
Pembicaraan itu pun masih berlanjut. dengan sesekali dia menyeka air matanya yg terus mengalir tanpa diminta itu
terasa sangat sakit saat dia kembali mendengar suara mantan kekasihnya itu
" aku sudah lelah jim, kamu selalu bilang sayang padaku, tapi apa? dimana kamu saat aku memperjuangkan hubungan kita di depan orang tuamu, kemana hah?" tanya naira lagi
Dia sudah tidak bisa menahan sesak didadanya itu lagi, selama ini dia selalu menahannya karna dia sangat menghargai jimy, tapi sekarang tidak lagi dia akan mencurahkan semua isi hatinya
" selama ini aku selalu berusaha mendekati orang tuamu, aku selalu melakukan apa yg mereka minta walau terkadang aku tak sanggup, tapi tetap saja itu tidak membuat mereka melihat ku, mereka hanya memanfaatkan ku untuk melakukan hal yang tidak bisa mereka lakukan sendiri, dan kamu juga selalu mendukung mereka . Sedangkan aku.. aku selalu sendiri jim.. selalu sendiri memperjuangkan nya, kamu sadar itu? bahkan kamu selalu diam jika di depan orang tuamu, jika aku membuat kesalahan sedikit saja dan mereka memarahiku kamu juga bungkam jim. tidak ada pembelaan darimu.. apa itu yg disebut memperjuangkan bersama? "
" bukan begitu sayang, kumohon mengertilah nai " kata jimy tak mau kalah
" apalagi yang harus ku mengerti jim? " tanya naira " apa selama ini aku kurang mengerti dirimu? katakan jimy dimananya aku kurang mengerti ha? " sahut nai lagi dengan emosi
" mari kita bertemu nai kita selesaikan masalah kita, katakan kamu dimana? "
"tidak perlu bertemu lagi jimy kita sudah selesai. dan aku minta setelah ini jangan pernah hubungi aku lagi" balas naira dan langsung mematikan ponselnya
Dia sangat kesal dengan jimy, bisa bisanya disaat seperti ini pun dia masih egois dan minta di mengerti, naira benar benar lelah dengan jimy.
Dan ternyata tanpa naira sadari ada dua orang lelaki yang dari tadi mendengar semua pbicaraannya dengan kekasihnya eh ralat mantan maksudnya
__ADS_1
Ya orang itu adalah Rafa dan Rey, mereka berada tepat dibelakang naira duduk dan mendengar semuanya
" wanita yang malang" gumam Rafa dalam hatinya sambil mengangkat sudut bibirnya sebelah kiri
dan Rey yang melihat itu hanya geleng kepala samar, dia tau apa yg dipikirkan bosnya itu
Rey sangat tau karakter Rafa..
"cepat habiskan makanan mu Rey" kata Rafa
"kita harus kembali ke kantor" sambungnya lagi
setelahnya mereka pun beranjak dan bergegas untuk kekantor..
***
p
Pukul tujuh pas Naira sampai dirumahnya. dengan langkahnya yg berat dia terus berjalan sambil menundukkan kepala nya. rasanya enggan untuk sekedar melirik kanan dan kirinya.
" dari mana saja kamu?"
__ADS_1
Sai yang mendengar itupun langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara. Setelah nya dia langsung berlari menghampiri sang pemilik suara dan langsung memeluknya
" ra aku lelah" adu Naira dengan air mata yg kembali meleleh
" aku sudah memutuskannya, dan aku akan melupakannya" sambungnya lagi
Ya dia adalah Kara sahabat Naira, Kara sangat mencemaskan Naira karna tidak bisa dihubungi sejak sore, dan sejak sore dia sudah menunggu kepulangan Naira
" bagus kalau begitu, aku mendukung keputusan mu, bukannya dari dulu aku katakan kalau dia tidak cocok dengan mu"
sahut Kara sambil mengelus punggung sahabat yang sedang memeluknya itu
" ayo sekarang kita masuk dulu dan segeralah mandi agar kamu segar kembali, jangan lagi pikirkan dan tangisi pria itu oke. sayang air matanya mending disimpen buat stok lebaran hahaha" canda kara
Berkat candanya yang tidak seberapa itu akhirnya mampu membuat Nai tersenyum mendengarnya
sahabatnya itu memang sangat pandai dalam menghibur nai
Kara langsung menarik Nai kedalam rumah seraya berkata....
nantikan kelanjutannya hehe....
__ADS_1