CEO Arrogant Itu Jodohku

CEO Arrogant Itu Jodohku
BAB 23


__ADS_3

Pagi itu terlihat Kara sudah bangun dan jam pun sudahmenunjukan pukul 7:15. Dia bingung dengan keadaan rumah yang masih sepi, tidak ada keributan seperti biasanya dan tumben Nai tidak membangunkannya. "kemana Nai" ucapnya, dia pun berjalan keluar kamar menuju dapur namun tidak mendapati Nai disana bahkan meja makan masih terlihat kosong. Biasanya jam segini meja makan pasti sudah tersedia sarapan karna setiap pagi Nai memang membuat sarapan untuk mereka. Karna mereka sudah terbiasa sarapan dan tidak akan bisa beraktifitas jika perut kosong.


Kara pun berjalan kekamar Nai dan memanggil Nai dari luar "Nai kamu didalam?" namun tidak ada sahutan lalu kara pun langsung membuka pintu dan masuk. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Nai masih tertidur dijam seperti ini. Kara pun buru buru mendekati Nai dan membangunkan nya.


"Nai bangun" ...... senyap tidak ada jawaban dari Nai bahkan pergerakan sedikit pun tidak ada, Kara pun mulai panik ada apa dengan Nai pikirnya, karna biasanya jika Nai sedang tidur bahkan selelap apa pun Nai akan bangun jika dipanggil bahkan dari luar kamar sekalipun dia akan cepat sadar. tapi tidak dengan hari ini bahkan Kara sudah mengguncang guncang tubuh Nai namun Nai tidak merespon.


"hei.. Nai.... jangan nakutin aku seperti ini dong Nai, banguuunnn..." teriak Kara semakin panik, ditepuk tepuknya pipi Nai namun nihil Nai masih belum merespon.


Kara pun semakin panik, dia ingin keluar mengambil ponselnya untuk menelpon orang tuanya karna saat ini dia bingung dan tidak tau apa yang harus dilakukannya, kepanikan dan kekhawatiran nya membuat Kara menjadi bodoh. Namus saat dia akan beranjak tangnnya dicekal oleh Nai dan seketika Kara mematung terkejut.


"Nai.." katanya, dilihatnya Nai membuka mata dan melihatnya hal itu membuat Kara langsung menangis dan memeluk Nai erat.

__ADS_1


"syukurlah kamu bangun, aku takut kamu kenapa napa" ucapnya sungguh sungguh... sungguh persahabatan yang manis..


Berbeda dengan Nai, melihat Kara seperti itu membuatnya langsung tertawa terbahak bahak karna berhasil mengerjai Kara. Kara pun bingung melihat Nai tertawa seperti itu, ada apa ini pikirnya


"huahahhahahahahhahahaa..... ternyata sahabat ku yang manis ini bisa menangis juga hahaha puas banget aku lihatnya" ucapnya ringan tidak merasa bersalah sedikit pun.


Kara yang mendengar kalimat Nai pun langsung menatapnya dengan tajam.


"kamu ngerjain aku" tanyanya dengan wajah yang galak


"tega banget sih kamu, jahat tau gak aku beneran takut tadi, kirain kamu kenapa napa" ucap Kara cemberut ngbek

__ADS_1


"uluuhh tayang tayang maafin aku ya, hehe janji gak gitu lagi deh" sambil memeluk Kara, betapa dia sayang dengan sahabatnya ini.


"iya aku maafin, awas aja kalau diulang lagi"


"iya iya enggak, tapi... pukulan dipipinya lumayan terasa ya" canda Nai sambil mengelus pipinya


"habis nya kamu gak mau bangun sih, yaudah aku pukul pukul aja tu pipi, emang agak kenceng sih tapi kayak nya gak sakit pipi kamu kan kayak bantal" sahut Kara sambil mengejek Nai pasalnya Nai sangat tidak auka jika dibilang pipinya seperti bantal.


Nai pun menatap tajam Kara sementara Kara hanya santai tidak takut sesikit pun malahan dia gemaselihat Nai seperti itu, bukannya seram malah imut pikir Kara.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


tunggu kelanjutannya besok ya...


happy reading all...


__ADS_2