
"berani sekali kamu berbicara seperti itu ke saya ya" ucap Rafa tidak mau kalah "ingat saya ini atasan kamu!" tambahnya lagi sambil menunjuk nunjuk Nai
"kenapa saya mesti tidak berani, selama ini saya diam bukan berarti saya takut dengan anda, saya hanya menghargai anda sebagai bos saya, tapi saya rasa itu percuma" Nai terus mengungkap isi hatinya yang ia simpan selama ini " jangan mentang mentang anda punya uang punya kekuasaan lantas anda bisa seenaknya saja memperlakukan saya seperti ini. dan seharusnya anda sebagai atasan itu mencerminkan hal yang baik bukan malah memperlakukan bawahan anda sesuka hati anda. dan satu hal lagi, anda lebih pantas disebut sebagai pecundang dari pada CEO" sambungnya lagi lalu menarik tangan Rafa dan memberikan bungkusan yang dibawanya tadi lalu berbalik meninggalkan Rafa.
Rafa yang mendengar semua perkataan Naira hanya tertegun dan terus melihat kepergian Naira. Sampai Nai masuk kedalam lift baru Rafa tersadar dan memcoba mengejar Nai namun sayang lift sudah tertutup. Rafa pun lembali kekamarnya.
Sampai didalam Rafa duduk disofa dan meletakkan makanan yang dibawanya dimeja, dia terus memandang bungkusan itu sambil termenung.
Dia sangat tidak menyangka Naira yang selama ini dikenalnya dengan sosok penyabar dan tenang itu bisa berkata kasar seperti itu, dan dia sadar bahwa Nai seperti itu pun karna sikapnya yang terlalu seenaknya sendiri terhadap Nai.
"sepertinya dia sangat marah" ucapnya. lalu dia mengingat bagaimana dia memperlakukan Nai.
Dari dia yang selalu memberi banyak pekerjaan dikantor samapai sampai Nai harus lembur tiap hari, jika dia membutuhkan atau menginginkan sesuatu dia selalu minta pada Nai padahal biasanya itu adalah tugas orang lain namun dia sengaja menyuruh Nai, bahkan jika hari libur dia menyuruh Nai ke apartemennya untuk beres bers dan mencuci. Dan dengan sabar Nai selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Rafa.
__ADS_1
"apa aku sudah keterlaluan?" ucapnya lagi "aarrgghhhhh" teriaknya sambil mengusap kasar wajahnya. Dia jadi kepikiran dengan Nai.
Sementara Nai saat dia sampai rumah dia sudah ditunggu oleh Kara. Bahkan Nai terlihat baik baik saja seperti tidak ada yang terjadi.
"hai Ra, kok belum tidur" tanyanya pada sahabatnya itu
"nungguin kamu" ucap Kara singkat sambil memperhatikan wajah Naira
"kenapa liatin aku kayak gitu?" tanya Nai saat duduk didepan Kara
"iya aku tadi habis berantem dengan bos angkuh itu, dan aku belum makan" jawab Nai sambil tersenyum
"berantem gimana? tapi kayaknya kamu baik baik aja gak ada yang luka" ucap Kara sambil memeriksa keadaan Nai
__ADS_1
"iiihh apaan sih kamu, ya bukan pukul pukulan aku tuh. aku habis marahin dia tadi biar gak seenaknya lagi jadi manusia" ucap Nai lagi
"serius kamu? terus terus gimana? tanya Kara lagi tidak sabaran. memang sahabatnya ini paling cepat kalau diajakin ghibah.
"huuuhhh kamu itu ya" lalu Nai pun menceritakan kejadian tadi. Nai terlihat baik baik dan tenang tenang saja karna dia memang sengaja ingin berbicara seperti itu pada bosnya itu, agar bisa lebih menghargai orang yang bekerja dengannya.
Kara yang mendengar pejelasan Nai pun sangat senang, karna sebernarnya dia sudah ada rencana ingin menemui Rafa dan menghajarnya karna sudah membuat Nai susah, walaupun Nai digaji melakukan itu tapi menurutnya itu sudah diluar batas wajar dan sangat keterlaluan....
"*nai ku memang sangat hebat" gumamnya
🍓🍓🍓🍓🍓*
tunggu up selanjutnya besok malam ya...
__ADS_1
happy rading all...