
Dirumah Naira...
"sebenarnya ada apa denganku? kenapa tiba tiba perasaanku menjadi tidak menentu seperti ini, dan aku mengkhawatirkan sesuatu yg aku sendiri tidak tau apa itu" gumam Kara berkali kali, karna memang sejak pagi dia merasa gelisah.
Saat dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, dia pun melangkah kedepan dan membuka pintu, dan sangat terkejut setelah tau siapa yg datang. Ada apa ini pikirnya.
tok.. tok... tok...
cekleeeekkk... anggap aja suara pintu ya..
Dan terlihat lah Rey berdiri didepan pintu dengan wajah yg tidak bisa digambarkan, karna saat ini dia sedang panik dan bingung bagaimana cara menyampaikan kabar ini pada sahabat Naira itu..
"ehh.. bapak atasan Nai kan? bapak mau cari Nai ya? Nai tidak ada dirumah pak, bukannya dia ada dikantornya kenapa malah kesini?" pertanyaan Kara bertubi tubi semangkin membuat Rey bingung.
__ADS_1
"bukan, saya kesini karna bertemu dengan kamu, paling tepatnya mau menjemput kamu saya akan membawa kamu bertemu dengan Naira, karna saat ini dia dangat membutuhkan kamu" jawab Rey membuat Kara bingung.
"maksudnya? memangnya Nai ada dimana sekarang?" tanya Kara
"eheem... sebenarnya.... sebenarnya...."
"sebenarnya apa pak? buruan dong ngomong jangan buat saya bingung seperti ini, apa terjadi seuatu sama Nai?" tanya Kara dan perasaannya semakin tidak menentu, apa yg terjadi pada Nai pikirnya, dia pun mulai panik.
"saya akan jelaskan dijalan, sekarang sebaiknya kita cepat pergi, ayo.."
Dan selama diperjalanan Rey pun menceritakan kejadian yg menimpa pada Naira, dan seperti dugaan Rey selama diperjalanan menuju rumah Nai tadi bahwea wanita yg duduk disampingnya ini pasti akan menangis, dan ternyata benar bahkan bukan hanya menangis Kara bahkan sampai histeris setelah mendengar penjelasan dari Rey.
Bagaimana tidak, mereka bersahabat dan hidup bersama sudah sangat lama, dan selama ini tidak pernah ada kejadian mengerikan seperti sekarang ini, dia tau Nai orang yg sangat berhati hati dalam hal apa pun, tapi sekarang bagaimana bisa jadi seperti ini pikirnya, inilah kenapa dari pagi dia sudah sangat gelisah dan tidak enak perasaan.
__ADS_1
Sudah puas dia menangis tapi mereka belum sampai juga, jalanan sedang macet sekarang jadi mereka akan telat sampai dari waktu yg diperkirakan. Saat dia masaih termenung dia teringat orang tuanya dia bingung harus beritahu keadaan Nai atau tidak.
Jika dia beritahu maka orang tuanya pasti akan sangat khawatir dan dapat dipastikan jika orang tuanya akan langsung menyusul kerumah sakit.
Saat dia akan menelpon ibunya dia manjadi ragu, sebaiknya aku pastikan dulu keadaan Nai baru aku kasih tau ibu, ya seperti itu lebih baik pikirnya.
Sementara Rey dari tadi terus memperhatikan kegelisahan Kara namun dia tidak berani bertanya, dia sangat prihatin saat Kara histeris tadi, ingin menenangkannya tapi tidak bisa karna dia sedang mengemudi, dia hanya bisa diam tapi terus memperhatikan.
saungguh luar biasa persahabatan mereka pikir Rey.
Dan saampailah mereka diparkiran Rumah Sakit, begitu mobil berhenti Kara pun langsung keluar dari mobil dan berlari masuk tanpa mempedulikan lelaki yg membawanya tadi. padahal dia tidak tau dimana Nai saat ini, Rey yg melihat itupun hanya bisa geleng kepala.
🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
happy reading all....