Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 16 - Penampakan Sosok Kedua


__ADS_3

"Baik Mi Papi, Ara nurut kok sama Mami dan Papi"


Lalu keluarga kecil Sarah berpelukan dengan hangat dengan penuh kasih sayang dan cinta.


Angga hanya menangis haru melihat kejadian itu.


Sebelum baca jangan lupa klik vote dan like yaa, Jika perlu tambahkan ke favorit jadi bisa liat kapan UP nya hehe. Dukungan pembaca sangat berarti buat author😢. Terimakasih. Selamat membaca😊


****


Saat menjelang malam tiba...


"Mami? Papi? Apakah kalian tidak lelah terus menjaga Ara seperti ini? Lihat lah,wajah Mami dan Papi tampak seperti orang yang kurang tidur. Pulang lah Mi Pi, Ara sudah sehat kok, jadi Ara bisa jaga diri Ara disini"


"Mami dan Papi tidak lelah kok Sayang. Iya kan Pi?"


"Ii...Iya Mi, Kami tidak lelah kok sayang, dan mata kami ini seperti mata panda ya karena memang kurang tidur itu karena kerjaan Papi yang cukup banyak"


"Papi Mami, Ara tau kok, pasti Mami dan Papi kelelahan kan, Pulang dan beristirahatlah, besok Papi dan Mami harus sudah kembali kerja bukan? Setelah pulang kerja Mami dan Papi kan bisa menjenguk Ara esok harinya" Ucap Sarah lalu tersenyum


"Ara, kami tidak mungkin meninggalkan kamu sendiri disini nak"Ucap Papi Sarah dengan raut wajah khawatir.


"Papi? Ara tidak sendiri kok. Disini banyak perawat dan juga dokter. Dan Ara juga sudah punya teman kok Pi"


"Teman? Benarkah itu sayang? Jika benar telponlah dia Papi ingin bicara dengan dia"


"Bicara saja Pi, dia ada disini kok" Ucap Sarah tenang.


"Disini? Dimana nak? Kami tidak melihat siapa pun disini.


"Ada kok Pi, Itu disamping Mami" Sarah menunjuk ke arah Angga yang tepat berada disamping Mami Sarah, akan tetapi Mami dan Papi Sarah tetap tidak bisa melihatnya.


"Ara. Kamu jangan mengada ngada deh. Lihat disamping Mami kosong melompong tidak ada orang sayang" Ucap Mami yang mulai ketakutan mendengar ucapan putrinya.


"Mami mana mungkin Ara mengada nga...da..." Sarah teringat akan sesuatu bahwa Mami dan Papinya tidak dapat melihat makhluk tak kasat mata.


"Ohh mungkin Ara halu ya mi" Ucap Sarah menahan tawa karena melihat tingkah Angga yang tertawa terbahak bahak didepan Mami dan Papinya yang sudah mulai menggigil kedinginan. Bukan! tapi menggigil ketakutan.


"Ara sayang, dengar nak, jangan ngomong seperti itu lagi ya, nanti beneran dateng loh" Ucap Mami Sarah dengan suara bergetar.

__ADS_1


" Iya Mi Iya,Maafin Ara ya Mi Pi?"


"Iya Sayang" Ucap Mami dan Papi Sarah serentak


"Yaudah Mami dan Papi pulang saja ya, Ara sudah tidak apa apa kok"


"Baiklah sayang kalau itu mau kamu, Mami dan Papi akan pulang, tapi kamu harus janji ya nak. Kamu bakal jaga diri kamu selama Papi dan Mami tidak ada" Ucap Mami Sarah


"Siap Ibu Negara. Perintah anda akan saya laksanakan" Sarah memberi hormat pada Maminya seperti memberi hormat pada tiang bendera.


"Itu baru anak Mami dan Papi"


Sebelum pulang, Mami dan Papi Sarah memberikan pelukan dan kecupan hangat di dahi serta kedua pipi Sarah.


"Bye Mi, Bye Pi. Hati hati dijalan ya. Dan selamat beristirahat setelah sampai dirumah"


"Iya nak, Bye, Kamu juga harus beristirahat loh sayang biar cepat sembuh"


"Iya Mi iya"


Lalu Mami dan Papi Sarah pergi meninggalkan Sarah untuk pulang kerumah dan beristirahat.


"Idihhh, Paan sih kamu, Maen cium cium anak perawan orang saja"


"Hehe maap kebawa suasana akunyaa" Angga tertawa kecil seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Huftt alasan!"


****


Jam dinding ruangan Sarah menunjukkan pukul 22.00 WIB, saat itu salah satu perawat masuk kedalam ruangan Sarah untuk mengganti kantung infus Sarah dengan cairan yang baru. Dan saat Sarah menyadari bahwa ada yang mengikuti Perawat itu dibelakangnya, Sarah bertanya dengan polos dan dengan tatapan tanpa dosa.


"Maaf Sus, itu neneknya Suster ya?" Tanya Sarah dengan tersenyum pada Perawat yang berwajah cantik dan memiliki tubuh yang ideal untuk para wanita yang ber name tag kan "ANGELA VICTORIA".


"Nenek? maaf Sarah, saya tidak membawa nenek kesini. ada apa ya?" Jawab Perawat dengan suara bergetar.


"Tapi itu dibelakang suster ada nenek nenek" Ucap Sarah sambil menunjuk nenek tak kasat mata yang ada dibelakang perawat cantik itu.


Angga yang berdiri di dekat lemari berukuran sedang sudah memberikan isyarat pada Sarah kalau itu bukan manusia, namun Sarah mengabaikan Angga karena Sarah menganggap Angga sedang bertingkah konyol untuk mengambil perhatian Sarah.

__ADS_1


"Paan sih tu si Angga, MPO (Mencari Perhatian Orang) bener deh" Batin Sarah.


"Maaf Sarah, kantung infusnya udah saya ganti, saya permisi dulu ya" Ucap Perawat masih dengan suara bergetar.


Perawat yang sudah mulai ketakutan pergi meninggalkan Sarah dengan langkah yang cepat dan meninggalkan ruangan Sarah, diikuti dengan nenek berbaju kebaya dengan sarung khas orang zaman dahulu dibelakangnya.


"Ihhh Sarah! kamu gimana sih, itu tuh si nenek bukan manusia Sarah" Ucap Angga dengan nada kesal.


"Yaaa, mana aku tau kalau tuh nenek ga manusia, coba aja tadi kamu kasih tau duluan jadi aku ga bakal bilang gitu deh sama tuh suster cantik" Sahut Sarah dengan menyunggingkan bibir sebelah kanannya


"Tadi kan aku udah kasih isyarat ke kamu, udah dada dada dengan dua tangan juga, emang itu ga cukup apa?"


"Mana aku tau kalau dada dada kamu itu memiliki arti. Kamu kan tinggal bilang aja ke aku, bisik kek apa kek, lagian si suster gabakal denger juga ya kan?"


"Oh iya lupa...Ha ha ha, tadi aku mau teriak takut susternya terkejut" Balas Angga


"Dihhh, serah dah, bodo amat, aku mau tidur aja"


"Aku temanin tidur ya?" Ucap Angga dengan polos


"Macem macem kek tempe bacem lo gue sikat juga lo mau?" Ucap Sarah ketus


"Ihhh ketus amat neng, maksud aku tuh aku temenin kamu tidur aku jaga kamu dari jauh, bukan deket deket, aku duduk sini aja nih" Ucap Angga seraya menepuk ranjang tamu diruangan Sarah.


"Hehe maap yee, kirain kamu tidur nya samping aku gitu" Sahut Sarah dengan wajah tersipu malu karena udah ketus sama Angga


"Ya kagaklah, aku pandai juga kali jaga jarak"


"Yaudah deh aku tidur duluan ya, kamu jagain aku, jangan sampai ada makhluk aneh lagi yang masuk kamar aku, denger?"


"Iya iya, kan itu maksud aku jagain kamu bawel"


Mendengar ucapan Angga yang menyebut Sarah dengan sebutan bawel, seketika Sarah teringat akan sahabat sahabat sekaligus kekasihnya saat ini.


"Khofid sayang, Dhimaz" Ucap Sarah dengan suara Lirih.


****


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.

__ADS_1


__ADS_2