Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 5 - Berjalan jalan dengan Khofid


__ADS_3

"Iya Baby hati hati yaa!!!" Sahut Mami dengan sedikit teriak karena Sarah sudah keluar dari pintu rumahnya.


Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Akhirnya setelah 1 jam perjalan Sarah dan Khofid pun sampai di suatu Villa yang sangat indah dan Cantik.


"Kho..kho..Khofidd ini sangat indah sekali, disini udaranya sangat sejuk, tenang dan damai. Bagaimana kamu tahu ada tempat seindah dan sebagus ini?" Ucap Sarah dengan mata terpukau.


"Ini Villa Mama dan Papa, Mereka membuat ini untuk aku, dari kecil aku selalu dibawa kesini. Lihat kan betapa besar danaunya dan disebelah sana ada taman yang lebih indah dari danau ini. Apa kamu mau ikut?"


"Iya aku mau"


Sampailah Khofid dan Sarah disuatu taman yang tidak terlalu besar namun memiliki kesan yang sangat tenang dan indah bila dipandang.


"Khofid aku sungguh tidak percaya betapa luasnya villa mu, ini sungguh sungguh luar biasa, kenapa kamu baru mengajak ku kesini?"


"Maaf Bawel aku baru bisa mengajak mu kesini, dulu aku sangat takut untuk membawamu pergi jauh jauh, tapi setelah aku melihat kamu pergi dengan Dhimaz, aku jadi merasa ingin membawamu berjalan jalan juga."


"Ja...Jadi kemarin kamu melihat ku berjalan jalan dengan Dhimaz?" Ucap Sarah dengan terkejut.


"Iyaa, sebelum Dhimaz kerumah kamu aku berjumpa dengan Dhimaz dijalan, Lalu aku bertanya pada dia mau kemana, dan dia menjawab mau kerumah kamu, mau mengajakmu jalan jalan. Setelah itu aku langsung mengikuti Kamu dan dia, setelah kalian keluar dari rumah kamu."


"Maafkan aku fidd, kami tidak mengajakmu bersama kami" Ucap Sarah dengan menyesal.


"Sudahlah tidak apa apa, pikirkan saja sekarang, maukah kamu bersenang senang dengan aku?"


"Iya tentu saja aku mau!"


"Ya sudah yuk kita naik perahu di danau" Ucap Khofid sambil menarik tangan Sarah.

__ADS_1


"Ayukk" Sahut Sarah penuh semangat.


Sesampainya didanau Sarah dan Khofid langsung menaiki perahu yang ada di pinggir danau, perahu itu disediakan oleh Papa Khofid agar Khofid bisa merasakan nikmatnya bersampan ditengah danau.


"Khofidd?"


"Iya Bawell? Ada apa?" Tanya Khofid.


"Aku takutt, sepertinya ini sangat dalam, gimana nanti kalau kita jatuh?" Aku sungguh takut Khofid" Kata Sarah dengan wajah yang memucat.


"Sudah, kamu tenang saja ya, kan ada aku. Selagi masih ada aku kamu engga bakalan jatuh kok." Ucap Khofid menenangkan Sarah.


Akhirnya setelah 30 menit didanau Khofid pun memutuskan untuk kembali dan mengajak Sarah masuk kedalam Villa.


(Sesampainya didalam Villa)


"Wahh Khofid Villa kamu sangat besar dan terawat. Aku suka melihat Villa bernuansa klasik seperti ini. Papi memang membuatkan Villa yang besar untuk ku, tapi aku lebih menyukai Villa kamu! karena Villa kamu sungguh unik.


"Jangan terlalu memuji Villaku, nanti aku terbang loh" Ucap Khofid sambil mencubit hidung Sarah.


"Iyaaa aku juga sudah lapar" Sahut Sarah dengan mengikuti langkah kaki Khofid dari belakang.


Setelah selesai makan Khofid kembali mengajak Sarah ke taman belakang Villa miliknya.


"Bawel kita duduk disana saja ya?"


"Ya sudah yukk"


Setelah duduk Sarah dan Khofid memulai perbincangan dan mengingat masa kecil mereka.


Khofid dan Sarah sudah bersahabat sejak kecil, jadi wajar saja mereka jadi tambah dekat saat ini.


*FLASHBACK

__ADS_1


"Gibrann(nama panggilan kecil Khofid), tunggu akuuu, kamu larinya cepat sekalii, nanti kamu jatuuh kan sakitt" Sahut Sarah yang memanggil Khofid berlarian dengan kencang.


"Tenang ajaa, aku ga bakalan jatuh kokk, kamu kalo bisa tangkap akuu, wlekk"


Brakkk...


Dan akhirnya Khofid terjatuh sehingga lututnya luka dan mengeluarkan darah.


"Tuhh kannn aku bilang juga apaa, kamu sihh lari larii. Mamii, Papiii? Omm Tante? Si Khofid jatuhhhh" Teriak Sarah.


"Yaampun Gibran kamu kok bisa jatuh nakk? Pasti kamu lari lari ya?? Tanya Tante Citra dengan Khawatir.


"Iya Tante tadi Gibran lari lari, Padahal Ara udah larang dia jangan lari lari. Tapi dia tidak mendengarkan Ara. Yah jadi jatuh dehh tuh." Ucap Sarah dengan wajah imut polosnya.


"Huhhh, kan kamu yang kejar aku Ara..."


"Ihhh salah kamu sendiri siapa suruh Lari lari...Wlekkk" Ejek Sarah.


"Kamu engga apa apa kan nak?" Tanya Mami Sarah.


"Ara engga apa apa kok mi!"


"Yasudah yuk kita masuk kedalam, dan obati kaki Gibran setelah itu kita makan siang bersama" Ucap Tante Citra yang menyuruh semua masuk kedalam rumah.


"Hahahaha, Hahahaha" Pecah ketawa Sarah dan Khofid


"Lucu ya kalau ingat masa lalu..." Ucap Khofid.


"Iyaaa, ga nyangka ya kita sekarang udah gede aja, jadi pengen jadi kecil lagi" Sahut Sarah.


Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊


HAPPY READING GUYSSS😊

__ADS_1


****


__ADS_2