
Setelah menceritakan kisahnya dengan Jimy, Nai pun kembali diam dan mengingat kembali tentang kebersamaan mereka, kenapa harus berakhir seperti ini pikirnya. padahal Nai sangat sangat mencintai Jimy kala itu, dan betapa bodohnya Nai sampai tidak menydari bahwa Jimy tidak tulus. Bagaimana dia mau menyadari itu kalau Jimy sendiri sangat terlihat tulus dan seperti benar benar mencintainya, betapa pintarnya dia menyembunyikan ini semua pikirnya lagi. dia pun tersenyum getir.
Setelah sampai dikantor mereka pun kembali keruangannya masing masing dan Raras kembali pulang kerumah.
Dua minggu kemudian, tidak terasa sudah hampir sebulan Nai bekerja di perusahaan Rafa. Nai pun sudah terbiasa menghadapi sifat Rafa yang terkesan seperti mengerjai Nai, dan Nai tidak peduli dengan itu selagi dia masih bisa menghadipi Rafa dia akan tetap bertahan disini. Tidak lah mudah untuk sampai disini dan dia tidak bisa menyerah begitu saja hanya karna dia selalu dipermainkan oleh bos nya itu.
Sejak Nai menyandang status sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi Rafa tidak sehari pun Nai lalui dengan tenang, sampai Rafa dibuat bingung oleh Nai karna masih bertahan sampai detik ini. Padahal dia sering menyuruh Nai lembur dan tidak boleh pulang sebelum dia dan Rey pulang.
Bahkan kerap sekali dia menyuruh Nai membelikannya makanan dan mengantarkannya kerumah langsung, walaupun sudah larut malam Nai akan tetap melakukan nya, karna dia tidak suka kerja setengah setengah, dia menerima saat Rafa memintanya menjadi asistennya dan dia juga harus menerima konsekuensi nya. Seperti itulah seorang Nai yang sangat perfect dalam pekerjaannya.
Malahan Kara yang tidak tahan melihat Nai selalu diperlakukan seperti itu, malam ini juga waktu sudah menunjukan jam 10 malam dan kembali Rafa menyuruh Nai membelikannya makanan dan harus diantar kerumah, padahal dirumah dia bisa saja menyuruh kokinya untuk memasak apa pun yang dia mau, tapi Rafa tidak melakukan itu dia hanya senang menyusahkan Nai, ini sudah seperti hal wajib yang harus dilakukannya. jahat banget kan rafa tu.
__ADS_1
"Nai.... " panggil kara, Nai hanya menoleh tanpa menjawab, dia sedang bersiap keluar untuk menemui bos gi*anya itu.
"kenapa sih kamu selalu nurutin kemauan bos mu yang sint*ng itu" ucap kara marah
"ya... mau gimana lagi, dia bos dan aku bawahan" ucap Nai santai
"ya tapi gak haris seperti ini juga kan, waktu jam kerja kamu udah habis"
"gak usah becanda Nai, mana ada orangkerja 24 jam" sahut Kara lagi tidak terima
"kan aku udah bilang ke kamu, dikantor aku sekretaris nya dan kalau diluar jam kantor aku asisten pribadinya dan aku harus 24 jam harus siap"
__ADS_1
"emang dasar gila kamu tuh, kamu harus jaga kondidi tubuh kamu Nai, emang kamu pikir kamu itu robot yang bisa dipake kerja 24 jam ha..?" emosi Kara semakin meledak
Nai tersyenyum, dia sangat senang ada Kara yang selalu mendampingi nya. Nai berjalan mendekati Kara lalu memeluknya dan berkata
"kamu tenang aja ya, aku tau alasan dibalik ini semua, dia sengaja ngelakuin ini biar aku gak betah kerja disana lalu resign, dan itu hanya mimpi siang bolong dia aja, aku bakal buktikan ke dia kalau aku bukan wanita yang lemah dan gampang ditindas, kamu liat aja nanti aku bakal buat dia gak bisa ngelepas aku" ucap Nai optimis dan tersenyum sinis
"kamu tau aku kan Ra, dan dia sudah bermain dengan orang yang salah, CEO arrogant.!" sambungnya lagi.
🍓🍓🍓🍓🍓
happy reading all....
__ADS_1