
Diluar ruangan tampak Rafa yang berjalan mondar mandir dengan menggigit jarinya, itu menandakan bahwa dia benar benar sangat khawatir dan panik, mama yang melihat itu pun kembali menegurnya.
"Rafa duduklah nak tenangkan dirimu Naira pasti baik baik saja" ucap mama menenagkan Rafa tapi tidak didengar olehnya dan mama hanya bisa mengembuskan nafasnya kasar, sebenarnya dia juga sangat khawatir akan keadaan Naira tapi dia juga harus tenang.
"Rafa boleh mama bertanya?" ucap Raras lagi
"hmm" jawab Rafa
"kalau begitu duduk lah dulu mama ingin bicara serius" ucapnya lagi sambil menepuk kursi kosong disampingnya dan Rafa pun menurut.
"kenapa tadi Rafa bilang kalau Naira adalah istri Rafa? tanya mama yang sejak tadi penasaran, Rafa yang ditanya seperti itu pun langsung menatap sang Mama.
"karna Rafa akan menikahinya begitu dia sembuh" jawab Rafa tanpa ragu, mama yang mendengar itu pun terkejut sekaligus senang.
__ADS_1
"benarkah nak? kamu yakin?" tanya mama
"iya ma Rafa yakin, bahkan Rafa tidak pernah seyakin ini dalam mengambil keputusan" jawabnya dengan tatapan lurus kedepan.
"tapi kenapa? kenapa tiba tiba buat keputusan seperti itu?" tanya mama lagi
"ma... Naira sudah menyelamatkan hidup Rafa, dan selama sisa hidup Rafa pula Rafa akan menjaga dan melindunginya" ucapnya
"jadi kamu ingin menikah karna merasa hutang budi pada Nai bukan karna kamu menyukainya?" tanya mama kecewa, Rafa terdiam sejenak.
"apa yang mau dipastikan nak?" tanya mama lagi penasaran
"perasaan Rafa ke Naira ma, Rafa tidak tau Rafa menyukainya atau tidak, yang jelas Rafa sangat sakit melihat Naira seperti ini dan Rafa sangat benci jika ada pria yang mendekatinya seperti dicafe tempo hari" ucapnya jujur tanpa menutupi apapun dari mamanya, karna dia rasa dia juga harus bercerita agar mendapat masukan dari mamanya karna dia tidak berpengalaman dalam hal ini.
__ADS_1
"saat dia bilang dia sakit kemarin Rafa benar benar gelisah bahkan Rafa tidak bisa fokus bekerja karna terus memikirkannya ma, dan melihat dia seperti ini rasanya jantung Rafa seperti dihujam belati tajam berkali kali, sangat sakit ma" ucap Rafa lagi dan tanpa sadar air matanya menetes deras, hatinya begitu sakit jika ingat bagaimana Naira terpental dan jatuh didepan matanya sendiri.
Mama yang mendengar penuturan anaknya itu pun langsung membawanya kepelukannya dan mengusap usap punggung Rafa agar lebih tenang, baru kali ini dia melihat anaknya serapuh ini.
Rey yang baru datang pun menghetikan langkahnya saat hendak mendekati ibu dan anak itu, dia juga sangat sedih melihat Rafa seperti itu saat dilihatnya Rafa sudah tenang baru dia melanjutkan langkahnya.
tap.. tap... tap... suara langkah Rey yang tegas dan berhenti tepat didepan Rafa lalu menepuk pundaknya menyalurkan kekuatan pada Rafa.
"bagaimana Rey?" tanya Rafa langsung berdiri saat melihat ternyata Rey yang berada dihadapannya.
"aku sudah menangkapnya dan membawanya kekantor polisi, dari pernyataan nya dia ternyata sedang mabuk berat dan tidak menyadari jika ada orang yang akan menyebrang dan karna dia takut lalu dia pun melarikan diri" ucap Rey melepaskan
"hehhh, kurang ajar aku tidak akan pernah mengampuninya dan aku pastikan dia akan mendekap seumur hidup dalam penjara" ucap Rafa berapi api dan mengepalkan tangannya kuat, dia benar benar marah..
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓
happy reading all.....