Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 25 - Rohnya Berpisah?


__ADS_3

"Udah ga ada tapi tapian lagi ayo pulang. Nanti malam aku akan jelasin ke kamu semuanya"


Angga dan Sarah berlalu meninggalkan tempat kejadian pertemuan singkat antara Sarah dan Khofid yang berakhir dengan kesedihan.


Sebelum Baca Jangan lupa Klik Fav(❤), Like❤ dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini. Dan Kasih Rate Bintang Lima Yaa😘 Dan Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Sesampainya dikediaman rumah Sarah, Sarah langsung menuju kamarnya untuk mandi dan membersihkan dirinya.


Selesai membersihkan dirinya, seperti biasanya Sarah menuju Ruang makan untuk makan malam bersama Mami dan Papinya.


"Malem Mi! Malem Pi!" Ucap Sarah tersenyum seraya menduduki kursi yang ada di depan Maminya.


"Malem Sayang. Kemana aja kamu satu hari ini? kenapa lambat sekali pulang nya?" Balas Mami Sarah


"Hehe maaf Mi, biasa ada urusan dikit"


"Yaudah makan dulu ya Mi,Ara?" Sahut Papi Sarah


Usai sudah makan malam bersama keluarga kecilnya, Sarah meminta izin kepada Mami dan Papinya untuk kekamar terlebih dahulu.


"Angga?" Ucap Sarah yang menuntup dan mengunci pintu kamarnya


"Lama banget sih kamu Ra! Bosan tau dikamar kamu mulu" Sahut Angga dengan wajah kesalnya


"Udah paling cepet tau tadi aku makannya!" Timbal Sarah


"Yaudah deh aku minta maaf, gimana? Jadikan kamu jelasinnya?" Ucap Sarah kembali


"Iya jadi kok, kamu duduk tenang dulu sini" Ucap Angga yang menepuk ranjang agar Sarah duduk di sampingnya. Dan Sarah mengikuti perkataan Angga untuk duduk di ranjang nya bersebelahan dengan Angga.


"Jadi gimana? Kok Khofid bisa ada disana tadi? Trus trus tadi kan dia dirumah sakit? Kok bisa sehat aja seperti tidak terjadi apa apa? Apa kamu yang bawa dia kesana? Tapi gimana caranya dia kesana? Kan tadi sebelum kita pergi dia masih tidur. Atau jangan jangan hantunya ya?! Huaaaa Khofid ku ga boleh matiii!!! Huaaaaa" Cerocos Sarah yang tidak memberikan Angga peluang untuk menjawab pertanyaan pertanyaannya.


"Satu satu nanyanya Sarah!" Kesal Angga

__ADS_1


"Maaf maaf kebawa suasana. Aku takut banget kalau terjadi apa apa sama Khofid"


"Aku mau nanya sama kamu"


"Ihhh kan disuruh jelasin kenapa tadi Khofid bisa ada disana! Kok malah main tanya tanyaan sih!"


"Aku serius Sarah!"


"Iya deh iya, kamu emang mau nanya apa sih?" Sahut Sarah sembari menyilangkan kedua kakinya diatas ranjang.


"Tadi pas kamu meluk Khofid, suara jantungnya kedengeran ga?" Tanya Angga dengan tatapan serius


"Kedengeran sih, tapi badannya dingin banget tau, beku kaya es"


"Masih ada kesempatan dia untuk hidup Sarah"


"Maksud kamu?" Sarah membesarkan kedua bola matanya dan memperjelas pendengarannya untuk lebih memperhatikan setiap ucapan ucapan Angga.


"Iya. Dia tidak meninggal ataupun mati Sarah. Hanya saja..." Ucap Angga terputus


"Hanya saja Rohnya terpisah dari jasadnya" Balas Angga


"Jadi gimana biar rohnya kembali dan Khofid kembali terbangun dari tidurnya?" Kini Sarah memperdalam tatapannya kepada Angga, Ia menelaah setiap ucapan ucapan yang dikatakan oleh Angga.


"Dia bisa saja kembali sekarang juga Sarah, tapi ingatannya yang belum pulih tidak akan memungkinkan. Dan kalau rohnya dia terus terusan jauh dari tubuhnya...Bisa bisa tubuh dan roh dia lemah dan tidak akan pernah bisa hidup kembali Sarah"


"Aa-Aku harus gimana?? Apa yang harus aku lakukan? Atau aku harus memulihkan ingatannya kembali agar roh dia mau masuk kedalam tubuhnya kembali?"


"Yapp, tepat sekali! Cuma kamu yang bisa mengembalikan ingatan masa kecilnya dan Ingatannya setelah dewasa Sarah. Karena kamu satu satunya yang dapat melakukan itu setelah orang tuanya. Tapi tidak mungkinkan orang tuanya dapat melihat Khofid. Kalau saja bisa pasti Ia bisa cepat pulih kembali." Tutur Angga


"Tapi ga mungkin kan aku bilang ke Mama Papanya Khofid kalau anaknya dalam keadaan seperti sekarang ini. Yang ada nanti aku malah dicap Gila lagi sama Mama Papanya" Ucap Sarah dengan wajah kekhawatirannya


"Okay gini aja. Mulai besok kamu deketin Khofid, pelan pelan kamu harus memberikan kenangan kenangan yang pernah kamu alami sama dia"


Tak lama Angga berucap, Ia memperhatikan hidung Sarah yang mengeluarkan darah segar dari kedua lubang hidungnya.


"Sarah hidung kamu kenapa?" Ucap Angga yang penuh khawatir

__ADS_1


"Engg-Engga apa apa kok" Karena takut Angga ikut khawatir dengan keadaannya, dengan cepat Sarah mengelap Darah segar yang keluar dari hidungnya dengan tisu yang ada di atas meja kecil disamping ranjangnya.


"Engga apa apa gimana?! Itu hidung kamu beradarah loh!" Sahut Angga dengan tegas.


"Udah tenang aja, udah biasa kaya gini nih hidung, aku ga tau kenapa, cuman ya semenjak aku sakit LEUKIMIA, hidung aku selalu ngeluarin darah. Ga banyak sih, tapi rasanya nyeri ni hidung"


"Khofid tau kalau kamu sakit kaya gini?" Tanya Angga


"Tau kok, tapi aku selalu bilang ke dia aku ga kenapa kenapa, dan penyakit aku pasti bisa sembuh" Balas Sarah dengen senyum manisnya. Senyum Sarah selalu bisa menyembunyikan bahwa ia seperti orang yang baik baik saja. Walau pun keadaan sebenarnya Ia sedang menghadapi penyakit yang cukup serius.


"Kamu pintar sekali menyembunyikan penyakit kamu Sarah" Angga membalas senyuman Sarah.


"Tapi apa Khofid pernah melihat hidung kamu mengeluarkan darah seperti tadi?" Tanya Angga kembali.


"Engga pernah sih, tapi hampir saja ketahuan. Untungnya aku selalu bawa tisu didalam tas" Ucap Sarah kemudian merebahkan tubuhnya diranjang.


"Hampir ketahuan? Bagaimana bisa?" Tanya Angga tak percaya.


"Iyaa, Jadi waktu itu aku lagi makan sama dia dikantin kampus. Trus pada saat lagi makan, darah dari hidung aku keluar tiba tiba, yaa kayak tadi. Untungnya dia lagi fokus banget makan jadi ga liat hidung aku yang udah ngeluarin darah. Dengan cepat yaa aku langsung lap pakai tisu di dalam tas kecil yang selalu aku bawa kemana mana" Ujar Sarah mengingat kejadian


"Ohhh begitu ya? Yasudah sekarang kamu tidur gih. Udah malem. Besok pagi aku bakal bawa kejutan buat kamu. Okay?" Sahut Angga sambil mengelus rambut Sarah yang sudah terbaring diranjangnya.


"Kejutan apa lagi? Jumpai aku sama Khofid? Ahh males, aku takut, Khofid kasar banget"


"Gausah nervous deh, kan ada aku! Kalau nanti dia macem macem sama kamu nanti tinggal aku tanganin. Hahaha" Ucap Angga dengan tawa kejamnya ala film joker.


"Huhhh kamu bisa aja! Yaudah deh aku tidur. Jagain aku ya! Aku takut nanti ada yang aneh lagi muncul. Okay? Good Night Angga"


"Too" Balas Angga


Tak perlu waktu lama, Sarah sudah memejamkan kedua matanya dan memasuki alam bawah sadarnya. Sedang Angga menghilang entah kemana.


****


SUDAH SELESAI MEMBACANYA? TO BE CONTINUE YAAA😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MELAKSANAKAN😘

__ADS_1


__ADS_2