CEO Arrogant Itu Jodohku

CEO Arrogant Itu Jodohku
BAB 15


__ADS_3

Setelah menghabiskan banyak waktu untuk membahas segalanya akhirnya rapat pun selesai, semua orang sudah kembali keruangan nya maaing masing.


Naira juga sudah kembali kemejanya, Dia terlihat fokus merangkum semua hal yang sudah dicatatnya saat rapat tadi. Swtelah selesai dia pun menyerahkan hasil kerkanya pada Rafa.


tok tok tok..


Setelah mengetuk pintu Nai pun masuk keruangan Rafa


"permisi paka" sapa Nai


"saya mau menyerahkan laporan hasil dari rapat tadi" ucap Nai sambil menyodorkan laporannya kepada Rafa


Rafa tidak mengeluarkan suara sedikit pun, Dia hanya menerima laporan Nai dan langsung membaca setiap katanya..


Karna tidak mendapat respon Nai pun undur diri, saat dia hendak membuka pintu tiba tiba.


Bruuukk...


Naira terjatuh karna tiba tiba pintu didorong dari luar dengan kuat. Naira yang tidak ada persiapan pun langsung mundur dan terjatuh. Naira merasa seperti dejavu..


"astaga.." terdengar suara wanita yang mendorong pintu tadi terkejut. Lalu mendekati Nai dan membantunya berdiri

__ADS_1


"kamu tidak apa apa kan?" tanya nya


"ah.. tidak apa apa kok buk" ucap Nai


"saya minta maaf ya, saya tidak sengaja" ucapnya lagi. Ya dia adalah Raras mama Rafa


"saya fikir tadi tidak ada orang jadi saya langsung masuk aja" sambungnya lagi menyesal


"iya tidak apa apa buk, Nai juga baik baik saja" balas Nai lagi. Dia tidak tau jika wanita yang sedang bicara dengannya itu adalah mama Rafa


"beneran?" tanyanya "tapi dahi kamu merah ini" ucapnya lagi, kali ini dengan nada khawatir dan panik


Sementara Rafa hanya berdiri sambil memperhatikan keduanya.


"Sini sini biar saya obatin dulu" ucap Raras sambil menarik Nai untuk duduk di sofa dalam ruangan Rafa


"ah.. tidak usah buk, Nai beneran tidak apa apa, nanti juga hilang sendiri merahnya" balas Nai lagi, dia merasa tidak enak.


"eh eh tunggu dulu, ibuk ini siapa ya? kenapa berani sekali" pikir Nai


"ya tidak bisa seperti itu dong, biarkan saya bertanggung jawab, kamu seperti ini kan karna saya" paksanya lagi tidak mau kalah

__ADS_1


"pasti wanita ini yang dimaksud Rey, aah.. dia benar benar sangat cantik dan juga baik, dia bahkan sangat sopan" gumam Raras dalam hati, Dia sudah menyukai Naira


"Rafa kok malah bengong, cepat ambilikan mama kotak p3k" ucap mama


Naira yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya terkejut "mama" gumamnya, Nai jadi semakin merasa tidak enak ternyata bos besar pikirnya


"udah gak perlu ma, dia juga bilang gak papa kan" ucap Rafa santai sambil kembali melanjutkan pekerjaanya.


Mama yang melihat anaknya seperti itu pun menjadi kesal, sementara Nai sudah gelisah ingin cepat keluar


"maaf buk Nai permisi ya, Nai beneran tidak apa apa" ucap Nai menyela. namun tidak digubris oleh Raras, dia melihat anaknya dengan tatapan tajam.


"Rafa..." panggil Mama dengan penuh ancaman. Rafa yang melihat mamanya seperti itu pun langsung menghela nafas


"iya.. iya" ucap Rafa akhirnya, dia pun berjalan mengambil kotak obat lalu menyerahkannya pada mama.


"nah.. gitu dong" ucap mama senang tapi dalam hatinya sudah menggerutui anaknya itu. Dia tidak mau memarahi Rafa karna ada Naira disitu, bagaimana pun mama tetap menjaga reputasi anaknya itu..


Rafa hanya diam tidak menanggapi perkataan mamanya itu. Dia lalu melihat Naira dengan tatapan tajam. Naira yang dilihat seperti itu pun hanya bisa menundukan kepalanya..


🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


happy reading......


__ADS_2