CEO Arrogant Itu Jodohku

CEO Arrogant Itu Jodohku
BAB 9


__ADS_3

"asalkan kamu bersedia menjadi sekertaris sekaligus asisiten pribadi saya" ucapnya


"ha.. maksudnya pak" tanya Nai tidak mengerti "bukannya bapak sudah punya asisten" sambungnya lagi


"ya memang, tapi itu hanya berlaku saat dokantor"


"lau?" tanya Nai lagi karna dia memang tidak mengerti


"kamu akan menjadi sekertaris saya jika dikantor sedangkan diluar jam kantor kamu adalah asisten saya. Sampai disini paham?" jelasnya


"ta.. tapi kenapa harus saya pak?" tanya Nai lagi dengan gugup. "kenapa jadi begini" pikirnya


"kamu mau saya maafkan tidak?" tanya Rafa dengan penuh tekanan "jika tidak silahkan sekarang kamu keluar dari ruangan saya dan jangan kembali lagi" sambungnya lagi


Nai yang mendengar itu pun mengepalkan tangannya "dasar bos gi*a" umpatnya dalam hati


"apa tidak ada pilihan lain pak?" tawar Nai. dia ingin kabur saja rasanya "sangat licik" gumam Nai.. ya Tuhan mimpi apa aku semalam sampai harus melalui ini bisa bisa aku ketularan gilanya...


"tidak" jawab Rafa cepat. "jadi bagaimana?" tanya Rafa, Nai benar benar sudah tidak punya pilihan lain, dia hanya bisa menerima

__ADS_1


"lihat saja gadis tengil aku akan membalas mu berlipat lipat, ini akibatnya jika berani


denganku" gumam Rafa sambil tersenyum licik. Terlihat Nai menghela nafas panjang


"baiklah pak saya setuju" jawabnya pasrah karna memang tidak ada pilihan lain


"bagus.. dan itu berlaku juga mulai hari ini" ucap Rafa


"haa... hari ini pak?" kaget Nai dan hanya dijawab dengan "hmmm"


"kamu tau apa artinya asisten pribadi kan?" tanya Rafa yang dibalas anggukan oleh Nai


"sekarang kamu boleh keluar"


"baik pak.. oh iya pak saya hampir lupa, ini schedule bapak hari ini" sambil meletakkan notes yang dipegangnya ke meja Rafa


"kalau begitu saya permisi pak" ucap Nai sambil membungkukkan setengah badannya memberi hormat lalu berjalan keluar ruangan.


Setelah Nai keluar Rafa pun tertawa terpingkal pingkal, "sangat seru, kita lihat sejauh mana dia bertahan" gumam Rafa

__ADS_1


Sedangkan Nai setelah kembali ke meja kerjanya dia lalu menggerutu tidak jelas, dia kembali memaki maki Bosnya yang menurutnya gi*a itu "kenapa manusia seperti itu bisa menjadi bos" pikirnya


Setelah puas dengan makiannya Nai pun memulai pekerjaannya dengan serius sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang


Semua orang sudah keluar dari ruangan masing masing ada yang menuju kantin ada yang keluar gedung ada yang ke mushollah ada yangengobrol satu sama lain, sedangkan Nai masih sibuk dengan berkas berkasnya dia masih belum sadar jika sudah jam istirahat.


"apa kamu akan bekerja terus tanpa mengisi tenaga" tiba tiba Rey muncul mengagetkan Nai


"ah.. maaf pak" sahut Nai langsung berdiri dari duduknya, dia kaget dengan kedatangan Rey yang tiba tiba


Lau dia melihat jam yang melingkar ditangannya "ternyata sudah jam istirahat" gumamnya


Rey pergi meninggalkan Nai menuju ruangan Rafa, dia akan mengajak Rafa makan siang karna memang sudah waktunya. Rafa jika tidak diingatkan bisa bisa sampai besok dia tidak makan


"hey Tuan muda istirahat dulu" ucap Rey yang masuk keruangan Rafa tanpa permisi


"kau mau mati ya! sahut Rafa emosi


"santai bos ini sudah jam istirahat" ucap Rey santai tanpa takut. ya beginilah mereka yang sebenarnya, jika didepan karyawan atau klien mereka sangat angkuh tegas berwibawa dan juga sombong. tapi jika sudah berdua mereka akan sepeti kucing dan tikus..

__ADS_1


__ADS_2