Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 17 - Malam Yang Panjang


__ADS_3

"Iya iya, kan itu maksud aku jagain kamu bawel"


Mendengar ucapan Angga yang menyebut Sarah dengan sebutan bawel, seketika Sarah teringat akan sahabat sahabat sekaligus kekasihnya saat ini.


"Khofid sayang, Dhimaz" Ucap Sarah dengan suara Lirih.


Sebelum baca jangan lupa klik vote dan like yaa, Jika perlu tambahkan ke favorit jadi bisa liat kapan UP nya hehe. Dukungan pembaca sangat berarti buat author😢. Terimakasih. Selamat membaca😊


****


"Angga? Kamu mengingatkan aku kepada Khofid dan Dhimaz" Ucap Sarah dengan suara bergetar


"Mengingatkan? Aku tidak bilang apa apa ke kamu"


"Kamu bilang Bawel. Bawel itu nama panggilan sayang Khofid dan Dhimaz pada aku"


"Benarkah Sarah? Maaf aku tidak sengaja" Berucap penuh sesal.


"Sudahlah tidak apa apa, lagian kamu juga belum tau kan, Tapii..."


"Kenapa Sarah?"


"Aku belum pernah melihat Dhimaz menjengukku selama aku dirumah sakit" Ucap Sarah yang menangis sudah membasahi kedua pipinya


"Dhimaz? Siapa dia?"


"Dhimaz itu sahabat aku dan Khofid dari sejak kami SD. Dia pernah menyukai aku, dan aku mengira aku juga menyukai dia, tapi ternyata aku salah, Aku sudah jatuh cinta pada sahabat kecil aku yaitu Khofid dan kami sudah menjalin hubungan, dan semenjak Dhimaz mengetahui itu dia selalu saja menghindar dari aku dan Khofid"


"Lalu? Kemana dia sekarang? Mengapa dia tidak melihat keadaanmu dan Kekasihmu Khofid?"


" Aku tidak tahu" Ucap Sarah lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan


"Angga aku mau nanya sama kamu, boleh tidak?"


" Tentu boleh Sarah"


"Apakah kamu tidak pernah melihat seorang lelaki berpostur tinggi putih memakai kacamata keruangan aku? Bukankah kamu bilang kalau kamu tidak pernah beranjak dari bangku yang ada didepan ruangan Khofid" Ucap Sarah dengan penasaran


"Entahlah, aku lupa, sebentar aku akan coba mengingatnya" Sahut Angga


*FLASHBACK


Pada saat kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Sarah dan Khofid, Dhimaz membantu para warga membawa Sarah dan Khofid ke rumah sakit, Ia begitu panik melihat keadaan kedua sahabatnya yang begitu tragis.


Karena cemas Dhimaz langsung memberi kabar pada orang tua Sarah dan Khofid kalau anak mereka mengalami kecelakaan yang tragis.


Seminggu sesudah kecelakaan Dhimaz kembali melihat keadaan Sarah yang sudah seminggu terbaring lemah dan mengalami koma. Dhimaz begitu cemas dan khawatir terhadap Sarah.


"Ya Tuhan tolong sembuhkan Sarah, Aku memang menginginkan Sarah dan Khofid pisah, tapi tidak begini caranya, sembuhkanlah Sarah ku Ya Tuhan" Ucap Dhimaz yang terus mondar mandir didepan ruangan Sarah sembari menggigit kedua ibu jari tangannya.


"Kalau terjadi apa apa sama Sarah gimana? Aku sungguh tidak ingin Sarahku mati begitu saja karena kecelakaan!" Ucap Dhimaz yang terus menatap Sarah dari balik kaca luar ruangan Sarah


"Itu anak kok bolak balik kaya setrikaan ya disana" Ucap Angga yang menatap Dhimaz dengan heran karena bolak balik tanpa henti.

__ADS_1


"Sudahlah tak usah kupikirkan, yang harus aku pikirkan sekarang aku harus mencari Pacarku" Ucap Angga kembali dan menundukkan kepalanya.


*BACK


"Ohhh aku ingat Sarah! Seminggu yang lalu dia datang keruangan mu, tapi dia tidak masuk, dia hanya terus mondar mandir di depan ruanganmu tanpa henti"


"Lalu?" Tanya Sarah lagi


"Dia hanya melihat ke arah dalam ruangan kamu"


"Maksudnya?" Tanya Sarah lagi


"Ya maksud aku, dia hanya melihatmu dari kaca luar ruangan"


"Dia seperti orang dengan wajah yang penuh sesal, entahlah aku tidak tau apa yang disesalkannya"


"Benarkah Angga? Mengapa dia tidak menghampiriku masuk kedalam? Aku bingung dengan keadaan seperti ini" Ucap Sarah


"Angga?" Ucap Sarah


"Ya Sarah? Ada yang bisa kubantu?" Sahut Angga


"Bisakah kau membawaku keruangan Khofid? Aku sungguh rindu padanya"


"Tentu bisa, aku akan menemanimu agar kau tidak diganggu sama makhluk lain"


"Terimakasih Angga"


"Iya Ngga, makasih"


****


Tibalah Sarah dan Angga di lorong rumah sakit, Sarah begitu terkejut melihat penampakan penampakan yang sangat mengerikan.


Ia melihat begitu banyak darah dan nanah berceceran dimana mana, ditambah bau amis yang dikeluarkan dari darah dan nanah yang sudah membusuk membuat Sarah hampir pingsan.


"Angga aku takut, disini juga sangat bau" Ucap Sarah bergetar


"Sarah, tutup mata kamu, jangan melihat mereka, Jika kamu tidak tahan baunya tahan nafas kamu sebentar ya, sebentar lagi kita sampai kok"


Tiba tiba sosok suster ngesot sudah muncul di depan kursi roda Sarah. Suster itu berwajah hancur penuh darah, tangannya penuh luka luka sayatan yang mengeluarkan nanah dan bau amis yang sangat menyengat, kedua kakinya putus, mungkin itulah sebab iya tidak bisa berjalan.


"Ang...Angga kok berhenti?"


"Itu tuh, mbak suster didepan kursi roda kamu"


"Mbak suster? benarkah? Syukurlah ada suster disini" Ucap Sarah yang membuka kedua matanya.


"Aaaakkkkkk, suster ngesott, Huaaaa" Sarah kembali menutup matanya karena ketakutan.


"Angga kamu kok ga bilang sih kalau itu bukan suster asli tapi suster ngesot" Ucap Sarah kesal.


"Hehe maaf aku lupa, yaudah bentar aku suruh mbak susternya minggir dulu"

__ADS_1


Angga menyuruh mbak suster minggir, tapi mbak suster terlalu lambat untuk minggir karena ia mengesot.


"Sini mbak saya bantuin" Ucap Angga yang mengangkat tubuh mbak suster.


"Udah tu dah pergi mbak susternya"


"Yaudah ayuk jalan lagi, aku takut nanti ada lagi yang mampir" Ucap Sarah yang penuh dengan ketakutan


Belum lama ia dan Angga berjalan, Sarah kembali dipertemukan sama sosok pocong.


"Angga? Kenapa berhenti lagi sih? Jangan bilang ada yang mampir lagi?"


"Iya nih Sarah, Ada om om jelek banget, bau lagi"


Sarah kembali membuka matanya perlahan dengan penuh ketakutan, ia masih takut jika melihat sosok halus lagi dan ia juga belum terbiasa jika harus bertemu dengan penampakan penampakan yang mengerikan.


"Akkkkk, Om pocong ngapain sih, itu aduhh matanya bolong om, banyak belatung lagi hihhh, minggir dong om, om bauk banget,udah berapa lama sih ga mandi" Ucap Sarah yang bergidik ngeri.


Angga hanya tertawa mendengar ucapan ucapan Sarah.


"Om awas ga, saya mau lewat nih, om mandi dulu sana deh, trus itu tuh matanya jangan dicopot pasang lagi om, biar belatungnya ga tidur nyenyak dimata om" Ucap Sarah kembali


"Tolong saya neng" Ucap sosok pocong itu


"Tolong apa om? Minta tolong sama kantor polisi noh, saya ga bisa apa apa" Ucap Sarah yang sudah mulai memberanikan diri dengan keadaan


"Tolong bantuin saya neng" Ucap sosok pocong itu lagi


"Duhh om, kan dah saya bilang, minta tolong tu sama pak polisi, saya ga pande apa apa om" Ucap Sarah yang mulai kesal.


"Tolong neng tolong saya" Ucap sosok itu kembali


"Ihhh rewel ya om ocongnya Angga" Kata Sarah


"Iya nih om ocong" Ucap Angga menahan tawa


"Emang om mau minta tolong apa sih?" Ucap Sarah yang sudah kesal dengan keadaan


"Tolong bantuin saya cari jodoh neng, maklum dari saya masih hidup sampe sekarang pas saya mati belum pernah pacaran" Ucap sosok pocong itu


"Caelah ommm, ngomong kek dari tadi, om kalau mau cewe. Noh tadi disana saya jumpa suster cantik mulus om, bening lagi" Ucap Sarah sembari menunjuk kebelakang dengan jempol kanannya.


"Wah, serius neng! Makasih ye, saya mau kesana dulu deh" Ucap sosok pocong lalu ia berlalu pergi meninggalkan Sarah dan Angga.


"Ada ada aja ya hantu jaman sekarang" Ucap Sarah mendengus


"Biasa lah Sarah, maklum belum tenang, biasanya ada hal yang belum tersampaikan, makanya di gentayangan"Sahut Angga dengan tenang


"Yaudah yuk lanjut, semoga ga jumpa yang aneh aneh lagi!" Ucap Sarah


****


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.

__ADS_1


__ADS_2