CEO Arrogant Itu Jodohku

CEO Arrogant Itu Jodohku
Bab 21


__ADS_3

Setelah sampai digedung apartemen Naira pun langsung masuk dan menuju lantai 7 dimana unit Rafa berada. Dia berjalan melewati resepsionis sambil membawa kantong makanan yang dipesan Rafa tadi.


Ya, sejak Nai menjadi asisten pribadinya Rafa pun memutuskan untuk tinggal diapartemennya sendiri, apartemen yang sudah sejak lama ia beli namun tidak pernah ditinggali, dan baru sekarang dia bisa tinggali.


Sudah sejak lama dia ingin menempati itu namun tidak pernah disetujui oleh orang tuanya dengan alasan bahwa dia anak satu satunya dan harus tinggal dengan orang tuanya, dan Rafa adalah anak yang sangat penurut dengan orang tuanya, dia tidak pernah menolak apa yang dikatakan oleh orang tuanya itu. Kali ini dia mendapat izin tinggal diluar dengan bantuan pujukan dari Rey. Rey menggunakan nama Naira dan tentu saja hal itu langsung disetujui oleh Raras dan Raymond. Itu adalah hal baik pikir mereka.


Sampainya didepan pintu Rafa, Nai pun langsung menekan bell namun sudah lama Nai menunggu Rafa tak kunjung keluar.


"mana sih nih orang?" ucap Nai mulai kesal

__ADS_1


dikeluarkan nya ponsel dan mencoba menghubungi Rafa, panggilan masuk tapi tidak dijawab, sedangkan Nai kakinya sudah mulai lelah.


"kenapa sih manusia yang satu ini selalu menyusahkan aku terus" umpat Nai


"aku tau dia pasti didalam, dia sengaja buat aku nunggu kayak gini, dasar CEO kekanakan" umpatnya lagi sambil menendang pintu karna sudah sangat kesal, dia tidak peduli sekarang ada dimana dan sekitarnya, yang jelas sekarang dia benar benar kesal dan marah atas sikap bos yang seenaknya saja.


kreekk.... pintu terbuka dan muncullah sosok Rafa. Dengan gaya dingin dan acuh dia berdiri dihadapan Nai.


"kamu membuat saya menunggu 1 jam" tambahnya lagi.

__ADS_1


"maaf pak jarak dari rumah saya ke restoran yang bapak sebut tadi tidak dekat dan itu memakan waktu, dan jarak dari restoran kesini juga tidak dekat, itu sebabnya saya lama" jelas Nai dengan sabar "emangnya situ gak sadar situ juga buat saya nunggu 30 menit" umpat Nai dalam hati. dia sangat sangat kesal, ingin rasanya dia menendang bosnya itu.


"alah alasan kamu saja, memang kamu itu lamban. sudah kamu buang saja makanannya saya sudah tidak berselera melihat kamu" sentak Rafa tidak terima penjelasan Nai. Nai yang disentak seperti itu pun terkejut. Daaann meledaklah gunung berapi..


"wahh... dasar manusia tidak tau berterima kasih, manusia yang seenaknya saja, anda pikir dengan banyak uang dan kekuasaan anda bisa memperlakukan saya seperti ini ha? anda tidak sadar kalau anda juga sudah membuat saya menunggu, anda pikir saya ini robot yang tidak bisa lelah. saya menahan lapar sejak tadi dan kebut kebutan dijalan sampai saya hampir ditabrak mobil hanya untuk mengantar makanan anda yang sebenarnya bisa anda beli sendiri. tapi setelah saya sampai apa yang saya dapat ha? bukannya ucapan terima kasih melainkan hinaan anda" ucap Nai panjang lebar penuh emosi, dia sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Rafa yang melihat reaksi Nai seperti itu pun terkejut, dia tidak menyangka bahwa Nai akan seberani ini. dan yang lebih membuatnya terkejut lagi adalah pengakuan Nai barusan. "sebahaya itukah" pikirnya


Namun yang namanya Rafa tetaplah Rafa, dia tetap saja tidak mau mengaku salah dan menjawab...


🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


happy reading all....


tunggu bab selanjutnya ya....


__ADS_2