
Dirumah Naira...
"apa alasan kamu gak masuk Nai?" tanya Kara
"aku bilang kalau aku lagi sakit, habisnya aku sebel banget sama manusia es itu" ucapnya cemberut
"jangan terlalu membenci Nai, ntar kamu cinta lagi" ceplos Kara. Nai yang mendengar pun tertawa
"gak mungkin, udah ah aku mau mandi dulu kamu keluar sana" jawab Nai sambil mendorong Kara keluar dari kamarnya
Saat mereka sudah diluar kamar mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar, lalu mereka terdiam dan aaling pandang.
"siapa ya Nai?" tanya Kara
"mana aku tau" jawab Nai
Mereka pun mendekat ke jendela lalu mengintip keluar, dan betapa terkejutnya Naira saat tau siapa yang datang kerumahnya. Seketika dia menjadi panik lalu berlari kekamar dan disusul oleh Kara yang bingung dengan sikap Nai yang tiba tiba menjadi panik.
"kenapa sih Nai kok malah lari, kamu kenal mereka?" tanya Kara
"aduhh.. mati deh aku Ra... gimana ni?" tanya Nai panik
"kenapa sih? ya udah aku bukain pintu dulu ya" ucapnya seraya mau meninggalkan Nai namun cepat dicegah oleh Nai
__ADS_1
"jangan Ra biarin aja, dia tu bos aku dan yang disebelahnya itu asistennya" ucap Nai
"apa?" teriak Kara
"sssttttt jangan kenceng kenceng dong Ra entar kedengeran mereka" ucap menutup mulut Kara.
"terus gimana dong? Kamu sih pake acara pura pura sakit segala, begini kan jadinya" ucap Kara kesal
"ya mana aku tau kalau mereka bakal langsung datang kesini"
Sementara Rafa dan Rey yang berada diluar bingung karna sejak tadi belum ada yang membuka pintu.
"kayaknya gak ada orang deh Raf" ucap Rey
"tapi kok gak dibukain pintu dari tadi, jangan jangan Naira kenapa napa lagi Raf" ucap Rey mulai khawatir. Rafa hanya diam tampak jika dia sedang berpikir.
"dobrak aja pintunya" ucapnya kemudian
"heh nanti kita dikira maling lagi" jawab Rey yang tidak setuju dengan Rafa
Saat mereka masih berdebat harus mendobrak atau tidak tiba tiba pintu terbuka dan keluar lah Kara. Rafa dan Rey pun bingung dan saling pandang kenapa orang lain yang keluar, bukankah ini rumah Naira, begitulah kira kira pikiran mereka.
"maaf tuan tuan mau mencari siapa ya?" tanya Kara. Rafa pun berdehem untuk menghilangkan kebingungannya dan kembali memasang wajah datarnya bak aspal baru jadi itu.
__ADS_1
Rey pun tersadar dan melakukan hal yang sama seperti Rafa, lalu dia bertanya.
"bukankah ini rumah Naira?"
"iya benar, ada perlu apa mencari Naira?" bertanya dengan sangat ramah
"oh.. Perkenalkan dulu dia ini ceo dari perusahaan tempat Naira bekerja dan saya asistennya, kami dengar jika Naira sakit makanya kami kesini ingin menjenguknya" ucap Rey menjelaskan maksud dan tujuan mereka
"wah... beruntung sekali Naira mempunyai bos yang baik dan perhatian seperti ini ya, baru sakit sehari langsung dijenguk" ucap Kara basa basi padahal dia ingin mengutuk Rafa karna sudah memperlakukan Nai sesuka hatinya itu.
Rey hanya tersenyum mendengar perkataan Kara itu sementara Rafa tidak bereaksi sedikit pun dan terus memasang wajah datarnya.
"kalau begitu silahkan masuk" ucap Kara. Rafa dan Rey pun langsung masuk karna sudah lama mereka berdiri diluar dan itu lumayan pegal bagi mereka.
"silahkan duduk, saya akan buatkan minum dan memanggil Naira keluar" ucapnya lagi
Rafa dan Rey pun langsung duduk disofa yang berada diruang tamu Nai itu. Mereka mengedarkan pandangan mereka melihat lihat isi rumah Nai. Rumah yang sangat sederhana namun sangat nyaman pikir mereka.
Tak selang berapa lama Kara pun kembali dengan membawa nampan berisi minuman dan Naira disampingnya. Terlihat wajah Nai yang pucat dan lesu lalu duduk dihadapan kedua pria itu. Entah apa yang sudah dilakukan oleh Nai pada wajahnya itu hingga bisa terlihat seperti itu.
🌾🌾🌾🌾🌾
happy reading all...
__ADS_1