
Setelah meletakkan tasnya dimeja kerjanya Dia pun bergegas ke ruangan Bosnya yang Dia sendiri tak tau seperti apa rupa Bosnya itu. Menurut cerita yang didengar dari orang orang dikantornya bahwa Bosnya itu masih sangat muda dan tampan pastinya..
Sampai didepan ruangan Rafa. Nai berhenti sejenak untuk menetralkan kegugupannya, yah pasalnya dia sedang gugup sekarang..
"tok.. tok... tok" diketuknya pintu itu
Namun senyap tidak ada terdengar sahutan dari dalam. karna tidak ada sahutan pun kembali Nai mengetuk pintu itu "tok.. tok.. tok.." masih senyap "kok gak ada sahutan sih" pikirnya
Sementara didalam ruangan itu Rafa sedang menahan tawanya "emang enak gue kerjain" katanya pelan. Dia tau kalau yang mengetuk itu adalah Nai, karna Rey sudah memberi tahunya setelah Nai keluar dari ruangannya tadi.
Kembali terdengar suara ketukan pintu itu. "tok.. tok.. tok.." Namun bukan hanya suara ketukan yang terdengar, suara Nai pun ikut terdengar.
"permisi pak, apa bapak didalam?" tanya Nai dengan ragu.
"saya Naira pak sekertaris baru bapak" sambungnya lagi. barulah terdengar suara dari dalam.
"masuk" teriak Rafa. "huufft ternyata bosku sangat angkuh" pikirnya, lalu mendorong pintu itu dan berjalan masuk. Terlihat Bosnya itu berdiri membelakangi Nai sambil memandang keluar.
"permisi pak, maaf kalau tadi saya tidak sopan" ucap Nai membuka pembicaraan, namun Rafa hanya diam tak bergeming.
__ADS_1
"ehem.." Nai berdeham untuk menetralkan kegugupannya "perkenalkan pak nama saya Naira dan saya sekertaris baru bapak" sambungnya lagi. dan terlihat Rafa memutar badannya dan melihat Naira..
Dan betapa terkejutnya Naira setelah melihat pria yang ada didepannya itu.. dengan tanpa sengaja Nai menjatuhkan schedule yang dibawanya lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.. "kamu" ucapnya tanpa sengaja dan menunjuk kearah Rafa.
Rafa yang melihat itu hanya menyeringai samar..
"kenapa? kaget?" tanya Rafa sambil terus melihat Nai
Nai yang mendengar pertanyaan Rafa langsung tersadar dari keterkejutannya dan buru buru memungut schedule note's yang dijatuhkannya tadi.
"ah ma..maaf pak sa..saya tidak sengaja" ucap Nai gugup
"ternyata pria gi*a itu adalah bosku" gumam Nai dalam hati "matilah akuuu" sambungnya lagi sambil menggigit bibir bawahnya, terlihat jika dia sedang gugup plus takut
Nai teringat teringat kejadian semalam. Saat Dia menendang kaki Rafa. Dia takut jika Rafa akan mecatnya "aduuh gimana ni" gumamnya lagi
Rafa yang melihat Nai diam ketakutan pun kembali menyeringai "sangat menarik" lirih Rafa sangat pelan
"mmm... anu.. maaf pak... mmm saya" gugup Naira
__ADS_1
"ngomong apa kamu, mmm anu.." sahut Rafa menirukan Nai
"mmm.. begini pak, sa.. saya mau mi..minta maaf atas kejadian semalam" ucap Nai ragu ragu dengan gugup. Rafa hanya diam.. dia sangat menikmati mimik wajah Nai yang ketakutan
"baik saya maafkan!" sahut Rafa
"beneran pak?" tanya Nai dengan wajah yang berbinar, sungguh dia sangat imut hehe
"iya. asalkan" Dia sengaja menggantung kalimatnya
"asalkan apa pak?" tanya Nai yang mulai tidak tenang, "ada yang gak beres ni" gumamnya..
Rafa menyeringai licik "lihat saja gadis bar bar, aku akan membalas perbuatan mu berlipat lipat, seenaknya saja menendang kaki ku" gumam Rafa sambil terus memandangi Nai
##
tunggu kelanjutannya ya....
mana nih like dan comentnya.. votenya juga jangan lupa ya teman teman, supaya author lebih semangat Up...
__ADS_1