi Nai pun langsung duduk kembali "dasar ceo arrogant" umpat Nai. "tapi tunggu deh... kenapa pak Rey tiba tiba bisa ramah begitu" tanyanya heran "biasanya jangankan balas sapaan orang, ngelirik aja gak pernah" sambungnya lagi. Dia sangat heran dan bingung dengan perubahan Rey yang mendadak itu.
Saat dia masih berperang dengan pikirannya sendiri tiba tiba pintu ruangan Rey terbuka dan Nai buru buru berdiri dari duduknya.
Langkah Rey berhenti tepat didepan meja Nai
"Naira, kamu ikut kita rapat pagi ini" ucap Rey
__ADS_1
"ha.. saya pak?" tanya Nai terkejut
"iya.. mulai sekarang kemana pun Rafa pergi kamu harus ikut" tambahnya lagi
"ha.. baik pak" ucap Nai
"kamu tidak perlu bawa apa apa, siapkan saja note kamu untuk mencatat hasil rapat nanti" tambah Rey lagi menjelaskan
"baik pak" jawab Nai cepat
Setelah itu Rafa pun keluar dari ruangannya yang sudah siap untuk memulai rapatnya
Rey dan Nai hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Rafa dari belakang dan memasuki lift khusus menuju lanti 17, karna disana ruang rapat atau aula pertemuan berada.
Saat didalam lift tidak ada yang berbicara, hanya hening dan hening. Nai sangat tidak tahan dengan situasi seperti ini "sangat tegang" pikirnya. ingin sekali rasanya dia mencairkan suasana yang sudah membeku itu. Sampai suara seseorang terdengar dan membuyarkan apa yang dipikirkan nya tadi.
"mulai sekarang kamu harus mengenakan lift ini" ucap Rafa tiba tiba
"kenapa seperti itu pak?" tanya Nai
__ADS_1
"karna kamu sekretaris saya" ucapnya
"kalau saya lagi gak sama bapak apa harus pakai lift ini juga?" tanya Nai lagi
"ya" singkatnya
"oh.. baiklah pak" ucap Nai. Dia tidak ingin banyak bertanya pada bosnya itu.
"lebih baik aku iyain aja, sangat seram berbicara dengan manusia arrogant itu" pikirnya
Sementara Rey yang mendengar pembicaraan mereka hanya senyum senyum saja
"udah gak salah lagi ini, Rafa pasti beneran tertarik dengan gadis ini" gumamnya dalam hati "sebelumnya dia tidak pernah banyak bicara dengan wanita, tapi sekarang bahkan dia sendiri yang memerintahkan Naira untuk terus naik lift yang sama, padahal sekretaris sebelumnya tidak pernah berada dalam satu lift dengannya. ohh Rafa aku sangat bahagia untuk mu" gumamnya lagi senang
Sementara Rafa juga tersenyum, namun senyumannya itu bukan menandakan bahwa dia senang melainkan senyum licik, entah apa yang sedang dipikirkan nya hanya dia dan author yang tahu hehehe..
#
happy reading all...
__ADS_1
sarangeā¤