
Papi dan Mami Sarah hanya membalas perkataan Sarah dengan senyuman hangatnya.
"Tapi Ara, kenapa kamu bisa melihatnya sayang?" Tanya Papi Sarah yang memandang Istri dan Anaknya secara bergantian.
Sebelum Baca Jangan lupa Klik Fav(❤), Like❤ dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini😊 Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Sarah terus memutar mutar ingatan kembali, ia berusaha keras untuk terus mengingat kejadian kejadian sesaat sebelum Ia sadar dari komanya yang cukup lama.
*FLASHBACK
Aku terus berjalan menelusuri ruang demi ruang yang gelap dan tidak ada ujungnya ini, tubuh ku rasanya lelah sekali. Kaki ku sudah tak sanggup menopang tubuhku lagi. Aku sungguh sangat lelah. "Mami? Papi? Ara sangat haus" Ucapku lirih.
Tapi aku harus terus berjalan untuk mencari titik terang dari kegelapan ini. Mengapa rasanya aku tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan yang melelahkan ini, Tuhan aku sangat lelah. Kenapa aku harus dihadapi dengan posisi seperti ini? Aggrrrhhh kepalaku rasanya mau pecah.
Andai kamu ada disini...pasti aku tidak akan sendirian seperti ini. Aku terus berjalan menelusuri setiap jengkal dari kegelapan kegelapan yang sunyi dan lembab tanpa memperdulikan sekitarnya, Aku tidak dapat melihat jelas dalam keadaan gelap. Yang Aku tau Aku harus terus berjalan dan mencari cahaya walaupun itu sekecil lubang semut.
Semakin aku jauh berjalan ditengah kegelapan, semakin banyak aku mendengar suara suara yang entah siapa yang berbisik bisik ditelingaku dengan nada halusnya namun menusuk dalam ketelingaku.
Aku sudah jenuh dengan semua ini! Kata kata mereka terus bergeming ditelingaku. Suara mereka sangat halus namun dapat terdengar jelas olehku.
Aku sangat lelah, kurasa aku harus beristirahat disini walau cuma sebentar. Kemudian aku terduduk dengan lemas, kulihat sekitar tak ada seorang pun yang datang dan lewat menghampiri aku. Sejujurnya aku juga tidak tau tempat apa ini.
Sudah berapa lama aku disini? Aku rasa mungkin sudah dua minggu. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus kuat jikalau pun nyawa aku harus berakhir disini aku ikhlas, Tapi izinkan aku untuk bertemu dengan Mami Papi dan juga Khofid untuk yang terakhir kalinya.
Aku terus menangis sesegukan mengingat kejadian kejadian indah maupun sedih selama hidup ku, bukan takut karena mati tapi aku belum meminta maaf kepada orang orang yang aku sayangi. Aku belum sempat mengucapkan kata perpisahan pada mereka.
__ADS_1
Tangisku yang pelan namun dapat memecahkan keheningan dalam kegelapan. Tak lama aku menangis, samar samar aku dapat mendengar suara derap langkah kaki orang yang menuju kearah ku.
Kulihat dua Orang berjalan menuju tempat ku terduduk dan beristirahat dengan pakaian serba putihnya. Seorang laki laki muda yang berparas tampan wajah putih bersinar bak pangeran yang turun dari khayangan membuat mata Aku terkagum kagum melihat ketampanan sosok laki laki itu. Senyumannya yang begitu indah terpancar diwajahnya. Sedang seorang wanita yang menggunakan hijab putih panjang yang berbalut dengan indah diwajahnya berjalan dan menghampiri Aku. Wanita itu sangat cantik, wajah putihnya bersinar Senyumannya manis khas miliknya dapat membunuh para lelaki yang ingin berada didekatnya.
"Nak. Ini belum saatnya kamu kesini dan melakukan perjalanan jauh, pulang dan kembalilah. Mami kamu pasti sangat merindukan kamu sayang" Laki laki tampan itu mengusap kedua pipi aku yang sudah dibanjiri oleh air mata.
"Sarah pulang lah Dik, Ini belum waktunya menjadi tempat kamu" Ucap wanita itu dengan senyuman manisnya.
"Om siapa? Dan kamu siapa? Kenapa kamu mirip sekali dengan ku?" Tanyaku lirih
"Kelak kamu akan tau dia dan saya siapa nak. Sekarang kembalilah ke dunia nyatamu jangan pergi semakin jauh jika kamu tidak ingin terjebak lebih dalam lagi sayang" Ucap sosok laki laki itu. Kini ia mengelus rambut halus aku dengan penuh kasih sayang.
"Kami akan selalu merindukan kamu Sarah, jaga Mami dengan baik Dik. Jangan pernah lukai hatinya" Tukas wanita itu kemudian wanita itu memeluk Aku dengan hangat dan wajah penuh kasih sayang terpancar dari wajahnya yang anggun putih bersih dan yang jelas Ia sangat mirip denganku.
Deg
"Maa...Maaf om. Taa..Tapi aku tidak tau jalan pulang om, dan aku tidak tau aku dimana?" Ucapku yang terbata bata.
"Kamu mau ikuti perkataan saya nak?" Laki laki berparas muda dan tampan itu tersenyum hangat padaku.
"Apa itu om" Tanyaku dengan sedikit bingung tapi penasaran.
"Sekarang tutup mata kamu, tak lama sebentar lagi kamu akan kembali sayang" Ucap laki laki itu kepadaku.
Aku mengikuti semua perkataannya tanpa ada rasa ragu dan keliru dihatiku. Hatiku pun berkata aku harus mendengarkannya jika ingin terbebas dari tempat ini. Tak lama aku merasa ada cahaya yang menembus kelopak mataku yang mengharuskan aku untuk membuka mata dan melihat sekitar.
Kubuka mata ku perlahan, dan aku dapat melihat dengan jelas Mami ku yang terus menangis tersedu sedu melihat aku terbaring lemah diatas kasur. "Ini terasa seperti mimpi" Lirihku tanpa ada yang mendengar.
****
__ADS_1
"Sarah sayang? Kamu kenapa nak? Apa kamu pusing? Ayo sayang mami antar kamu dulu kekamar" Ucap Mami Sarah yang membopong tubuh Sarah menuju ke kamarnya.
Sarah hanya mengikuti langkah demi langkah maminya, Ia kini belum dapat berkata yang sebenarnya terjadi, ia juga tidak tau sejak kapan ia bisa melihat makhluk makhluk tak kasat mata.
Dan di hati Ia selalu bertanya tanya siapa dua orang itu? Dan wanita itu kenapa mirip sekali dengan dia? Perbedaan mereka hanya terletak pada T*i lalat di dagu sebelah kanan wanita itu.
Sesampainya dikamar Sarah langsung di istirahatkan Mami diranjang kesayangan Sarah. Angga yang sedari tadi duduk di ujung ranjang Sarah hanya melihat tubuh Sarah yang kembali lemah akibat berfikir kuat mengingat masa masa komanya di alam lain.
Setelah Mami Sarah beranjak dari kamar Sarah, barulah Angga mendekati Sarah. Kini Angga tepat berada di samping tubuh Sarah yang terbaring.
"Sarah? Kamu kenapa? Kenapa muka mu pucat sekali" Tanya Angga dengan wajah kecemasan khas miliknya.
"Entahlah Angga, kepalaku rasanya sakit sekali seperti mau pecah, padahal aku hanya mengingat sedikit kejadian saat aku koma. Tapi itu terasa nyata sekali walaupun itu hanya sekedar mimpi atau bunga tidur" Tutur Sarah sembari memegang kepala dengan kedua tangannya. Kini ia duduk bersebelahan dengan Angga.
"Sarah dengerin aku? Kamu jangan melakukan itu lagi ya? Itu tidak baik untuk kesehatanmu. Mengerti?" Ucap Angga yang mengguncang pelan kedua bahu Sarah dengan tangan gaibnya.
"Iya Angga aku tidak akan mengulanginya lagi"Lirih Sarah
"Angga? Hiks Hiks, Aku rindu sekali dengan Khofid" Sarah meneteskan air asin dari kedua belah matanya.
Angga yang langsung paham dengan apa maksud dari ucapan Sarah, sontak membuat Angga mengajak Sarah untuk berkunjung kerumah sakit untuk melihat keadaan Khofid kekasihnya. "Emmhh, gimana kalau besok kita jenguk Khofid kerumah sakit? Mau ga?"
Sarah merasa sedikit terhibur dengan ucapan Angga yang mengajaknya untuk berkunjung kerumah sakit. "Mau banget Ngga, Pagi ya? Aku mau lihat peerkembangan Khofid... Semoga saja ada kemajuan. Makasih ya Angga" Sarah menyeka air matanya sambil tersenyum bahagia.
Sedangkan Angga hanya dapat merasakan senyuman Sarah di setiap detiknya. Entah mengapa Ia begitu bahagia ketika Ia melihat senyuman terpancar diwajah Sarah dan berada didekat Sarah. Entah itu rasa suka, bersalah atau ada hal lainnya.
****
HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.
__ADS_1