Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 19 - Kunjungan Suster Angel


__ADS_3

"Baiklah, jaga dirimu Ara, Papi dan Mami akan kembali setelah pulang kerja sore nanti" Sahut Mami.


Sebelum pergi, seperti biasa Mami dan Papi Sarah memberi pelukan dan kecupan hangat di dahi dan kedua pipi putrinya.


Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini😊 Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Sudah 3 hari Sarah melakukan perawatan dirumah sakit. Sarah sudah menjalankan pemeriksaan pemeriksaan dari dokter. Untungnya tidak ada luka serius didalan tubuh Sarah kecuali penyakit LEUKIMIA nya yang saat ini masih ia derita.


Hari demi hari Sarah selalu ditemani oleh Angga sahabat barunya yang tak terlihat, Sarah begitu merasa aman ketika berada didekat Angga. Walaupun Angga tak kasat mata sama seperti yang dilihat oleh Sarah, Tapi Sarah merasakan perbedaan perbedaan antara Angga dan makhluk makhluk lainnya yang tak kasat mata.


Pukul 10.00 WIB Sarah kedatangan seorang tamu cantik dan pemuda tampan yang datang untuk menjenguknya.


"Pagi Sarah?" Sapa Suster Angel.


"SUSTER ANGEL!!!" Teriak Sarah.


"Iya sayang?"


"Kapan suter kembali? kenapa tidak menjenguk Sarah setelah kejadian itu?" Rengek Sarah


"Sarah maafin saya, setelah saya mengantarkan kamu keruang perawatanmu saya langsung menelpon kantor polisi untuk menangkap Ayah saya. Saya begitu takut saat itu Sarah, dan saya terlalu khawatir dengan jasad nenek saya yang belum dikebumikan dengan baik. Maafin saya Sarah saya belum sempat menjenguk mu" Ucap Suster Angel menjelaskan.


"Lalu setelah mengurus itukan Suster bisa menjenguk Sarah? Kenapa tidak suster lakukan?" Tanya Sarah kembali


"Sarah, saat setelah melakukan pemakaman yang layak pada nenek saya, saya melakukan perjalanan pulang kampung untuk menemui seseorang yang sudah dipesankan nenek kepada saya melalui kamu pada saat malam itu sayang"


"Apakah ini orang yang suster maksud?" Ucap Sarah yang menunjuk pemuda tampan yang tepat berada disamping suster Angel.


Suster Angel mengangguk dengan senyum terpancar indah diwajahnya yang cantik jelita.


"Jadi ini yang namanya Sarah, makasih ya, berkat kamu saya jadi bisa bertemu dengan teman kecil saya dan menikah dengan nya" Ucap sosok tampan dengan ramah.


"Hehe iya om, maaf sarah tidak membantu banyak, hanya beberapa hal kecil saja" Sahut Sarah dengan nada yang merendah


"Siapa sangka Sarah? Hal kecil kamu bisa berdampak sangat baik buat orang banyak? Saya berterimakasih banyak pada kamu Sarah, berkat kamu sekarang saya bertemu kembali dengan orang yang saya cintai" Ucap sosok tampan memberikan senyum dan mengelus lembut kepala Sarah.


"Iya om sama sama" Sarah mengangguk pelan dan membalas senyumannya

__ADS_1


"Sarah saya minta maaf ya sekali lagi, dan saya juga berterimakasih sekali pada kamu Sarah" Suster Angel memeluk tubuh Sarah dengan hangat.


"Sama sama suster cantikk"


"Kamu juga Cantik kok sayang, jangan begitu deh, kan saya jadi minder nih" Sahut suster Angel.


"Ha ha ha" Tawa kecil keluar dari mulut Sarah, Suster Angel dan suaminya.


"Oh Iya HWD ya suster cantik dengan om ganteng nyaa! Hehe"


"HWD? Apa itu Sarah?" Tanya Suster Angel dengan penasaran


"Ihhh suster mah ga gaoll, HWD tuhhh (Happy Wedding) suster cantikk" Ucap Sarah kemudian tertawa kecil


"Kamu ya, Anak kecil sudah tau saja istilah istilahnya, Ha ha ha" Timbal Suster Angel.


"Sarah ni saya ada sesuatu buat kamu" Ucap Suster Angel menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah muda berbalut dengan pita berwarna merah.


"Wahh, apa itu sus? Sepertinya imut, dari kotaknya saja sudah nampak lucu" Balas Sarah.


"Ini hadiah kecil dari kami berdua, ya kan mas?" Ucap suster Angel kemudian menyenggol pelan bahu kanan suaminya.


"Iya Sayang iya, ini dari kami berdua Sarah untuk kamu" Sahut Adit suami Suster Angel


"Boleh Sarah buka sekarang ga Sus hadiahnya?" Tanya Sarah


"Terserah kamu sayang, itu hak kamu" Jawab Suster Angel dengan ramah.


Dengan tidak sabaran Sarah kemudian membuka kotak kecil dengan penuh rasa penasaran.


"Wahhhh ini cantik sekali Suster, ini...ini kalung yang sangat unik dan cantik" Ucap Sarah yang berdecak kagum melihat keindahan kalung itu.


Sarah mendapatkan sebuah kalung berwarna emas silver, dengan hiasan liontin yang ada lonceng kecil didalamnya dan dipinggir liontin terdapat berlian berlian mungil sudah tertata rapi menghiasi liontin itu dengan indah.


"Kamu suka kan Sarah?" Tanya Suter Angel sambil menepuk pelan pundak Sarah.


"Tentu suka Suster, ini sangat cantik sekali, makasih banyak ya suster, Sarah janji, Sarah bakalan jaga kalung ini dengan baik" Ucap Sarah yang kemudian memeluk kalung itu didadanya.


"Syukurlah kalau kamu suka sayang, Kami kira kamu bakal menolaknya"


"Bagaimana bisa Sarah menolak pemberian seindah dan secantik ini Suster"

__ADS_1


Suster Angel hanya tersenyum melihat Sarah begitupun sengan Adit suaminya. Tak lama setelah Sarah membuka hadiah dari Suster Angel, ia pun berpamitan karena ada urusan yang harus diselesaikannya.


"Saya pamit dulu ya Sarah, jaga diri kamu baik baik, saya yakin besok dan seterusnya kamu akan menjadi anak yang berguna bagi banyak orang" Ucap Suter Sarah yang berpamitan sambil mengelus rambut Sarah.


"Kenapa cepat sekali suster menjenguk Sarah?" Ucap Sarah


" Maaf sayang, kami masih ada urusan lain yang harus kami lakukan" Sahut Suster Angel


"Ya sudah deh kalau begitu" Ucap Sarah dengan wajah murung.


"Kami bakal mengunjungi mu lagi kok, kalau perlu kami mampir kerumah kamu"


" Benarkah Suster? Asikkk" Sahut Sarah kegirangan.


"Iya cantikk, yasudah kami pamit dulu ya Sarah, Daaa, sampai jumpa lagi" Ucap Suster Angel sembari mengelus rambut Sarah.


"Iya Suster, Hati hati dijalan ya dan... Semoga cepet dapet momongan ya Om dan Suster" Sahut Sarah


"Aamiin. Makasih ya Sarah" Ucap Suster Angel dan suaminya dengan serentak.


Tak lama setelah Suster Angel dan suaminya pergi dari ruangan Sarah, seorang perawat datang menemui Sarah dan memberikan kabar bahwa Sarah sudah boleh pulang hari ini.


"Permisi dek Sarah" Ucap Suster muda itu menyapa Sarah dengan senyum khasnya.


"Iya suter?" Jawab Sarah dengan tersenyum ramah pada suster muda itu


"Saya mau memberikan kabar baik untuk kamu" Ucap Suster muda kembali.


"Kabar baik apa itu sus? Apa kabar baiknya saya sudah boleh pulang hari ini?" Tebak Sarah asal asalan. Siapa sangka tebakan Sarah ternyata benar.


"Yapss, betul sekali, kamu sudah boleh pulang hari ini. Dokter bilang kondisi kamu sudah baik, hanya penyakit Leukimia kamu saja yang belum bisa disembuhkan. Kamu masih harus rutin kemotrapi agar kamu bisa cepat pulih seperti sedia kala"


"Kalau masalah penyakit Sarah ini, Sarah ga masalah kok sus, ini juga bentar lagi sembuh" Ucap Sarah berusaha meyakinkan pada dirinya bahwa ia pasti akan sembuh dari penyakitnya.


"Kamu hebat Sarah, kamu tidak sedikitpun tampak seperti orang yang sakit. Kamu sangat pandai menyembunyikan sakit kamu demi memperlihatkan pada semua orang bahwa kamu baik baik saja." Ucap suster muda memuji Sarah.


"Suster jangan terlalu memuji. Nanti Sarah jatuh loh kan sakit" Sahut Sarah


"Ha ha ha" Tawa kecilpun bersahutan Antara suster muda dengan Sarah.


****

__ADS_1


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.


__ADS_2