CEO Arrogant Itu Jodohku

CEO Arrogant Itu Jodohku
BAB 16


__ADS_3

Setelah selesai dengan drama yang panjang dan membosankan itu pun akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang bersama, sebenarnya bukan keputusan bersama melainkan paksaan dari Raras. Dan seperti biasa, jika sudah punya keinginan atau pun memutuskan sesuatu tidak ada seorang pun yang mampu menolak atau menghentikannya, termasuk Naira saat ini.


Mereka makan di salah satu cafe yang dekat dengan kantor dan itu atas permintaan Nai. Karna jika mereka makan dikantin kantor sudah pasti akan menjadi pusat perhatian seluruh karyawan kantor, dan Naira tidak mau itu terjadi.


Setelah sampai di cafe mereka pun langsung memilih tempat duduk, Naira duduk disebelah Raras yang berhadapan dengan Rey dan disebelahnya ada Rafa. Otomatis Rafa dan Nai saling berhadapan. Nai sangat tidak nyaman dan canggung dengan situasi seperti ini, karna ini pertama kalinya dia makan bersama dengan bosnya, dan bahkan dengan big bos sekaligus.


"Naira umur berapa?" tanya Raras membuka obrolan mereka, karna jujur saja dia tidak suka dengan keheningan seperti ini.


"ah.. sa.. saya 21 buk" jawab Nai gugup sambil mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Raras


"santai saja Naira jangan gugup seperti itu" ucap Raras sambil tersenyum dan mengelus kepala Nai untuk menetralkan kegugupan Nai.


Naira tertegun dengan perlakuan Raras kepadanya, dia terus menatap Raras dan tanpa terasa air matanya jatuh dan buru buru dia menundukan kepalanya seraya menghapus jejak air matanya.

__ADS_1


Setelah ibunya tidak ada lagi yang mengelusnya seperti ini, hal ini kembali mengingatkan Nai kepada almarhum ayah dan ibunya.


Sementara Raras Rafa dan Rey terkejut melihat Nai tiba tiba meneteskan air matanya.


"kenapa menangis Naira?" tanya Raras khawatir "apa saya melakukan kesalahan?" tanyanya lagi


"tidak buk bukan begitu" jawab Nai cepat sambil menggelengkan kepala


"lantas, kenapa maningis?" tanya Raras lagi sambil memegang pundak Nai


Sontak hal itu membuat ketiganya terkejut, pasalnya mereka baru tahu jika orang tua Naira sudah tidak ada lagi.


"maafkan saya ya Naira saya tidak tahu" ucap Raras sembari memeluk Nai dan mengusap usap punggungnya.

__ADS_1


"haha.. iya tidak apa apa buk, emang dasar Nai nya aja yang cengeng" ucap Nai sambil tertawa yang dipaksa agar situasi tidak menjadi canggung kembali.


Rafa dan Rey hanya diam menyaksikan kedua wanita itu. Tak lama setelah itu akhirnya pesanan makanan mereka pun datang dan tanpa menunggu lama mereka pun langsung mulai makan sambari terus bercerita.


Setelah selesai mereka pun segera kembali ke perusahaan. Namun sebelum mereka keluar dari cafe tersebut tiba tiba tangan Nai ditarik oleh seseorang, dan itu sukses membuat mereka terkejut. Naira yang tengannya ditarik pun langsung berbalik, saat melihat siapa pelakunya Nai pun langsung menepis tangannya dan menatam orang itu dengan tajam.


"mau apa lagi kamu?" tanya Nai tidak suka


"ikut aku" ucap pria itu sambil meraih kembali tangan Nai. Namun ditepis kembali oleh Nai dan pria itu adalah Jimy.


"aku sibuk" ketus Nai sambil melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi mendekat ke arah Raras. Namun belum sempat dia melanjutkan langkahnya tangannya kembali ditarik paksa oleh Jimy. Dan hal itu berhasil memancing emosi Raras, dengan cepat dia melangkah kearah Jimy dan Nai. Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang sudah menarik Nai dan langsung memeluknya.


🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


happy reading all....


maaf ya author baru sempat up lagi, soalnya dua hari kemarin author lagi gak enak body hehe..


__ADS_2