
Setelah mobil berhenti Kara pun dengan cepat membuka pintu mobil lalu keluar, dia bahkan menutup pintu mobil dengan keras tanpa peduli dengan sang pemiliknya, dengan tergesa gesa dia berlari masuk ke dalam gedung 5 lantai itu.
Namun belum lama dia masuk lalu keluar kembali dan menghampiri Rey yg baru selesai memarkirkan mobilnya.
"kenapa kembali?" tanya Rey dengan senyum sinis, dia kesal dengan Kara karna membanting pintu mobilnya lalu pergi begitu saja.
"saya tidak tau dimana Nai dirawat, cepat katakan dimana Nai sekarang.!" ucap Kara
Rey yg ditanya seperti itu pun langsung tersenyum sinis kembali "makanya tanya dulu tadi jangan langsung lari begitu saja, dasar ceroboh" umpat Rey
"sudahlah saya sedang tidak ingin berdebat, cepat katakan dimana Nai" ucapnya lagi sambil menahan kesalnya pada Rey. Dia sedang tidak ingin membuang waktu lagi karna dia ingin cepat melihat keadaan sahabat yg sudah seperti saudara baginya.
"ikuti aku" acuh Rey
__ADS_1
Lalu mereka pun berjalan masuk menuju ruang operasi. Didepan ruang operasi masih ada Rafa dan Mama yg masih setia menunggu dengan cemas, karna sejak tadi dokter belum juga keluar.
Kara yg sekarang berada diantara mereka pun bingung, kenapa malah keruang operasi pikirnya, pasalnya saat Rey menjelaskan tadi tidak mengatakan bahwa Nai berada didalam ruang operasi itu.
"tunggu dulu, kenapa malah kesini? saya mau menemui Nai, kenapa malah dibawa kesini?" tanya Kara bingung. Rafa Mama dan Rey pun langsung menatap kearah Kara.
"karna Naira sekarang ada didalam" sahut Rey
"a.. apa..?" tanya Kara kaget "kenapa sampai harus dioperasi, apakah separah itu? kenapa bisa seperti ini?" tanya Kara mulai hiteris kembali, air matanya dengan deras mengalir.
Rafa yg melihat adegan Mama dan sahabat baik Nai itupun semakin merasa bersalah dan semakin sedih, kalau bukan karna aku Naira tidak akan mengalami hal ini pikirnya.
Hatinya semakin tidak tenang, apalagi sejak tadi dokter yg menangani Nai tak kunjung keluar, itu yg membuatnya semakin was was.
__ADS_1
"kenapa para dokter tak kunjung keluar" lirih Rafa yg masih terdengar oleh Rey
"sabar Raf, dokter masih berjuang didalam sana, sebaiknya sekarang kita ke mushollah dulu karna sudah masuk waktu ashar, kita doakan semoga Naira baik baik saja" ucap Rey menyemangati sahabatnya itu.
"tapi aku takut meninggalkannya, bagaimana jika terjadi apa apa pada Nai, bagaimana nanti jika dokter keluar dan aku tidak ada" ucap Rafa enggan meninggalkan Naira.
"pergilah nak, mama dan juga Kara yg akan menunggu disini kita gantian saja sholatnya, jika ada apa apa mama akan langsung menghubungi mu" ucap Mama meyakinkan anaknya itu.
"tapi ma.."
"dengarkan mama Rafa, tidak akan terjadi apa apa pada Naira, dia akan baik baik saja. Bantu dia dengan doa mu nak" memotong ucapan Rafa. Rafa yg mendengar ucapan mamanya pun tak mampu untuk membantah lagi.
"sebelumnya bersihkan terlebih dahulu dirimu Raf, pakaian mu banyak noda darah Naira" ucap Rey sambil menyodorkan paper bag ketangan Rafa yg dia bawa dari rumah tadi, sebelum dia menjemput Kara dia singgah terlebih dulu kerumah untuk mengambil baju ganti Rafa yg berlumuran darah.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓
happy reading all.....