Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 3 - Berjalan jalan Dengan Dhimaz


__ADS_3

"Okayy tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu" Kata Sarah seraya meninggalkan Dhimaz dan menuju ke kamarnya untuk bersiap siap pergi dengan Dhimaz.


Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Akhirnya Sarah dan Dhimaz pun sampai ketempat tujuan yaitu sebuah Mall terbesar di kota tempat tinggal Sarah Dan Dhimaz


" Fyuhhh...akhirnya sampai juga, panas sekali diluar" Ucap Sarah seraya menuruni motor Dhimaz dan membuka helm nya.


"Ya sudah Bawell...Yuk masuk, kelihatannya kamu sudah sangat kepanasan" Kata Dhimaz sambil mencubit manja hidung Sarah.


"Kenapa aku sekarang menjadi deg degan ya setiap di dekat Dhimaz? Apa aku suka sama Dhimaz?" Ucap Sarah dalam hati nya.


Pertanyaan itu terus muncul dalam fikiran Sarah yang membuat Sarah semakin baper dengan tingkah Dhimaz yang perhatian terhadap Sarah.


"Bawel??" Seketika Dhimaz memanggil Sarah dan membuat lamunan Sarah pun ambyarr (kacau) dengan panggilan Dhimaz yang mengejutkannya.


"Ya Dhimaz? Ada apa? Sahut Sarah Sambil menatap Dhimaz.


"Kamu mau ga kalau kita main time zone dulu?" Ucap Dhimaz sambil menaiki lift bersama Sarah untuk menuju lantai atas bersama Sarah.


"Wah boleh tuhh, iya aku mau" Kata Sarah dengan wajah penuh semangat sembari senyum manis menatap Dhimaz.


"Ya sudah yuk, kita sudah sampai nih dilantai tempat yang ada mainan time zone nya" Sahut Dhimaz dengan menarik tangan Sarah keluar dari lift.


"Aku ga sabar nihh, udah lama banget aku ga main time zone, terakhir main setahun yang lalu." Ucap Sarah sambil menundukkan kepalanya dengan wajah yang murung.


*Flashback


Setahun yang lalu Sarah pergi main time zone bersama Mami dan Papi serta Kakak sepupunya, Sarah sangat bahagia pada saat itu, karena ia merasa seperti memiliki kakak kandung namun kebahagian itu hanya sementara.


Kakak sepupu Sarah lari mengejar Sarah sambil tertawa ria dan bercanda sehingga akhirnya terpeleset hingga terjatuh dan membuat benturan keras dikepalanya sehingga mengeluarkan Darah yang sangat banyak.


Hal itu membuat Kakak Sepupu Sarah meninggal dunia karena mengeluarkan Darah yang sangat banyak sehingga membuat Kakak Sepupu Sarah kekurangan Darah.


Hal itulah yang membuat Sarah menjadi Sangat Trauma untuk kembali bermain time zone, karena ia merasa bersalah karena telah berlari larian sehingga membuat Kakak Sepupunya Terpeleset dan meninggal dunia.


Walaupun Mami dan Papinya Sarah sudah meyakinkan bahwa itu adalah kecelakaan dan bukan salah Sarah, tetap saja Sarah merasa bersalah.


"Bawel Kenapa kamu menangis" Ucap Dhimaz yang membuyarkan ingatan Sarah pada tahun lalu seraya memegang kedua pipi Sarah dan mengelap air mata Sarah menggunakan kedua tangannya.


"Ahhh Dhimaz aku tidak apa apa, hanya mengingat kejadian tahun lalu." Ucap Sarah Sambil tersenyum manis kepada Dhimaz walaupun dia sangat sedih mengingat kejadian itu.

__ADS_1


"Memang kejadian apa yang membuat kamu sampai sesedih ini?" Kata Dhimaz sambil memegang kedua tangan Sarah.


"Tidak apa apa, Ya sudah yuk. Kita kan mau bersenang senang hari ini!" Ucap Sarah sambil senyum penuh semangat kepada Dhimaz untuk meyakinkan Dhimaz bahwa ia sudah tidak apa apa.


"Ya sudah yuk, Kamu makin Cantik tau kalau kamu selalu terseyum penuh semangat!" Ucap Dhimaz sambil mengelus lembut rambut sarah yang halus.


"Ahh kamu bisa saja!" Sahut Sarah sambil memukul kecil bahu Dhimaz.


****


"Wah...aku seneng banget hari ini! Tapi aku sekarang jadi sangat lapar" Kata Sarah sambil tersenyum dan manyun kembali karena ia sangat lapar.


"Ya sudah yuk makan, Kamu mau makan apa?"


Ucap Dhimaz sambil memegang kedua bahu Sarah.


"Kita ke BG(Burger King) saja yaa! Aku mau pesen nasi goreng ayam, terus ayam krispi, French fries(kentang goreng) super float coklat 1 sama yang strawberry satu!" Ucap Sarah dengan hembusan nafas yang panjang karena nafasnya terengah engah setelah menceloteh memesan makanan setelah sampai di BG.


"Okeee, baiklahh, tapi aku mau nanya duluu. Kamu lapar atau doyan?" Ucap Dhimaz sambil menyenggol bahu kiri Sarah dengan bahu kanan Dhimaz.


"Tentu saja aku lapar..." Ucap Sarah sambil menggerutu.


Akhirnya mereka sampai di BG dan Dhimaz langsung memesan pesanan Sarah.


"Ada tambahan lagi mas?" Ucap sang pelayan sambil senyum malu malu kepada Dhimaz.


"Tidak mbak itu saja" Sahut Dhimaz seraya mengeluarkan Dompet dari saku celana miliknya.


"Oo...Oke mas, totalnya jadi Rp.250.000. Emhh,Boleh minta nomer WA nya ngga mas?" Ucap pelayan sambil senyum genit kepada Dhimaz.


"Maaf mbak saya udah punya pacar! Tuh pacar saya lagi nungguin" Sahut Dhimaz sambil menunjuk ke arah Sarah dan membalas senyum mbak pelayan dengan tulus.


"Yahhh, maaf ya mas saya ngga tau" Ucap mbak pelayan dengan menyesal dan patah semangat karena tidak mendapatkan nomer WA nya Dhimaz.


"Iya mbak ga apa apa, misi mbak" Ucap Dhimaz kepada mbak pelayan sambil membawa pesanan yang ia pesan tadi dan memberi senyumannya yang manis kepada mbak pelayan. Lagi lagi senyuman manis Dhimaz membuat mbak pelayan jatuh hati kepada Dhimaz.


"Bawel ni pesanan nya" Ucap Dhimaz seraya memberikan pesanan yang tadi di pesan Sarah.


"Wahh makasih ya" Ucap Sarah sambil tersenyum bahagia melihat makanan yang sudah ada didepannya.


"Oh iya, kamu tadi kenapa menunjuk ke arah aku?" Kata Sarah sambil menyuapkan Nasi goreng ayam kedalam mulutnya.


"Ohh itu, iya tadi aku menunjuk kamu dan bilang ke mbak pelayan itu bahwa kamu itu pacar aku." Sahut Dhimaz sambil memberi senyuman yang menggoda Sarah.


"Apaaa!!!" Ucap Sarah sambil terbatuk batuk.

__ADS_1


"Hehe maaf habisnya aku ga tau lagi mau bilang apa, mbak pelayannya genit banget, mana minta nomer WA aku lagi! kan kamu tau kalau aku engga suka cewe yang genit." Sahut Dhimaz dengan wajah yang bersalah.


"Ohh seperti ituu, Ya sudah kalau begitu mari kita lanjut makan!" Ucap Sarah kepada Dhimaz.


"Kenapa aku seneng banget ya pas Dhimaz bilang ke mbak pelayannya kalau aku ini pacarnya Dhimaz. Kayanya aku beneran suka deh dengan Dhimaz!" Ucap Sarah dalam hati.


Akhirnya Sarah dan Dhimaz pun selesai makan, lalu mereka duduk dan berbincang sejenak.


****


Akhirnya merekapun sampai di sebuah taman indah dan dipenuhi dengan bunga bunga yang cantik dan di tata dengan rapi.


"Wahhh cantik sekali taman ini..." Ucap Sarah terkagum kagum melihat taman yang cantik di depan matanya.


"Kamu belum pernah kesini Bawel?" Tanya Dhimaz sambil mengajak Sarah duduk di bangku taman.


"Belum, ini pertama kalinya aku kesini, Mami dan Papi engga pernah mengajak ku kesini, dan aku saja baru tahu bahwa di kota ini ada taman secantik dan seindah ini" Ucap Sarah masih terkagum kagum melihat pemandangan yang indah itu.


" Ya sudah nikmati saja pemandangan yang indah ini" Ucap Dhimaz sambil merangkul pundak Sarah.


"Kamu haus ngga Bawel?" Ucap Dhimaz sambil menatap mata Sarah.


"Ehmmm lumayan sihh, Kamu mau beli minum ya? Aku nitip air mineral yang dingin ya" Sahut Sarah dengan santai sambil mengambil foto taman dengan Handphone miliknya.


"Tunggu sebentar ya" Ucap Dhimaz sambil berjalan meninggalkan Sarah.


Tak lama kemudian Dhimaz pun kembali ke bangku taman sambil membawa dua botol air mineral yang dingin dan membawa seikat bunga mawar yang besar disertai boneka beruang yang menempel di bunga mawar itu disembunyikan di belakang punggungnya.


"Hay Bawel, lama ya menunggu? Maaf ya..." Ucap Dhimaz sambil memberikan air mineral kepada Sarah.


"Ehh engga apa apa kok, aku seneng banget rasanya, disini adem banget, tenang rasanya melihat taman yang indah ini" Sahut Sarah dengan memberikan senyum manisnya.


"Eh BTW(By The Way) Kamu bawa apatuh di belakang punggung kamu?" Ucap Sarah terheran heran melihat tingkah Dhimaz yang menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungnya.


"Ohh ini? Nih buat kamu, tadi aku liatin kamu kayanya kamu suka banget ya sama bunga mawar, yaudah jadi aku beli deh" Ucap Dhimaz sambil memberikan seikat bunga mawar besar yang di sertai boneka beruang.


"Wahhh ini bagus bangetttt, aku seneng banget deh hari ini! makasih banget ya Dhimaz, aku engga pernah sesenang ini sebelumnya" Kata Sarah sambil menciumi wangi bunga Mawar yang masih segar.


"Iya sama sama Bawel! aku juga seneng banget ngeliatin kamu senyum terus" Ucap Dhimaz Sambil mengelus lembut rambut halus Sarah.


Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊


HAPPY READING GUYSSS😊


****

__ADS_1


__ADS_2