
Sebelum Baca Jangan lupa Klik Fav(❤), Like❤ dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini😊 Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Keesokan harinya Sarah meminta izin kepada Papi dan Maminya untuk berkunjung kerumah sakit dan menjenguk Khofid. Mami dan Papi Sarah mengizinkan Sarah untuk berkunjung tapi dengan syarat Ia harus mau diantar supir pribadinya.
Dengan malas Sarah mengiyakan perkataan kedua orang tuanya agar ia mendapatkan izin demi menjenguk kekasih hatinya.
Diperjalanan Sarah begitu banyak melihat makhluk makhluk halus berkeliaran bebas seperti hewan marga satwa yang lepas.
"Dihhh serem amat hihh" Ucap Sarah yang bergidik ngeri melihat pemandangan yang tidak mengenakkan dimata.
"Apanya yang serem Non?" Tanya supir Sarah yang sedari tadi memperhatikan Sarah dengan tingkah anehnya yang duduk di kursi belakang bersama Angga.
"Engga pak ga ada kok, tadi serem banyak yang lepas" Sahut Sarah seraya tertawa kecil
" Lepas gimana maksudnya non?" Tanya supir itu kembali.
"Itu tuh pak banyak hewan lepas tadi. Hehehe"
Sang supir hanya mengiyakan ucapan Sarah yang terlihat aneh menurutnya. Iya kembali memfokuskan diri pada jalan raya yang begitu ramai pengendara baik mobil, kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Setelah melakukan 20 menit perjalanan, akhirnya Sarah sampai dirumah sakit XX tempat ia dan Khofid dirawat.
"Sarah kamu ga mau beli buah dulu?" Tanya Angga yang ikut turun dari mobil Sarah
"Iya yah, untung kamu ingetin Ngga. Yaudah yuk kita kesana dulu" Ucap Sarah yang berjalan menuju tokoh buah yang ada disebrang jalan rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di toko buah Sarah memilih buah buahan segar seperti Anggur, Jeruk, Apel, Pisang, dan Mangga.
"Mang? Buah ini ya, Di bikin jadi satu ya Mang, Trus dihias rapi ya Mang soalnya buat jenguk orang" Ucap Sarah yang menyodorkan buah buahan pilihannya tadi.
"Oke siap Neng. Keranjang buahnya mau yang mana Neng?" Tanya pemilik toko buah
"Ohh itu aja Mang. Lebih manis bentuknya"
Selesai dari toko buah Sarah melanjutkan berjalan dan menyebrang kerumah sakit. Saat mau menyebrang Sarah melihat sosok ibu hamil yang berjalan sambil memegang perutnya yang buncit.
"Ehhh itu si ibu mau nyebrang ya? Mana ramai banget lagi ntar kalau ketabrak gimana? Duh kasian banget sih" Sarah memperhatikan sosok ibu ibu itu dengan harap cemas semoga tidak terjadi apa apa pada si ibu.
"Eh Sarah mau kemana?" Tanya Angga
"Itu tuh mau tolong ibu hamil disana" Tunjuk Sarah pada sosok ibu hamil
"Gausah ga bakal kenapa kenapa juga kok, udah biarin aja, yang ada kamu nanti kenapa kenapa" Jelas Angga
"Pantesan aja nembus tuh mobil" Gumam Sarah.
"Kan tadi udah aku bilang biarin aja" Sahut Angga dengan nada kesalnya.
"Hehe maaf, aku belum bisa bedain mana yang hantu mana manusia" Sarah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Udah ah yuk, ntar ga jadi lagi kamu jenguk Khofidnya" Ajak Angga yang menarik tangan Sarah.
"Oh Iya kan sampai lupa gara gara tuh BuMil(Ibu Hamil)" Sahut Sarah yang mengikuti langkah Angga
Sesampainya didalam rumah sakit Sarah langsung menuju ruang tempat Khofid dirawat. Walau dalam keadaan yang teramat sedih Sarah tetap memancarkan senyuman manisnya kepada orang orang sekalipun tidak dikenal olehnya.
__ADS_1
"Pagi Sayang aku dateng nih bawa buah buat kamu. Ini juga ada buah kesukaan kamu loh." Ucap Sarah sembari duduk disamping ranjang Khofid.
"Kamu kok belum bangun juga sih jam segini? Udah pagi ayok bangun, ngga baik tau kalau kamu jam segini aja belum bangun. Ayolah sayang bangun" Sarah mengguncang pelan kedua bahu Khofid.
"Khofid aku mohon bangun, kenapa kamu tidur terus sih!!! Aku saja sudah bangun, kamu harusnya juga sudah bangun Khofid!! Ini sudah hampir satu bulan dan kamu belum bangun bangun. Hiks hiks"
"Ayolah Khofid, kita harus kuliah dan melanjutkan pertunangan kita, Kamu mau itu kan? Ayok kamu bangun sekarang. Cepat Khofid bangun bangun" Kini guncangan tubuh Khofid perlahan semakin kuat.
"Kamu ingat kan semua janji kamu dulu, kamu bakal jagain aku, bakal sayang sama aku terus. Tapi apa buktinya?! Kamu saja tidak bangun bangun. Kamu tau tidak betapa hancurnya aku jika harus terus menerus melihat kamu terbaring lemah seperti ini!?"
"Kamu tau ga? Aku banyak jumpa sama makhluk makhluk aneh! Kamu tau tidak itu Khofid!! Aku sangat takut! Kamu tidak ada disisi aku! Kamu jahat Khofid! Kamu jahat! Hiks hiks" Tangisan dan teriakan Sarah terus bersahut sahutan.
Angga tak kuasa melihat Sarah menangis, tapi Ia juga tidak berani mendekati Sarah yang tersulut emosi. Ia tau begitu hancurnya hati Sarah saat melihat kekasihnya yang terbaring lemah seperti tidak lagi memiliki nyawa.
"Khofid sayang aku mohon, ayolah bangun demi aku, kita jalani hidup sama sama lagi, kita tidak perlu menunggu tamat kuliah Khofid. Kapanpun aku siap jika harus menikah dengan kamu walaupun kita belum tamat kuliah. Kita rancang masa depan bersama sama setelah menikah Khofid. Aku mohon bangun ya sayang? Bangun demi aku? Bangun Khofid Bangun!!! Bangun Khofid" Kini teriakan Sarah terdengar sampai keluar ruangan membuat salah satu perawat yang lewat memasuki ruangan tempat Khofid dirawat.
Guncangan yang dibuat Sarah kepada tubuh Khofid kini semakin kuat, Ia terus mengguncang tubuh Khofid dengan harap semoga ia bisa sadar kembali.
"Mbak tolong tenang, jangan mengganggu kesehatan pasien Mbak" Ucap salah satu Perawat.
"Tenang kamu bilang? Hahaha. Dalam keadaan pacar saya yang seperti ini! Kamu masih bisa bilang tenang sama saya?! Siapa kamu!? Berani beraninya mengatur saya!?" Sarah kembali tersulut emosi.
"Kamu tidak akan tau rasanya kehilangan seseorang yang paling kamu sayang. Yang paling Kamu cintai terbaring lemah seperti ini. Apa kamu merasakannya Ha!? Kamu ga akan pernah tau rasanya, kamu ga akan pernah tau" Air mata Sarah terus berlinang membasahi kedua pipi mulusnya.
"Saya memang tidak tau Mbak. Tapi bisakah Mbak lihat ke arah dia sebentar? Lihat betapa lemahnya tubuh dia Mbak? Wajahnya pucat pasi. belum lagi alat bantu pernafasan yang dimasukkan kedalam mulutnya. Apa Mbak tidak bisa melihat mbak? Tidak bisakah Mbak merasa iba sedikit saja melihat kedaan dia? Dia sudah sangat tersiksa dengan alat alat itu? Tapi apa daya dia tidak bisa berbuat apa apa. Dan dengan cara mbak yang mengguncang tubuhnya dengan kuat seperti tadi, itu justru akan memperkeruh dan memperburuk keadaan nya saja Mbak! Jadi tolong jika mbak sayang sama dia, bersabar, karena pasti akan ada keajaiban berpihak pada Mbak dan Dia.
"Sus saya ga tau lagi...Hiks hiks. Saya sangat lelah rasanya, kenapa dia tidak bangun bangun sus? Kenapa?" Tetes demi tetes air keluar dari mata indah Sarah. Kini Ia tak dapat membendung rasa sedihnya.
"Mbak? Kamu mau tau gimana caranya?" Ucap perawat dengan senyum manisnya
__ADS_1
****
HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.