Cerita Cinta Sahabat

Cerita Cinta Sahabat
Episode 12 - Kecelakaan


__ADS_3

"Gilak! mereka semakin hari semakin dekat aja! Jelous banget gue liat nya, Sumpah demi apapun gue harus cepat misahin mereka berdua secepatnya!" Ucap Dhimaz sedikit teriak dan mengepal kedua tangannya.


Sebelum baca jangan lupa klik vote dan like yaa, Jika perlu tambahkan ke favorit jadi bisa liat kapan UP nya hehe. Dukungan pembaca sangat berarti buat author😢. Terimakasih. Selamat membaca😊


****


Sesampainya dirumah Sarah, Khofid berniat untuk menemani Sarah karena Mami dan Papinya Sarah belum pulang. Walaupun Sarah memiliki beberapa pelayan, tetap saja Khofid tidak ingin meninggalkan Sarah sebelum Mami dan Papinya pulang kerumah.


"Bawel aku temani kamu sampai Mami dan Papi pulang ya? Boleh kan? Iyasii disini udah banyak pelayan, tapi alangkah bagusnya kalau aku yang temenin kamu langsung ya kan?" Ucap Khofid sembari tersenyum manis berharap Sarah mau ditemani olehnya.


"Ya boleh lahh, aku justru senang banget kalau ditemanin sama kamu, makasih ya sayangg"


"Iya sayangkuuu, sama sama"


"Ehmm, a...aku lapernih" Sahut Sarah sambil memegang perutnya yang terasa lapar.


"Mau aku masakin? Atau mau delivery aja?"


"Delivery aja deh, kayanya masakan kamu engga enak deh" Ledek Sarah sambil tertawa.


"Huhhhh kamu ga tau aja kalau aku suka bantu Mama masak dirumah"


"Hah? masak iya si sayang aku ini suka bantu Mamanya masak. Soalnya kan setau aku kamu itu cuek banget" Ucap Sarah sambil mencubit manja hidung Khofid yang mancungnya kaya perosotan.


"Makanya kamu itu sering sering main kerumah aku"


"Iya juga sihhh, aku udah lama banget ga kerumah kamu ya, kapan kapan deh aku kesana"


"Jadi gimana kamu mau aku pesenin apa ni?"


"Apa saja yang penting kita makannya sama sama ya"


"Okayyy"


Tak lama setelah 25 menit, akhirnya pesanan mereka melalui delivery datang.


Tok tok tok


"Permisi Mbak? Mas? Pak? Buk?"


"Ehh denger deh Fid kayanya itu deliverynya! coba kamu cek dulu gih!"


"Eh iya bentar bentar" Kemudian setelah keluar Khofid mengambil pesanan dan memberikan Tips yang cukup banyak buat delivery nya.


Setelah pesanan mereka datang, Khofid dan Sarah segera menghabiskan makanannya dengan lahap terutama Sarah yang sudah menahan laparnya.

__ADS_1


"Ahhh akhirnya kenyang juga" Kata Sarah.


"Iya nih aku juga" Sahut Khofid.


Setelah lama bercanda tawa sambil mengobrol. Tak terasa jam menunjukkan pukul 17.30 WIB akhirnya Mami dan Papi Sarah pulang kerumah.


"Assalamualaikum" Ucap Mami dan disahut oleh Papi Sarah.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" Kompak Sarah dan Khofid menjawab.


"Ehhh ada nak Gibran, sejak kapan disini nak? sudah lama? Tante pikir tadi Sarah bakalan sendirian dirumah"


"Sudah sejak pulang sekolah tadi Tante, Gibran memang sudah berniat untuk menemani Ara sampai Tante dan Om pulang kerumah" Ucap Khofid sambil menyalami kedua orang rua Sarah.


"Iya mi, untung saja ada Gibran, Kalau tidak pasti Ara bosen banget dirumah" Ucap Sarah sambil melirik Khofid.


"Yasudah kalian lanjutkan saja mengobrolnya dulu ya, Papi dan Mami mau masuk ke kamar dulu, liat ni Mami kamu tampak sangat kelelahan" Ucap Papi Sarah yang merangkul Maminya.


"Iya Pi, Mi, Selamat beristirahat"


Lalu Papi dan Maminya Sarah berlalu dan meninggalkan Sarah dan Khofid di ruang keluarga.


"Bawel? Berhubung Papi dan Mami kamu sudah pulang...Aku pulang juga ya? Badan aku udah bau keringat nih"


"Ya sudah deh iyaa"


"Oh iya Khofid kok Dhimaz akhir akhir ini berubah banget ya, engga kaya biasanya"


"Ya iyalah dia berubah, kamu ngga inget apa kalau dia itu suka sama kamu, tapi malah aku yang macari kamu"


"Iya juga yaa tapi...." Shuttt. Belum sempat Sarah menyelesaikan omongan nya bibir mungil Sarah langsung di tutup dengan telunjuk tangan kanan Khofid.


"Udah engga ada tapi tapian, sekarang kamu jangan bahas dia lagi ya? Kalau engga kamu aku gelitik ni"


"Ehh jangan ampun pak bos" Ucap Sarah sok ketakutan.


"Kalau gelitik ga boleh, terus kalau yang ini boleh ngga?" Ucap Khofid yang memegang pinggang Sarah sambil mendekati wajahnya didepan wajah Sarah. Kini mata Sarah dan Khofid bertatap tatapan penuh cinta dan kasih sayang.


Kemudian Khofid mendekatkan bibirnya kebibir mungil Sarah. Belum sempat Khofid menyentuh bibir Sarah dengan bibirnya. Dengan Sigap Sarah menutup bibir Khofid dengan tangan kanannya.


"Eittsss, yang ini belum boleh! Tunggu saatnya yaa, Wlek" Ledek Sarah sambil menertawakan Khofid.


"Yahhh padahal hampir saja..."

__ADS_1


Cup...Bibir mungil Sarah Mendarat dengan lembut dan hangat di pipi kanan Khofid. Mendapati ciuman dari Sarah, Khofid langsung salting(Salah tingkah) Didepan Sarah.


"Saa...Sayang? Kamu cium aku?" Ucap Khofid yang memegang pipi kanan yang dicium oleh Sarah.


"Kenapa gaboleh yaa? Yaudah aku lap"


"Ehhh boleh dong sayang! Disini juga boleh ni!" Khofid menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk tangan.


"Dibilang belum boleh juga. Hufttt" Ucap Sarah sambil menjitak pelan kepala Khofid.


"Aduhhh" Ucap Khofid memegang kepalanya yang tidak sakit.


"Sakit ya sayang? aduh maaf ya, perasaan tadi aku pelan deh jitak kepala kamu" Ucap Sarah sembari mengusap kepala Khofid yang dijitak olehnya.


"Hahaha, kamu polos banget sihhh, engga kok engga sakit"


"Huhhh Kamu ya kerjanya ngerjai aku mulu nih"


"Cie ngambekan, Makin Cantik tau kalau kamu ngambekan kaya gitu"Sambil Mencubit pipi Sarah.


"Au ah aku merajuk"


"Hahahaha"


****


Hari demi hari Sarah dan Khofid semakin dekat, mereka menjalani hubungan dengan bahagia tanpa ada merasa bosan sedikitpun. Walaupun mereka sering berkelahi karena keusilan Khofid terhadap Sarah sehingga membuat Sarah sering merajuk karena ulah Khofid. Justru dengan keadaan yang seperti itu semakin membuat Khofid sayang dan jatuh cinta terhadap Sarah setiap harinya, begitupun dengan Sarah.


Berbeda dengan Dhimaz. Dhimaz semakin jengkel dengan kedekatan Sarah dan Khofid yang membuat Dhimaz Jelous dan masih dalam kondisi tidak menerima keadaan yang pahit baginya.


Tak terasa setelah 2 Tahun lebih di Sekolah Menengah Atas(SMA) Akhirnya Sarah, Khofid dan Dhimaz serta teman teman seangkatan mereka lulus dengan nilai nilai terbaik, yang tentunya bisa membanggakan orang tua mereka dan melanjutkan ke perguruan tinggi yang mereka impikan.


"Alhamdullilah akhirnya kita Lulus juga ya Fid"


"Iya Bawell, aku ga sabar ni mau ngelamar kamu!"


"Lah kok ngelamar sih?"


"Yah takut keduluan orang lain, jadi kalau kita udah tunangan kan ga bakalan ada yang macem macem sama kamu"


"Trus kuliah kita gimana?"


"Yahhh kan kita cuma tunangan, belum menikah. Nanti setelah selesai kuliah, aku lanjutin perusahaan Papa. Abis itu kita nikah deh!" Ucap Khofid dengan penuh semangat membayangkan hidup bahagia bersama Sarah.


"Pemikiran kamu cukup jauh ya, aku bahkan ga kepikiran sampai kesitu loh. Hehe" Sahut Sarah tersipu malu mendengar perkataan Khofid.

__ADS_1


****


HAPPY READING GUYS😊 JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI TAMAT.


__ADS_2