
Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Akhirnya Sarah dan Dhimaz pun sampai dirumah Sarah pada sore hari.
"Ehmm Dhimaz? Makasih banget ya buat hari ini, aku ga pernah sesenang ini sebelumnya, kamu hari ini udah buat aku bahagia banget... sekali lagi makasih ya! kamu memang sahabat yang baik!" Ucap Sarah sambil memegang tangan kanan Dhimaz dengan mengahayunkan pelan tangan Dhimaz ke atas dan kebawah.
"Iya Bawel sama sama, untuk buat kamu bahagia apa yang engga sih!" Sahut Dhimaz sambil mencubit kedua pipi Sarah dengan gemesnya.
"Huhu kamu bisa aja!" Ucap Sarah sambil tertawa kecil lalu memukul pelan bahu Dhimaz.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu jangan lupa sampai kamar kamu nanti, kamu langsung membersihkan diri dan beristirahat agar kamu tidak terlalu lelah." Kata Dhimaz sambil tersenyum dan mengelus lembut rambut halus Sarah.
"Iya Dhimazzz, kamu hati hati dijalan ya jangan ngebutt aku ga mau terjadi apa apa sama kamu dijalan nanti!" Ucap Sarah sambil manyun agar Dhimaz mau mendengarkan perkataan Sarah.
"Iya Bawell, tenang aja aku gabakalan ngebut kok! Ohh iya aku titip salam ya sama Mami dan Papi kamu." Sahut Dhimaz sambil mengenakan helm dikepalanya.
"Iyaa tenang aja ntar aku salamin" Ucap Sarah sambil berjalan memasuki halaman rumah.
"Bye Dhimazz!!!" Teriak Sarah sambil melambaikan tangan kanannya.
"Bye Bawell!!!" Tak kalah teriakan Dhimaz yang sama kuatnya dengan Sarah.
Sesampainya didalam rumah Sarah langsung menuju ke ruang keluarga tempat dimana Mami dan Papi nya sedang bercanda tawa sambil menonton televisi.
"Hay Mi, Hay Pi" Ucap Sarah seraya menyalami tangan kanan Mami dan Papinya dan mencium kedua pipi Mami dan Papinya.
"Ehhh...Hay Baby kamu sudah pulang yaa, mana Dhimaz? Apakah dia tidak mampir dulu? Tanya Mami Sarah sambil mengganti chanel Tv menggunakan remote.
"Sudah Mi, Dia titip salam ke Mami dan Ke Papi" Sahut sarah sambil duduk dan menyenderkan punggungnya di sofa.
"Ohhhh begitu ya, ya sudah kamu mandi dulu sana gih! Setelah itu kamu langsung istirahat. Ingat kamu ga boleh kelelahan, Mami dan Papi ga mau penyakitmu kambuh!" Ucap Mami Sarah Dengan nada yang lembut namun menyesak di dada karena teringat bahwa anak semata wayangnya sakit.
"Iya Sayang Papi dan Mamimu ini sudah Khawatir dengan penyakitmu, jangan ditambah lagi ya sayang, kamu pokoknya jangan sampai kelelahan!" Sahut Papi Sarah sambil tertunduk dan mengusap matanya yang berkaca kaca.
"Iya Mami, Papi, tenang saja Ara ga apa apa kok! Lihat Ara baik baik saja kan? nanti setelah dikamar Ara langsung membenahi diri dan beristirahat" Ucap Sarah dengan nada khawatir namun meyakinkan Mami dan Papinya.
__ADS_1
"Yasudah Mi, Pi, Ara ke atas dulu ya, Dahhh Mi Dahhh Pii..." Teriak Sarah sambil menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.
Dan setelah selang beberapa menit, Akhirnya Sarahpun sampai di kamarnya dan segera membersihkan diri, setelah ia membersihkan diri Sarahpun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur kamarnya.
"Apa aku suka ya sama Dhimaz? Atau Dhimaz suka dengan aku? Lalu bagaimana dengan Khofid setelah ia tau kalau seandainya kami pacaran? Huhh aku sungguh bingung disatu sisi perasaan aku sungguh tenang ketika berada didekat Dhimaz, dan di satu sisi aku takut sekali jika Khofid tau tentang kedekatan kami berdua" Ucap Sarah sambil ngomong sendiri dengan dipenuhi pertanyaan pertanyaan yang membuatnya bingung.
"Ahhh sudahlahh, aku sangat bingungg, aku sepertinya baper(bawa perasaan) dengan perlakuan Dhimaz yang sangat baik kepadaku, apalagi pada saat dia membawakan aku seikat bunga dengan tedy bear disampingnya. Ku kira Dhimaz bakal menembak ku...huh ternyata tidak." Ucap Sarah lagi dengan nada yang kesal.
"Lebih baik aku sekarang tidur agar keesokan harinya aku bisa bangun lebih awal dan berlari kecil pagi harinya (Meraton)". Ucap Sarah sambil menutup kedua matanya.
****
Keesokan harinya Sarah bangun pukul 06.30 pagi, Lalu ia bersiap siap untuk keluar rumah dan segera berlari kecil mengelilingi complex perumahannya. Sarah memakai Kaus berwarna hitam yang berlengan pendek dan memakai leging hitam bergaris putih serta memakai sepatu bermerk yang dibelikan oleh Papinya.
Setelah keluar rumah Sarah langsung memulai lari kecilnya dan mulai mengelilingi complex perumahannya. Tanpa ia sadari ternyata ia sudah sampai disebuah taman kecil di sebelah complex perumahannya.
"Ii...itukan Khofid ternyata dia berlari disini juga! Aku samperin ahh" Ucap Sarah sambil berlari kecil dan tersenyum senyum melihat Khofid.
"Hay Khofidd" Ucap Sarah yang mengejutkan Khofid dari belakang seraya menepuk kedua pundaknya.
"Ehhh Hay Bawelll, kamu kok bisa sampai disini? Ini kan sangat jauh dari rumahmu? Sahut Khofid dengan wajah terkejut melihat kehadiran Sarah.
"Ehmmm aku bisa sampai kesini karena aku sedang berlari kecil biar tubuh aku merasa lebih segar" Ucap Sarah sambil duduk disamping Khofid.
"Wahh aku mau!!! Kita mau kemana? Makan juga kan?" Ucap Sarah dengan semangat.
"Bagus kalau gitu, tapi fikiran kamu makan terus yaa" Ucap Khofid sambil mengacak acak rambut Sarah.
"Hehe maaf kamu tau kan aku gabisa lepas dari yang namanya makan, apalagi kalau itu di traktir!" Sahut Sarah dengan menjulurkan lidah lalu tersenyum.
"Iya deh iyaa, Yasudah kalau gitu kamu aku antar pulang dulu ya biar kamu langsung bersiap siap" Kata Khofid dengan menarik tangan kanan Sarah.
Deg Deg Deg
"Aahh iya yuk" Sahut Sarah dengan beranjak dari bangku taman karena tangannya sudah ditarik oleh Khofid.
"Kenapa aku deg degan banget ya pas Khofid pegang tangan aku? Kali ini rasanya lebih hangat dibandingkan dengan Dhimaz yang memegang Tangan ku!" Ucap Sarah dalam hati.
Sesampainya di rumah Sarah, Sarah pun langsung bergegas untuk bersiap siap pergi dengan Khofid.
__ADS_1
(Di ruang Keluarga)
"Pagi Om? Pagi Tante?" Ucap Khofid sambil menyalami tangan Papi dan Maminya Sarah.
"Ehhh Pagi Khofid...Sudah lama sekali kamu tidak kesini nak! Gimana kabar Papa dan Mama kamu nak?" Ucap Mami Sarah dengan nada terkejut sekaligus penasaran.
"Pagi Boy...Sehat?" Sahut Papi Sarah yang memotong perkataan Maminya, Sambil mengedipkan mata kirinya.
"Maaf Tante, belakangan ini Khofid sibuk sekali dengan Les Musik, Ohh kalau Papa dan Mama sehat kok tan... Alhamdullilah Khofid juga sehat kok om" Ucap Khofid dengan nada yang lembut dan ramah kepada Mami dan Papinya Sarah.
*FLASHBACK
Pada zaman sekolah dulu Papi dan Mami Sarah serta Papa dan Mama Khofid adalah Sahabat satu sekolah. Papi, Mami serta Papa Mama Khofid sudah memiliki perasaannya masing masing. Sehingga timbulah kisah cinta diantara mereka berempat.
Akhirnya Setelah lulus kuliah dan masing masing sudah merasa mapan merekapun berencana untuk menikah. Ya, Dewi Putri - Rizky Putra(Mami dan Papinya Sarah) dan Citra Khansa - Andhika Fajry(Mama dan Papanya Khofid) mereka akhirnya menikah dan masing masing dikaruniai seorang anak.
Mami dan Papinya Sarah dikaruniai seorang anak Perempuan yang Di beri nama SARAH PUTRI NUR AZIZAH CANTIKA DEWI , sedangkan Mama dan Papanya Khofid dikaruniai seorang anak laki laki yang diberi nama MUHAMMAD KHOFID AL GIBRAN.
Dan setelah mengetahui masing masing jenis kelamin anak anak nya mereka pun berniat menjodohkan Sarah dan Khofid kelak jika mereka sudah besar nanti(Mapan).
Namun hal tersebut belum mereka lakukan karena mereka menunggu Sarah dan Khofid tamat sekolah(SMA).
Jadi itulah sebab mengapa Papi dan Maminya Sarah sangat senang ketika Khofid datang kerumah.
"Khofid yuk berangkat aku udh siap ni!" Ucap Sarah sambil menuruni anak tangga.
"Sarah? Khofid? Kalian mau kemana nak?" Ucap Mami Sarah dengan nada yang lembut namun bingung.
"Ohh Khofid mau ajak Sarah jalan jalan sebentar kok tan, buat refreshing ajaa" Sahut Khofid sambil tersenyum.
"Ohhh ya sudah, hati hati dijalan ya nak, Khofid? Tante bisa titip Sarah kan? Jaga dia ya nak. Tante percaya kok sama Khofid!"Ucap Mami Sarah dengan senyuman manisnya.
"Iya tante Khofid pasti jaga Sarah! Khofid pamit ya Om? Tante?" Kata Khofid sambil menyalami tangan Papi dan Maminya Sarah.
"Bye Mi...Bye Pi..." Sahut Sarah sambil mencium kedua pipi Papi dan Maminya.
"Iya Baby hati hati yaa!!!" Sahut Mami dengan sedikit teriak karena Sarah sudah keluar dari pintu rumahnya.
Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
__ADS_1
HAPPY READING GUYSSS😊
****