
"Iya sama sama, aku masuk kelas dulu ya, bel sudah berbunyi. Kamu juga masuk kelas kamu sana gih"
Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi seperti biasanya Khofid menghampiri Sarah kekelasnya untuk makan bersama di kantin sekolah.
"Duhhh kayanya cewe aku kecapean banget deh, sampai tertidur pulas dikelas. Lucu banget sih kamu Ara" Ucap Khofid sembari mengelus rambut Sarah.
Karena merasa ada yang menyentuh kepalanya Sarahpun terbangun dan melihat siapa yang telah membangunkan tidurnya.
"Hufttt siapa sih yang ganggu aku tidur! bikin kesal saja"
"Hay Bawelkuuu, Kamu lelah ya? Apa mau kuantar ke UKS?"
"Ehhh kamuu, Maaf aku ga bermaksud ngomong seperti ituu,aku tadi hanya mengantuk saja kok"
"Iya iya aku ngerti, kamu pasti kelelahan ya"
"Ahhh iya bisa jadii, Hehe. Yaudah yuk ke kantin"
"Bersihin dulu tuh air(iler) di bibir bawah kamu"
"Ahhh masa iya ada?" Ucap Sarah sambil membersihkan bibir bawahnya.
"Hahahaha(Pecah tawa Khofid) Kamu lucu ya, mau aja percaya sama akuu"
"Uhhh kamu usil banget sihh. Udah ah kamu pergi aja sendiri aku udh ga laper!"
"Uhhh sayangku aku hanya bercanda, Yaudah yuk kita kekantin" Ucap Khofid sambil menggendong Sarah agar ia tidak merajuk lagi.
"Ihhh kamu turunin, ga enak tau dilihat temen temen apalagi sama Guru"
"Aghhh biarkan saja, aku mau nunjukin ke semua isi sekolah kalau aku mempunyai wanita cantik yang luar biasa segalanya"
"Udah ah aku bilang turunin aku" Ucap Sarah kesal.
"Iya deh iyaa, Aku turunin"
Sesampainya dikantin Sarah dan Khofid langsung memesan makanan. Sarah kemudian melihat sekelilingnya dan dia tidak mendapati orang yang ia cari. Ya...Sarah mencari Dhimaz, namun ia tidak menemuinya.
"Fid, kok aku ga ada nampak Dhimaz ya? Padahal kan tadi dia datang ke kelas aku, masa sekarang ga ada sih?"
"Iya nih, aku juga udah liat sekitar engga ada tuh dianya. Biasanya kan dia paling antusias kalau denger bel istirahat"
"Oh iya tadikan kamu bilang kalau dia kekelas kamu. Mau apa dia? Dia ga macem macem kan sama kamu?"
"Ihhh kamu, ya enggalah, dia hanya meminta maaf, lalu setelah itu aku suruh dia masuk kekelasnya deh karena bel masuk kelas sudah bunyi"
"Hehe iya deh, maaf aku kira dia macem macem gitu sama pacar aku" Ucap Khofid sambil memegang dagu Sarah.
"Yasudah yuk habiskan makannya, habis itu kita cari Dhimaz ke kelasnya gimana?" Sahut Khofid lagi.
__ADS_1
"Nah boleh juga tuh" Ucap Sarah yang sudah mengunyah makanannya.
Setelah selesai makan, Sarah dan Khofid langsung menuju ke kelas Dhimaz untuk mencarinya. Namun setelah sampai disana Sarah dan Khofid tetap tidak menemukan Dhimaz dikelasnya.
"Duhh kita mau cari kemana lagi ni beb, mana bentar lagi kita mau masuk kelas" Ucap Khofid sambil meletakkan tangan di kedua pinggangnya
"Iyaa nihh Aku juga udah capek banget tau, pengen digendong" Sahut Sarah merengek kepada Khofid dengan maksud agar Khofid peka.
"Yaudh yuk naik" Ucap Khofid sambil tersenyum.
"Hah seriusan, Asikkk maksih ya sayangg" Lalu Sarah pun naik di atas punggung Khofid dengan penuh semangat.
"Oh iya sayang, gimana kalau kita liat dibelakang sekolah saja? Disana kan tempat yang paling aman untuk melakukan sesuatu, sepertinya Dhimaz disana deh" Ucap Sarah memberi saran.
"Oke deh, Siap meluncur tuan putriii, Shuttttt" Sahut Khofid berlari kecil sambil menggendong Sarah.
"Khofiddd jangan lari dongg aku kan takutt"
"Ehh iya maap yaaa"
Setelah sampai dibelakang sekolah,Sarah dan Khofid juga tidak menemukan Dhimaz. Lalu karena bel masuk berbunyi akhirnya mereka bergegas menuju kekelasnya masing masing.
"Yaudah ah, capek ni, pulang sekolah kita kerumah Dhimaz ya? Boleh ngga? Aku takut mana tau dia sedang sakit? Iya kan?"
"Iya sayang iya,buat kamu apa sih yang engga?"
"Yaudah deh, Bye Cuekkk(Khofid)"
"Bye Bawel kuuu"
****
"Assalamualaikum? Permisi? Apa ada orang? Dhimaz? Dhimaz? Main yuk?" Ucap Khofid sambil mengetuk pintu rumah Dhimaz sembari menahan tawa.
"Gibran! Kamu yaa, orang lagi serius juga malah bercanda, galucu tau" Ucap Sarah kesal.
"Yaudah deh aku ulang lagi nihh. Assalamulaikum? Permisi? Dhimaz?"
Terdengar suara langkah kaki orang dari dalam rumah Dhimaz yang membukakan pintu rumah Dhimaz.
"Iya sebentar... Waalaikumsallam. Ehh den Khofid? Non Sarah? Ada perlu apa ya?" Ucap salah satu pelayan di rumah Dhimaz. Yang tentunya sudah kenal dengan Sarah dan Khofid.
" Maaf bik Ijah, kedatangan kami kesini mau mencari Dhimaz. Dhimaz nya ada ngga ya bik?" Ucap Sarah dengan sopan.
"Ohh ada Non, sebentar ya bibik panggilin dulu. Non Sarah dan Den Khofid boleh tunggu diruang tamu dulu, silahkan masuk" Lalu bik Ijah pergi berlalu meninggalkan Sarah dan Khofid di ruang tamu.
(Dikamar Dhimaz)
Tok tok tok
"Maaf permisi Den Dhimaz, diluar ada Non Sarah dan Den Khofid sedang mencari Den Dhimaz"
"Benarkah bik? Yasudah sebentar lagi saya turun, terimakasih bik"
"Baik Den sama sama"
__ADS_1
"Oh bentar bik"
"Iya Den kenapa?" Ucap bik Ijah yang menghentikan langkahnya.
"Bik tolong buatkan minuman buat saya dan mereka berdua ya, trus jangan lupa cemilan nya"
"Baik Den segera saya buatkan" Lalu bik Ijah pergi meninggal kan Dhimaz yang masih berada di kamarnya.
"Ngapain sih mereka kesini? Males banget deh liat mereka berdua, apalagi nanti harus liat kemesraan mereka berdua. Ah sial" Batin Dhimaz merengek.
Tak lama sekitar 10 menit berlalu, lalu Dhimaz memutuskan untuk segera keluar dari kamarnya untuk menemui Sarah dan Khofid di ruang tamu.
"Hay Bawel? Hay Fid? Sorry ya lama, gue baru bangun soalnya(Padahal engga)" Sapa Dhimaz.
"Hay Dhimaz?" Sahut Sarah.
"Hay Dhim?" Sahut Khofid.
"Kamu kemana kok dari tadi kami cariin engga ada disekolah? Padahalkan tadi pagi kamu datang menemui aku dikelas?" Ucap Sarah dengan bingung.
"Ahh iya tadi pagi aku emang datang sebentar kesekolah, tapi sebelum jam istirahat aku pulang kerumah karena merasa engga enak badan" Ucap Dhimaz dengan malas.
"Ohhh begitu ya? Ya udah sini cobak aku pegang" Belum sempat Sarah memegang kening Dhimaz tangan Sarah langsung ditepiskan dengan pelan oleh Khofid.
"Ehmm, gausah biar aku saja" Ucap Khofid dengan kesal.
"Kamu kenapa sihh, cemburu yaa? Uhhhh sayang aku cemburuan banget sihhh,kan aku cuma mau rasain panas badan Dhimaz" Ucap Sarah sambil mencubit geram pipi Khofid.
"Ya iyalah aku cemburu, kan kamu pacar aku, walapun Dhimaz sahabat kita tetap aja aku cemburu apalagi dia cowo" Jawab Khofid sambil melipatkan kedua tangannya di dada ia.
"Iya deh maaf, ga bermaksud kok" Ucap Sarah menggoda Khofid.
"Ehmm...Ehmm...Bisa ngga jangan pacaran disini?" Ucap Dhimaz dengan nada kesal.
"Ehhh maaf Dhimaz lupa" Sahut Sarah.
"Yasudah tujuan kalian kesini apaa?" Tanya Dhimaz masih dengan nada yang kesal.
"Kami cuma mau tau keadaan kamu saja kok" Sahut Khofid.
"Ohhh begitu yasudah, silahkan kalian pulang, Aku mau istirahat, aku lelah dan ngga enak badan"
"Ya sudah kami pamit dulu ya? Kamu jangan lupa minum vitamin" Ucap Sarah sambil menepuk pelan pundak Dhimaz.
"Iya Bro bener tu kata pacar gue. Lu harus perbanyak minum vitamin biar ga lemes" Sahut Khofid sambil merangkul Sarah.
"Iya iya udah sana pulang" Lalu Dhimaz menutup pintu rumahnya.
(Dikamar Dhimaz)
"Gilak! mereka semakin hari semakin dekat aja! Jelous banget gue liat nya, Sumpah demi apapun gue harus cepat misahin mereka berdua secepatnya!" Ucap Dhimaz sedikit teriak dan mengepal kedua tangannya.
****
HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI TAMAT.
__ADS_1