
Seminggu kemudian....
Hari ini Nai sudah mulai aktivitas lagi seperti biasanya, menjalani hari harinya menjadi sekretaris sekaligus asisten sang CEO arrogant. Pagi itu saat Nai melangkahkan kakinya memasuki gedung tempat dia bekerja banyak pasang mata yang melihat sinis kearahnya sambil berbisik bisik. Nai tau banyak orang yang tidak suka kehadirannya dikantor ini terutama kaum hawa, itu semua karna mereka iri karna Nai orang baru bisa menjadi sekretaris si bos, sementara mereka yang sudah bekerja lama di perusahaan itu tak kunjung bisa mengenyam menjadi sekretaris BOS tampan. Itu karna mereka tidak tau bagaimana rasanya berada diposisi Nai, jika saja mereka tau sudah dapat dipastikan sehari bekerja mereka pasti akan menyerah.. yaaahh yang sabar ya Nai..
"lihatlah sekretaris baru BOS itu, baru beberapa hari bekerja tapi sudah cuti lama" ucap si A mengompori
"iya benar, aku yakin pasti ada apa apanya dengan BOS kalau tidak mana mungkin dia bisa seperti itu" sahut si B menuang bensin
"dasar ja*ang, berani beraninya dia, lihat saja apa yang bisa aku lakukan padanya" sahut si C kebakaran
"masih jadi sekretaris saja sudah seenaknya saja dan sangat sombong, bagaimana kalau sudah jadi nyonya" sahut si B lagi menuang solar.
__ADS_1
Nai terus berjalan memasuki lift tanpa peduli dengan orang disekitarnya, hal seperti itu tidak akan berpengaruh buat Nai karna dia sangat tangguh. Saat ini Nai naik lift karyawan walaupun Nai diberi keistimewaan bisa menggunakan lift khusus namun dia tidak mau, bukan tidak mau lebih tepatnya dia merasa tidak nyaman jika menggunakan itu sendirian, jadi Nai akan menggunakan lift itu jika bersama dengan Rafa dan Rey saja.
Saat tiba dilantai tempat dia bekerja Nai pun langsung keluar dan berlari kecil menuju meja kerjanya karna jujur saja seminggu dia libur dia sangat merindukan meja dan kursi kebesarannya ini, karna disini dia menghabiskan waktunya setiap hari.
Dimejanya sudah terdapat banyak tumpukan tumpukan kertas yang harus dia periksa sebelum diserahkan ke BOS besar, lalu dia pun menghela napas panjang.
"saat hari pertama kerjaku pun dia sudah mau menyiksa ku" ucapnya "baiklah Naira ayo semangat" sambungnya lagi sambil menaikan dan mengepalkan tangannya.
"eh.. selamat pagi pak" ucap Nai harmat. Ya ternyata dia adalah Rafa dan Rey yang selalu berada disampingnya
Rafa tidak menjawab sementara Rey membalas dengan anggukan dan senyum lebarnya, Rey sudah tidak se kaku dulu lagi pada Nai.
__ADS_1
"ternyata membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan ya" ucap Rafa dan Nai tau apa yang dimaksud oleh BOS nya itu.
Nai pun tersenyum canggung " iya pak, dokter saya menyarankan agar benar benar istirahat total agar cepat pulih, bahkan dia menyarankan agar saya istirahat selama dua minggu, tapi tidak mungkin karna saya harus bekerja" ucap Nai panjang lebar meyakinkan BOS angkuh itu.
"oh benarkah?" tanya Rafa seolah dia percaya dengan Nai. Padahal dia tau jika Nai sedang berbohong
"i.. iya pak" jawab Nai ragu, sementara Rey hanya diam dan menahan senyumnya mendengar penjelasan Naira.
"Naira sungguh luar biasa dan benar benar berani, dia benar benar berbeda darj yang lain" gumamnya dalam hati, lalu mereka pun berlalu dari hadapan Nai menuju ruangan masing masing...
🍍🍍🍍🍍🍍
__ADS_1
happy reading all...