
"Iya Bawell...tenang aja aku ga bakal ngebut kok! See you too bawel kuuuu" Sahut Dhimaz sambil menghidupkan mesin motornya.
Lalu Dhimaz Pergi menghilang dari pandangan Sarah.
Sebelum Baca Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Sesampainya dirumah Sarah langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Lalu ia memasuki kamarnya dan merebahkan badannya kekasur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Akhirnya sarah pun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ketokan dari pintu luar kamarnya.
Tok...tok...tok...Tedengar Suara ketokan pintu yang membangunkan Sarah dari tidurnya.
"Ara...Ara....Ara..." Terdengar suara Wanita paruh baya yang memanggil Sarah. Wanita itu masih berparas muda dan cantik. Ya itu dia Maminya Sarah, walaupun Mami Sarah sudah Berkepala Empat Namu ia masih tetap terlihat fresh.
Sarah dirumah dipanggil dengan sebutan Ara karena namanya yang cukup panjang membuat Mami Sarah sendiri memberi nama singkatan kepada anak semata wayangnya itu. Ya nama Ara diambil dari singkatan "S(ara)h".
"Iya Mi...?" Sahut Sarah sambil membuka kan pintu kamarnya dan mengucek ngucek mata dengan tangan kanannya.
"Kenapa lama sekali membuka pintunya baby" Tanya Mami Sarah sambil mengelus lembut rambut Sarah.
"Hehe...Iya Mi maaf habisnya tadi Ara ketiduran sepulang sekolah, nih Mami liat kan Ara masih memakai baju sekolah" Sahut Sarah sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Oh...Begitu kamu tidak sakitkan?" Tanya Mami sarah sambil memegang kening Sarah karena ia khawatir anak semata wayangnya itu jatuh sakit.
Dari kecil Sarah selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya meskipun Orang tua nya sibuk, namun Orang tua Sarah masih meluangkan waktu untuk tetap berbincang serta pergi berlibur bersama anak semata wayangnya itu.
"Engga kok mi, Ara ngga sakit. Mami gausah khawatir ya, Ara baik baik saja kok" Jawab Sarah Seraya memeluk Maminya.
"Oh...Syukurlah, ya sudah kamu mandi dulu sana gih, busuk ni baunya, habis itu Mami tunggu di bawah ya, karena Papi kamu juga sudah menunggu di bawah" Sahut Mami sambil berjalan turun meninggalkan Sarah untuk membersihkan dirinya.
"Oke Mi...." Teriak Sarah sambil melambaikan tangan nya ke arah Mami nya, ya meskipun ga di lihat sih oleh Maminya, karena Mami Sarah sudah turun duluan dan tidak menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
Setelah selesai membenahi dirinya, akhirnya Sarah pun turun menuju ruang makan di bawah untuk makan malam bersama Papi dan Maminya.
"Malam pi..." Sahut Sarah sambil menciumi kedua pipi Papinya dan langsung menduduki kursi di depan Maminya.
"Malam sayang..." Jawab Papi Sarah sambil mengelus lembut rambut Sarah.
"Gimana sekolah kamu hari ini?" Tanya Mami Sarah kepadanya seraya menyendokkan nasi didepannya untuk mengisi piring Sarah dan Papinya.
"Seperti biasa kok Mi! Masih teman yang sama dan kebiasaan yang sama" Sahut Sarah santai.
"Oh...Baiklahh, lalu bagaimana dengan kedua Sahabat mu itu?" Sahut Mami sambil senyum manis ke arah Sarah dan menatap wajah Papinya Sarah.
"Ya begitulah Mi...mereka masih sepertia biasa kok Mi. Tidak berubah sama sekali!" Jawab Sarah ke Maminya dengan mulut penuh berisi makanan.
"Hmm..." Desis Mami Sarah sambil senyum menggoda Sarah.
Akhirnya makan malam pun telah usai, Sarah langsung pamit ke Papi dan Maminya seraya menciumi kedua pipi Papi dan Maminya.
"Selamat malam Pi,Mi" Sahut Sarah sambil menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Sarah kembali merebahkan badannya di kasur. Lalu ia teringat akan sesuatu, ya handphone nya. Sarah langsung mencari handphone nya yg beremekkan Apple di belakangnya.
"Huhhhh, akhirnya ketemu juga, Hah?! lowbat lagii, charger mana charger, huh ngeselin banget si, kan aku baru buka handphone!" Ucap Sarah ngedumel sambil mencharger handphone miliknya.
Setelah mencharger handphone miliknya, Sarah kembali merebahkan dirinya dan akhirnya Sarah pun kembali tidur sampai keesokan harinya.
Tring...tring...tring...
Suara jam bekker yang mengejutkan Sarah pun akhirnya berbunyi. Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, tak terasa waktu tidurnya pun berlalu.
Akhirnya Sarah bangun dengan bermalas malasan. Sambil berjalan kearah meja rias untuk melihat wajahnya setelah bangun tidur.
Kemudian mata Sarah tertuju pada kalender kecil diatas meja rias kamarnya, dilihatnya kalender kecil miliknya ternyata ini adalah hari sabtu, hari dimana Sarah bisa bersantai tanpa harus bangun lebih awal.
Dengan bermalas malasan Sarah pun kembali merebahkan badannya di atas kasur miliknya, lalu ia menyambung tidurnya kembali.
__ADS_1
****
"Ara ayok bangun sayang, didepan sudah ada Dhimaz yang menunggu mu di ruang tamu" Ucap Mami Sarah yang masuk kedalam kamar Sarah seraya membukakan Kain Gorden yang ada dikamar Sarah.
Sontak Sarah pun akhirnya terbangun setelah mendengar nama Dhimaz yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Ahh iya Mii, Ara siap siap dulu ya Mi mau mandi, Ara sekaliam minta tolong ya Mi, bilang kepada Dhimaz untuk menunggu Ara sekitar 30 menit" Ucap Sarah sambil berlari ke kamar mandi yang ada dikamarnya.
"Okayy Baby" Sahut Mami Sarah seraya meninggalkan Sarah turun ke bawah.
Tak lama setelah selesai membenahi diri, Akhirnya Sarah pun turun kebawah lalu menuju keruang tamu untuk menemui Dhimaz yang sudah dari tadi menunggunya.
"Hai Dhimaz. Sudah lama menunggu?" Ucap Sarah sambil tersenyum manis kepada Dhimaz dan menduduki sofa yang berada di depan Dhimaz.
"Ohh Hai Bawel. Lumayan lama, sekitar 45 menitan sihh. Kamu Baru bangun ya?"Sahut Dhimaz sambil menatap wajah Sarah dengan senyuman manisnya.
"Ahh tidak aku sudah dari tadi bangun, lagian kan ini hari sabtu saatnya menggunakan waktu untuk beristirahat lebih." Kata Sarah sambil sambil memainkan ponsel miliknya.
"Ohh begitu, baiklahh. Oh iya Kamu mau ngga ikut jalan sama aku kita ke Mall, lalu makan, setelah itu kita pergi ke Taman." Ucap Dhimaz dengan wajah memelas penuh harap agar Sarah mau ikut dengan nya berjalan jalan.
"Baiklahh aku mau ikut. Tapi ada syaratnya" Ucap Sarah Sambil menggoda Dhimaz dengan tatapannya.
"Okayyy, apa syaratnya?" Ucap Dhimaz dengan suara menantang.
"Kamu harus teraktir aku makan sampai puas! hahaha" Sahut Sarah sambil tertawa kecil mengledek Dhimaz.
"Kalau itu mah pasti! Kan aku yang ajak kamu. Jadi harus aku yang membayarnya. Hahahah" ucap Dhimaz sambil mencubit kedua pipi Sarah dengan gemesnya.
"Okayy tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu" Kata Sarah seraya meninggalkan Dhimaz dan menuju ke kamarnya untuk bersiap siap pergi dengan Dhimaz.
****
Happy Reading Guys😊😊
Jangan Lupa like dan Vote ya Guys😊
__ADS_1
Dukungan Kalian sangat berarti buat aku.