Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 20 - Penjaga Rumah Sarah


__ADS_3

"Suster jangan terlalu memuji. Nanti Sarah jatuh loh kan sakit" Sahut Sarah


"Ha ha ha" Tawa kecilpun bersahutan Antara suster muda dengan Sarah.


Sebelum Baca Jangan lupa Klik Fav(❤), Like❤ dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini😊 Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....


HAPPY READING GUYSSS😊


****


Pukul 16:45 WIB Sarah berkemas kemas dengan penuh rasa semangat 45, karena hari ini ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Walaupun begitu Sarah harus tetap melakukan pemeriksaan rutin setiap minggunya untuk lebih memastikan tidak ada luka dalam pada dirinya.


Disamping itu Angga walau tak kasat mata selalu membantu Sarah dengan ikhlas dan bahagia. Walaupun terkadang pada saat suster jaga mengganti kantung infus Sarah sering melihat benda benda terbang yang sebenarnya dipegang dan digerakkan oleh Angga.


Setiap mendapat jam penggantian Infus di ruang Sarah, banyak Perawat yang menolak karena takut terhadap apa yang ada di ruang Sarah. Tapi apa boleh buat, jika mereka tak melakukannya mereka bisa dipecat. Dengan penuh rasa ketakutan setiap perawat yang keluar dari ruang Sarah selalu melihatkan wajah pucatnya kepada teman teman perawat lainnya.


"Sarah?" Ucap Angga dengan raut wajah sedih


"Ya Angga? Kenapa wajah kamu masam begitu?"


"Kamu akan pulang hari ini. Apa kamu senang?" Tanya Angga


"Tentu saja! Aku sudah hampir 1 bulan di sini. Dan aku sudah tidak tahan dengan jarum jarum yang menusuk tanganku" Jawab Sarah dengan rasa sakit ditangannya karena selama dirumah sakit ia tidak pernah terlepas dari jarum infus.


"Lalu jika kamu pulang aku dengan siapa?" Ucap Angga yang berhenti mengemas barang Sarah.


"Yaaa tentu dengan akulahhh, Lalu dengan siapa lagi?!"


"Maksud kamu?" Tanya Angga penasaran.


"Ya maksud aku kamu ikut dengan aku Angga. Pulang kerumah aku. Kan kamu sekarang udah jadi Sahabat aku." Ucap Sarah dengan senyum khas yang terpancar dari wajahnya.


"Benarkah itu Sarahhh?!" Tanya Angga meyakinkan dirinya.


"Tentu saja itu benar! Yasudah hayuk lanjut bantu aku kemasin barang. Aku sudah tidak sabar ingin cepat pulang kerumah.


Sekitar 20 menit berkemas sambil bercanda tawa bersama Angga akhirnya Sarah dan Angga selesai mengemas barang.


Tepat pada Pukul 17:15 WIB Mami dan Papi Sarah telah pulang dari kerjanya dan langsung kerumah sakit melihat keadaan anaknya seperti biasa.


"Ara sayang, Mami Papi datangg" Ucap Mami Sarah


"Loh Ara kamu kok ga pakai infus lagi?"


"Iya mi..." Jawab Sarah senang


"Itu artinya kamu sudah boleh pulang sayang" Tanya Papi Sarah dengan raut wajah bahagia

__ADS_1


"Iya Pi, Mi Ara sudah diperbolehkan pulang, tapi kata dokter Ara tetap harus datang seminggu sekali untuk chek up apakah ada luka dalam pada tubuh Ara"


"Tidak apa apa sayang, yang penting kamu sudah boleh pulang" Kemudian Keluarga kecil Sarah berpelukan dengan rasa bahagia. Angga yang melihat tidak berdiam diri ia pun ikut memeluk Mami dan Papi Sarah.


"Kok Mami rasa sesak gitu ya, udah yok lepasin" Ucap Mami Sarah melepaskan pelukan dengan rasa sesak nafas karena pelukan yang diikuti oleh Angga.


Sarah yang melihat hanya menahan tawa, karena Mami dan Papinya tidak menyadari bahwa ada makhluk lain ikutan nimbrung pelukan.


"Yok Mi Pi kita pulang, Ara sudah beres beres nih" Ucap Sarah tak sabaran ingin pulang


"Iya sayang, yuk kita pulang" Ucap Papi Sarah sambil bergegas mengangkat barang barang Sarah


****


Setibanya di halaman rumah alangkah terkejutnya Sarah dengan sosok penampakan Pria bertubuh besar tinggi dengan badan dan wajah yang hitam legam ditambah mata memerah seperti darah tengah berdiri di depan halaman rumah Sarah.


"Mi kok ada om om serem sih disitu?" Tanya Sarah yang berjalan dari Arah mobil diikuti oleh Maminya. Sedang Papi Sarah sibuk dengan barang barang Sarah selama dirumah sakit.


"Mana sayang? tidak ada apa apa kok! Halu kamu ya?" Ucap Mami Sarah dengan raut wajah tak percaya. Sebenarnya Mami Sarah mengetahui akan hal itu, tapi ia hanya tidak ingin merusak suasana hati anak semata wayangnya.


"Tapi Mi...." Belum sempat Sarah selesai bicara omongan nya langsung dipotong oleh Maminya. "Ara...Ara... kamu baru pulang sayang, lebih baik kamu istirahat dulu gih, dan nanti malam jangan lupa turun untuk makan malam ya sayang?" Ucap Mami Sarah yang masuk kedalam rumah diikuti oleh Sarah dan Angga di belakangnya.


Tidak lama melangkah dari arah pintu luar memasuki rumah Sarah kembali memalingkan wajahnya ke arah tempat dimana ia melihat sosok seram tadi. Kini mata Sarah bertemu dengan mata merah sosok itu dari jauh.


Sarah mengamati sosok itu dengan rasa takut, ia takut jika sosok itu akan menyakiti keluarga kecilnya. Wajah dan badannya yang hitam legam ditambah dengan kuku kuku panjang dan hitam seperti siap menerkam siapapum yang ada didekatnya.


Tak ingin ambil pusing Sarah membalikkan tubuh dan kembali berjalan menuju kamar kesayangannya.


Sesampainya dikamar Sarah langsung merebahkan diri diranjang empuk miliknya. Angga yang mengikuti Sarah sedari tadi hanya terduduk di ujung ranjang milik Sarah. Ia mengamati setiap sudut yang ada dikamar Sarah.


"Syukurlah tidak ada apa apa" Ucap Angga dengan suara pelan namun dapat didengar jelas oleh Sarah.


Mendengar perkataan Angga Sarah langsung mengangkat tubuhnya yang tadinya rebah sekarang jadi duduk sambil menyilangkan kedua kakinya. "Tidak ada apa apa? Apa maksud kamu Angga?" Tanya Sarah dengan wajah penasaran.


"Tidakk, aku hanya mengamati kamar kamu, dan kurasa kamar kamu aman" Tukas Angga dengan senyum khas miliknya.


"Ohhh kukira ada apa" Sarah kembali merebahkan tubuh nya yang merasa masih lelah.


Pukul 19:30 WIB Sarah sudah siap membenahi dirinya dan langsung turun kebawah untuk makan malam bersama Mami dan Papinya.


Ada rasa rindu yang amat sangat dirindukan oleh Sarah. Sudah sangat lama rasanya Sarah tidak makan bersama Mami dan Papinya. Dengan penuh semangat dan wajah cerianya Sarah langsung duduk ditempat biasanya ia duduk dan menikmati makanannya.


(Di Kamar Sarah)


Angga terus menatap foto foto yang ada dikamar Sarah. Senyum selalu terpancar diwajahnya ketika ia melihat wajah Sarah yang penuh tawa canda bersama Mami Papi dan Kekasihnya Khofid.


Tak lama memperhatikan foto foto yang ada dinding Sarah. Angga kembali meneteskan air matanya dan mengingat semua kejadian kejadian masa lalunya bersama sang kekasih.

__ADS_1


Sesekali ia tersenyum lalu kembali larut dalam kesedihannya mengingat semua kenangan dulu.


"Sarah, kenapa kamu harus mirip sekali dengan dia" Ucap Angga lirih.


"Aku janji Sarah, aku akan menjaga kamu sebisa dan semampu aku. Aku tidak ingin terjadi hal yang sama pada kamu seperti yang dialami oleh dia" Ucap Angga menyeka air mata yang sudah penuh membasahi kedua pipinya.


Angga memang terlihat seperti sosok yang sangat cengeng akan tetapi, ia memiliki sifat yang baik hati, tidak sombong ditambah dengan ketampanan wajahnya. Hanya masa lalu saja yang sebenarnya membuat ia menjadi cengeng dan tidak bisa mengontrol emosi sedihnya.


(Di ruang makan)


Sarah bercanda tawa bersama Mami dan Papinya. Ia tampak sangat bahagia karena akhirnya setelah sekian lama ia pulang kerumah dan merasakan kembali kehangatan keluarga kecilnya.


Selesai dengan makan malam yang diselingi senda gurau, Sarah Mami dan Papinya melanjutkan menonton televisi yang ada diruang keluarga mereka.


Tak lama berbincang, akhirnya Sarah meberanikan diri untuk bertanya pada Mami dan Papinya tentang apa yang dilihatnya tadi.


"Mami Papi? Ara boleh naya ga?" Ucap Sarah dengan gugup


"Tentu boleh sayang" Ucap Mami dan Papi Sarah serentak.


"Mami ingatkan tadi Sarah sempet nanya kok ada om serem di depan rumah kita??"


"Iya lalu? Apa ada hubungannya dengan yang mau kamu tanya sayang?" Ucap Mami Sarah.


"Iya mi. Siapa dia sebenarnya? dan kenapa dia ada didepan rumah kita? Dan ia juga tidak beranjak sama sekali" Tukas Sarah menjelaskan.


Papi Sarah yang sebenarnya tau apa yang dimaksud oleh Sarah, Ia pun angkat bicara.


"Kamu mau tau itu apa sayang?"


"Tentu Ara ingin tahu Papi" Rengek Sarah dengan manja


"Itu penjaga rumah kita sayang" Ucap Papi Sarah dengan tenang. Mami Sarah hanya tersenyum, karena ia sudah mengetahui tentang rumah peninggalan Almarhum Orang tua suaminya.


"Penjaga Rumah? Apa maksudnya itu Papi?" Tanya Sarah lagi, Kali ini dia memasang smirk wajah yang lebih penasaran.


"Iya penjaga rumah itu akan menjaga rumah kita dari maling ataupun orang yang ingin berniat jahat pada kita nak" Tegas Papi Sarah menjelaskan.


"Ohhh jadi itu ya yang namanya Penjaga Rumah ya Pi, Jadi pantas saja saat semua perumahan dikomplek kita hampir semuanya kemalingan dan hanya rumah kita saja yang terbilang banyak sekali barang barang berharga sama sekali tidak disentuh oleh maling dan tetap terjaga dengan aman" Cetus Sarah


Papi dan Mami Sarah hanya membalas perkataan Sarah dengan senyuman hangatnya.


"Tapi Ara, kenapa kamu bisa melihatnya sayang?" Tanya Papi Sarah yang memandang Istri dan Anaknya secara bergantian.


****


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.

__ADS_1


__ADS_2