
Iya Bro it's okay. Im Fine. Ini semua kan salah gue. Btw Makasih ya bro udah maafin gue"
"Iya sama sama, Makasih kembali"
Akhirnya Dhimaz dan Khofid berpelukan layaknya Abang dan Adik.
Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Dalam kejadian sebenarnya, hati Dhimaz sama sekali belum menerima dengan keadaan Khofid dan Sarah yang sudah berpacaran, ia tetap merasa telah dikhianati oleh kedua sahabatnya itu.
"Kalian tunggu pembalasan dari gue" Ucap batin Dhimaz yang masih kesal namun tetap dengan wajah yang tenang seolah olah sudah menerima kenyataan yang ia dapat.
"Khofid? Aku haus banget...bisakah? Ucap Sarah yang memegang tenggorokannya yang terasa haus.
"Ohh tentu sayangku..."Sahut Khofid sambil mengelus lembut rambut Sarah.
Papi dan Mami Sarah hanya tersenyum melihat Khofid dan Sarah. Namun di satu sisi Dhimaz semakin panas melihat Sarah dan Khofid yang semakin mesra. Dan ia pun memutuskan untuk berpamitan pulang kerumah.
"Om? Tante? Dhimaz izin pamit pulang ya"
"Ohhh iya Dhimaz silahkan, terimasih ya nak sudah membantu membawa Sarah ke rumah sakit" Ucap Papi Sarah seraya memegang pundak Dhimaz.
"Iya Om sama sama, permisi Om Tante" Dhimaz pun berlalu pergi meninggalkan ruangan IGD.
(Di Lorong Rumah Sakit)
"Sial!!! gue tetep ga bisa terima, gue harus cari cara buat misahin Sarah dan Khofid. Pokoknya Sarah dan Khofid harus pisah!" Ucap Dhimaz sambil berjalan dilorong rumah sakit.
"Pokoknya gue harus rebut Sarah kembali dari Khofid. Ga akan gue biarin mereka bahagia. Hahahaha" Ucap Dhimaz dengan tertawa kejam.
Dengan kejadian Tersebut Dhimaz menjadi gelap hati, tidak ikhlas jika Sarah lebih memilih Khofid daripada Dirinya yang merasa lebih tampan dan lebih baik dari pada Khofid.
*Back
Setelah 3 jam di rumah sakit, Akhirnya salah satu perawat datang menghampiri Sarah dan mengatakan bahwa Sarah sudah diperbolehkan pulang dan tidak perlu rawat inap.
****
"Hufttt, Akhirnya sampai juga dirumah. Ehmm...Mami? Papi? Ara minta maaf ya? Ara janji deh ga bakal buat Mami dan Papi Khawatir lagi, Ara janji bakal jaga kesehatan Ara, kan sekarang sudah ada Gibran yang akan selalu menjaga Ara."
"Iya Sayang, Mami dan Papi yakin kalau Gibran bisa menjaga kamu dengan baik, Yasudah kalau begitu Mami dan Papi masuk ke kamar dulu ya nak, Gibran? Om dan Tante duluan ya? Kamu nanti hati hati dijalan" Ucap Mami Sarah seraya meninggalkan Sarah dan Khofid yang berada di ruang tamu.
"Baik Om Tante, terimasih ya"
"Khofidd, bisakah kamu sedikit lebih lama disini? Aku sangat rindu" Ucap Sarah manja.
"Ya bisalah sayang, Gimana sekarang kita nonton televisi saja? Sambil berbincang bincang? Mau ga?"
"Yasudah yuk!"
__ADS_1
Diruang Keluarga Khofid dan Sarah tertawa ria menonton televisi, mereka tertawa bukan karena melihat acara film yang ada di televisi, melainkan karena mengingat kejadian kejadian masa kecil mereka.
Tak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Lalu Khofid berpamitan kepada Sarah untuk pulang kerumah karena ia besok harus pergi sekolah begitupun dengan Sarah.
"Sayang aku harus pulang, ini sudah malam, kamu juga harus istirahat, aku mohon jaga kesehatan kamu ya, jangan banyak fikiran dan jangan kecapean"
"Yahh padahal kita baru sebentar bercanda tawa" Sahut Sarah merengek.
"Kamuu nih yaaa.... (sambil mecubit manja kedua pipi Sarah dengan gemesnya) Kamu itu harus istirahat Ara, aku ga mau terjadi apa apa sama kamu lagi. Ngerti?"
"Iya deh iya, aku ngerti kok, aku anterin kedepan ya? Plisss"
"Ga usah kamu disini aja, biar bik Inem yang tutup pintunya langsung nanti, jangan kamu, kamu pokoknya harus segera beristirahat, agar besok kesekolah dengan keadaan yang fresh. Okay sayang?"
"Ya udh deh iya, huftt kamu padahal aku masih pengen sama kamu"
"Suttttt...Sudahlah jangan bawel, Yasudah aku pamit ya. Cup..." Sambil mencium kening Sarah dengan lembut dan hangat.
"Iya Gibran kecilkuuu, Kamu jangan ngebut yaa, kamu harus hati hati juga dijalan" Ucap Sarah sambil memeluk Khofid.
"Iya Bawell tenang aja, aku pasti dengerin apa kata kamu kok. Da Sayangkuuu"
Lalu Khofid pergi keluar rumah dan meninggalkan Sarah.
Setelah mendengar suara honda Khofid hilang dari pendengaran Sarah, Ia pun langsung bergegas menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Sarah langsung merebahkan dirinya ke kasur untuk beristirahat.
****
Tingg...Tongg...Terdengar suara bel dari pintu luar rumah Sarah. Dan Sarah pun langsung membukakan pintu.
"Pagi Bawell"
"Ehh Pagi beb,tumben cepet banget kamu jemput aku nya? "
"Aku rindu, Hehe bolehkan kalau aku rindu sama kamu?"
"Tentu saja boleh! Aku kan kekasih kamu!"
"Huhhh kamu bisa saja"
"Yasudah yuk masuk? Apa kamu mau terusan disini kayak orang yang sedang menagih utang saja" Ucap Sarah sambil tertawa.
"Ihhh ya enggalah beb. Kamu mah ada ada aja" Sahut Khofid sambil berjalan menuju ruang makan, diikuti oleh sarah disampingnya.
Sesampainya Di ruang makan, Khofid tidak mendapati keberadaan orang tua Sarah.
"Ara Bawell? Kemana Mami dan Papi?"
"Ohh tadi mereka berangkat pagi buta, katanya ada urusan perusahaan yang harus diselesaikan dengan cepat"
"Ohhh begitu, yasudah yuk sarapan pagi, aku laperni" Ucap Khofid sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ya sudah yukk"
Setelah sekitar 20 menit bersarapan, Akhirnya Sarah dan Khofidpun berangkat kesekolah bersama. Sesekali selama diperjalanan menuju sekolah mereka bercanda tawa.
"Khofid? Kamu seneng ga mikirin aku?"
"Senang dan bingung. Senang karena memikirkan kamu tapi bingung cara melupakan kamu disaat aku mau tidur"
"Hahahahaha, Kamu ternyata bisa gombal juga ya! Yang aku tau dulu tu kamu anaknya cuek banget, malah ga pernah deket deket sama cewe, padahal kan kalo kamu mau dapet cewe mudah banget. Apalagi kalau kamu itu manis dan tampan, bahkan banyak cewe yang tergila gila sama kamu. Kamu kanTinggal pilih, bahkan kamu bisa dapat yang jauh lebih cantik dan baik dari aku"
"Ihhh kamu ngomong apaan sih, kamu tau ngga? Kamu itu jauh lebih cantik dari semua cewe yang ada didunia ini! Kamu orang kedua yang paling cantik yang pernah aku temui"
"Lah kok kedua sih? Yang pertamanya siapa?"
"Hehe maaf, yang pertamanya Mama aku"
"Hahahaha, iya iya aku tau kokkk"
Selama 10 menit perjalan, mereka selalu bercanda tawa. Sesampainya disekolah, seperti biasa Khofid memarkirkan motornya diparkiran motor sekolahnya.
"Yeayyy akhirnya sampai juga"
"Iya Bawell, yaudh kamu masuk kelas sana gih, 5 menit lagi masuk loh"
"Iya iya, aku masuk, nanti jangan lupa jemput aku ya!"
"Iya nanti setelah jam istirahat aku langsung jemput kamu kok!" Sahut Khofid sambil mencubit kecil hidung mungil Sarah.
"Okayyy, Byee Khofid!" Teriak Sarah dengan kegirangan.
Khofid yang melihat Sarah masih seperti ank kecil hanya tertawa melihat kelakuan kekasihnya yang lucu baginya.
****
Sesampainya di kelas Sarah melihat Dhimaz yang sudah menunggunya didepan pintu kelasnya.
"Hah? Buat apa Dhimaz didepan pintu kelas aku?" Batin Sarah.
"Ehhh, Hay bawel, kamu udah sampai?"
"Ya sudahlah, lihatni kan aku sudah ada disekolah. Didepan kamu malah" Ucap Sarah sambil tersenyum.
"Ngomong ngomong ngapain kau kesini? Apa ada perlu kah?"
"Iya aku ada perlu sama kamu Bawel. Soal kejadian kemaren...aku benar benar minta maaf, aku sungguh menyesal"
"Yusudah tidak apa apa, kan sudah berlalu. Aku sudah memaafkan kamu kok" Ucap Sarah sambil menepuk pelan lengan kanan Dhimaz.
"Makasih banyak ya Bawell, kamu memang sangat baik"
"Iya sama sama, aku masuk kelas dulu ya, bel sudah berbunyi. Kamu juga masuk kelas kamu sana gih"
****
__ADS_1
HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI TAMAT.