
Dikantor Rafa...
Saat hendak memasuki ruangannya dia berhenti tepat didepan meja kerja Naira, namun dia tidak melihat keberadaannya lalu memutar arah kebelakang dan menatap Rey penuh arti. Rey yang ditatap seperti itu pun seolah tau apa yang dimaksud bos sekaligus sahabatnya itu.
"ah Naira tadi kirim pesan padaku dan izin bahwa hari ini dia tidak masuk karna sedang tidak enak badan" ucap Re
Rafa yang mendengar itu pun terkejut dan terlihat jika dia khawatir namun dengan cepat dia mengubah raut wajahnya datar kembali, karna tidak ingin jika Rey *** akan hal itu. Namun sayangnya Rey sudah terlanjur melijatnya.
Tanpa banyak tanya lagi dia langsung masuk keruangnnya dan begitu juga dengan Rey.
Dalam ruangnnya tampak Rafa sedang berpikir "apa yang terjadi dengannya, dan kenapa dia tidak izin langsung padaku?" gumam Rafa pada dirinya sendiri.
Rafa pun teringat akan kejadian semalam dan kata kata Nai pun terngiang kembali.
Setelah kepergian Nai dari apartemen nya dan tidak berhasil dikejar olehnya, rafa pun masuk kembali dan terus kepikiran dengan Nai bahkan dia sampai tidak bisa tidur.
__ADS_1
"apakah aku terlalu berlebihan?" gumamnya lagi, "bagaimana jika mama tau, beliau pasti akan marah besar padaku" tambahnya lagi.
Rafa mulai frustrasi memikirkan hal ini.
"ada apa dengan ku kenapa aku malah peduli dengannya, bukannya ini yang kumau agar dia tidak betah lalu mengundurkan diri" ucapnya meyakinkan dirinya bahwa ini yang diinginkan nya.
Tapi jauh didasar hatinya malah berbanding terbalik, dia menolak yang baru saja dikatakannya. Dia seperti tidak rela jika Nai kenapa napa dan apalagi sampai mengundurkan diri, dia tidak rela jika jauh dengan Nai.
"sebenarnya ada apa dengan diriku" mengusap kasar wajahnya frustrasi.
Lalu Rafa pun bangkit dari duduknya dan keluar menuju ruangan Rey.
"mau kemana sih?" tanya Rey saat lift sudah bergerak turun
"kamu tau alamat rumah Naira?" balik tanya bukannya menjawab
__ADS_1
"iya, ada di bionya, kenapa? "
"kita kesana sekarang?" ucap Rafa. Rey yang mendengar itu pun terkejut.
"kenapa, mau apa kita kesana? hari ini jadwal kita sangat padat Raf, bahkam pagi ini kita ada meeting" ucap Rey mengingatkan
"jenguk Nai, undur semua jadwal hari ini" ucapnya acuh. Karna yang ada dipikirkan nya saat ini hanya Nai, dan dia sangat ingin cepat melihat Nai.
Sementara Rey bingung dengan sifat Rafa karna tidak pernah sekalipun seorang CEO Rafa menunda pekerjaannya, pekerjaan adalah nomor 1 baginya. Namun tidak hari ini, untuk pertama kalinya dia menunda pekerjaan dan itupun hanya ingin menjemguk karyawannya yang sakit. Bahkam sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal ini, dia hanya acuh dn cuek bebek.
Namun seketika Rey tersenyum dan bepikir bahwa Rafa pasti sudah menyukai Nai, dan in adalah kabar bagus pikir Rey, dia harus memberi tahukan mama Raras, inu adalah berita besar pikirnya.
Selama diperjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara, hanya hening yang tercipta. Namun sesekali Rey memperhatikan Rafa dari kaca spion depan. Rafa terus diam dan terus memandang keluar jendela, dan ini pun hal yang pertama kali dilakukannya. Karna biasanya jika didalam mobil dia akan membuka laptop atau ponselnya untuk memeriksa pekerjaannya.
sungguh luar biasa kekuatan cinta pikir Rey sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾
happy reading all...