Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 18 - Betemu Kembali


__ADS_3

"Biasa lah Sarah, maklum belum tenang, biasanya ada hal yang belum tersampaikan, makanya di gentayangan"Sahut Angga dengan tenang


"Yaudah yuk lanjut, semoga ga jumpa yang aneh aneh lagi!" Ucap Sarah


Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Belum sampai Sarah dan Angga berjalan menuju ruangan Khofid, Sarah kembali dipertemukan dengan sosok anak kecil.


"Ehh Ada bola" Ucap Sarah mengambil sebuah bola di dekat kakinya


"Sarah lepas itu bukan bola" Ucap Angga yang meraih bola ditangan Sarah


"Apaan sih ini bola tauu" Sahut Sarah menepis tangan Angga


"Kak tolong kembaliin dong kepala aku" Ucap sosok anak kecil yang ada di depan Sarah


"Ga ada kepala disini dek, ini juga kakak pegang bola bukan kepa....Huaaaaaaa" Sarah melempar kepala sosok anak kecil dengan ketakutan.


"Duhhh kakak, kan kepala aku jadi lari lagi dehh" Ucap sosok anak kecil itu lagi. Lalu anak kecil itu pergi berlalu mengejar kepalnya yang menggelinding dengan cepat.


"Angga cepet jalan lagii, aku takut ngga, takut ketemu yang aneh aneh lagi,Huaaaa" Rengek Sarah


"Iya iya ni udah hampir sampai" Ucap Angga yang membantu mendorong kursi roda Sarah.


Sesampainya diruangan Khofid Sarah melihat suster Angel yang tadi mengganti kantung infus milik Sarah. Sarah melihat sosok nenek itu kembali yang tadi sebelumnya ia lihat pada saat di ruang perawatannya.


"Suster Angel?" Sapa Sarah


"Ehh Sarah? Kok malem malem gini kamu malah keluar? Harusnya kamu tu istirahat sayang biar kamu cepat pulih" Sahut suster Angel kemudian tersenyum manis pada Sarah


"Maaf suster cantik, Sarah tidak tahan terlalu lama diruangan, jadi Sarah kesini deh" Kata Sarah yang menggaruk kepala tidak gatal


"Kamu kesini ngapain sayang? Ini saudara kamu ya?" Tanya suster Angel


"Ini sahabat sekaligus kekasih saya sus" Ucap Sarah yang tersenyum


"Pantas saja, kamu sama dia cocok, sama sama cantik dan tampan" Ucap suster Angel yang memuji


"Terimakasih suster, Suster gakalah cantik juga kok" Sahut Sarah


"Sarah boleh tidak kita mengobrol sebentar diluar?"


"Boleh kok suster"


"Angga gue titip Khofid ya sebentar" Pinta Sarah pada Angga yang dibalas dengan anggukan.

__ADS_1


Sarah mengikuti Suster Angel keluar ruangan untuk duduk di bangku depan ruangan tempat Khofid dirawat.


"Kenapa ya suster? Apa ada masalah dengan kesehatan Khofid?" Tanya Sarah dengan penasaran


"Tidak sayang, tidak ada masalah dengan kekasihmu" Ucap suster Angel


"Lalu suster?" Tanya Sarah lagi


"Maaf Sarah, tadi kamu sempat bilang kalau kamu melihat ada nenek nenek dibelakang saya, apakah itu benar Sarah?"


"Bener sus, Nenek itu sekarang masih ada dibelakang suster"Jawab Sarah dengan melirik nenek yang ada dibelakang suster Angel.


Suster Angel membuka handphone miliknya dan melihatkan foto pada Sarah.


"Apakah seperti ini orangnya Sarah?"


"Ya sus! persis dan mirip sekali"


"Nenek kenapa nangis?" Tanya Sarah pada sosok nenek yang ada dibelakang suster Angel.


"Kamu bilang apa Sarah? Nenek menangis?" Tanya Suster Angel dengan penasaran


"Iya suster nenek anda menangis" Jawab Sarah


"Sarah tolong tanyakan, apa yang membuat dia menangis" Pinta suster Angel


"Baik sus"


"Cuu, tolong sampaikan pada cucu saya Angel jangan pulang kerumah" Ucap sosok nenek diikuti oleh Sarah agar suster Angel dapat mendengar apa kata sang nenek.


"Tanyakan Sarah kenapa aku tidak boleh pulang? Dan dimana nenek sekarang, kenapa sudah 1 bulan nenek tidak pernah kembali?" Tanya Suster Angel lagi.


"Cuu, jangan pulang, Ayah mu akan membunuhmu malam ini juga, jika kamu pulang" Ucap sosok nenek diikuti oleh Sarah


"Apa alasan dia mau membunuhku nek? Dan kenapa nenek belum kembali?"Tanya suster Angel yang sudah menangis sesegukan


"Cuu, Ayah mu sudah gila semenjak kehilangan ibumu 2 bulan yang lalu. Dia selalu berusaha untuk bunuh diri, tapi sebelum melakukan itu, dia ingin membunuh kita terlebih dahulu" Jawab sang nenek


"Nek? Apa yang sudah terjadi pada nenek? Jawab Angel nek" Ucap Suster Angel yang terus meneteskan airmatanya.


"Angel sayang, dengarkan nenek, kamu cukup lapor polisi bahwa nenek ada ditaman belakang rumah kita. Sudah 1 bulan Nenek dikubur oleh ayah mu disitu cu. Dan satu hal lagi, pulanglah kekampung dan temui Adit, dia akan menjaga dan sekaligus menjadi calon suami mu cu" Ucap sang nenek menjelaskannya melalui Sarah.


"Adit? ADIT LUCIAN teman kecil aku nek?" Tanya Suster Angel yang sudah mulai memberhentikan airmatanya


"Iya cu, Adit teman kecil mu, dia sudah kukirim pesan sejak ibu kamu meninggal dunia. Dia janji akan menjaga dan mencintaimu sekaligus menjadi calon imam yang baik untuk mu" Jawab sang nenek melalui perantara Sarah kembali


"Nenek, kumohon tenanglah disisinya, Angel janji akan menepati janji dan mengikuti semua permintaan nenek" Jawab Suster Angel yang menyerka Air matanya.


BRAKKK!!!

__ADS_1


Tubuh Sarah tumbang dan sudah tak sadarkan diri. Suster Angel yang melihat keadaan Sarah langsung memanggil suster lain untuk membantu membawa Sarah kembali keruang perawatannya.


****


Jam diruangan Sarah sudah menunjukkan pukul 06:30. Sinar mentari masuk melalui celah celah jendela gorden yang digeser. Memberikan kehangatan cahaya pagi untuk Sarah.


Merasa hangat diruangan Sarah terbagun dengan keadaan yang sangat lemah.


"Aduh tubuhku rasanya sakit semua" Keluh Sarah.


"Ara kamu sudah bangun sayang?"Ucap wanita paruh baya yang suaranya sudah tentu tidak lagi asing bagi Sarah.


"Mami? Kenapa Mami dan Papi bisa ada disini? Apa Mami dan Papi tidak kerja?" Tanya Sarah


"Bagaimana bisa kami meninggalkan kamu dengan keadaan yang kaya gini sayang?" Ucap Mami Sarah dengan nada khawatir.


"Sarah tidak apa apa Mi. Sarah sudah sehat kok" Ucap Sarah dengan semangat terpaksa.


"Ara boleh Mami tanya sesuatu sayang?"


"Tentu Boleh Mi, Mami mau tanya Apa?" Ucap Sarah menatap Mami dan Papinya bergantian.


"Apa yang kamu lakukan semalam nak? Kata suster kamu ditemukan pingsan didepan ruang Gibran. Apakah itu benar nak?"


"Mana mungkin Ara bakal bilang sama mami kejadian sebenarnya, pasti Mami dan Papi ga bakal percaya, lebih baik Ara simpan ini sendiri saja" Ucap Batin Sarah


"Ara kamu denger kan nak apa kata Mami? Ara Hayy? Kok melamun sih?" Kata Mami Sarah yang melambaikan tangannya di wajah Sarah


"Ehh iya mi, maaf, Ara semalam hanya ingin keruangan Khofid. Tapi pada saat Ara mau masuk tiba tiba Ara melihat kucing hitam Mi, jadi Ara terkejut, trus Ara teriak habis itu Ara sudah tak sadarkan diri dan tau tau udah disini aja deh" Jawab Sarah dengan asal asalan.


"Kamu sedang tidak berbohong kan sayang?" Tanya Mami Sarah yang meyakinkan dirinya dan suaminya.


"Tentu tidak Mami, mana mungkin Ara membohongi Mami dan Papi" Ucap Sarah yang kemudian memberikan senyuman termanisnya.


"Baiklah sayang, syukurlah tidak ada hal lain yang menimpamu" Timbal Papi Sarah yang sejak tadi hanya mendengar dan memperhatikan perbincangan Antara Istri dan anaknya.


"Iya Papi, Papi ini sudah pukul 07.00 WIB. Apa Papi dan Mami tidak bekerja?"


"Iya sayang, Papi dan Mami akan kembali bekerja, tapi berjanjilah untuk satu hal" Ucap Papi Sarah yang menyodorkan jari kelingkingnya pada Sarah.


"Iya Papi apa itu?" Jawab Sarah sembari tersenyum.


"Berjanji untuk tidak membuat Mami dan Papi mu khawatir lagi. Bisa sayang?"


"Tentu bisa papi" Sarah membalas kelingking Papinya dengan mengaitkan kelingking Ia dan Papinya.


"Baiklah, jaga dirimu Ara, Papi dan Mami akan kembali setelah pulang kerja sore nanti" Sahut Mami.


Sebelum pergi, seperti biasa Mami dan Papi Sarah memberi pelukan dan kecupan hangat di dahi dan kedua pipi putrinya.

__ADS_1


****


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.


__ADS_2