
"Aku janji Bawell, aku janji, Sekalipun itu bakal ngebahayain nyawa aku sekalipun untuk melindungi kamu, akan kulakukan demi kamu." Jawab Khofid dengan Mata berkaca kaca karena bahagia.
Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
****
Akhirnya Sarah dan Khofid berpelukan dengan bahagia. Pelukan pertama yang Sarah rasakan saat pertama kalinya Sarah berpacaran. Sarah memang sering berpelukan namun pelukan yang ia rasakan hanyalah pelukan dari kedua orang tuanya. Pelukan pertama Sarah yaitu dengan Khofid, dan saat inilah untuk pertama kalinya Sarah berpacaran.
"Aku bahagia bangett, aku benar benar ga nyangka kalau Khofid ternyata suka, sayang, dan cinta sama aku. Aku berharap aku dan Khofid betul betul menjadi pasangan yang paling bahagia didunia!" Ucap Batin Sarah yang kegirangan.
"Sayang? Bagaimana kalau kita bilang kepada kedua orang tua kita kalau kita minta dijodohkan saja? Dan memberi tahu mereka kalau kita sudah berpacaran." Tanya Khofid sambil menatap mata Sarah dengan tersenyum.
"Saa...Saa...Sayang? Kamu manggil aku sayang? Uhhh kamu yaaa, Cuek cuek gini ternyata romantis juga!" Jawab Sarah sambil mencubit kecil pinggang Khofid.
"Ya iyalah, trus kamu mau aku panggil apa? Panda? Beruang? Atau Berbie?" Ucap Khofid sambil mencubit kedua pipi Sarah.
"Ihhhh kamu mahhh, masa aku disamaain sama binatang dan boneka!" Sahut Sarah kesal namun membuat Khofid jadi geram dan mencubit manja hidung mungil Sarah.
"Ya enggalah Sayangg, aku hanya bercanda! Gimana yang tadi kamu setuju ngga?" Tanya Khofid sekali lagi.
"Ide yang baguss, Aku setuju kok, dan aku rasa Mami, Papi dan Mama, Papa kamu juga setuju!" Jawab Sarah dengan penuh percaya diri.
"Iya iyaa, aku yakin pasti mereka bakalan setuju, Gimana kalau sekarang kita pulang kerumah kamu dan membicarakannya?"
"Ya sudah ayuk!" Sahut Sarah penuh semangat.
****
Sesampainya Dirumah Sarah, Alangkah terkejutnya Sarah dan Khofid melihat kedatangan Kedua Orang tua Khofid, yang sepertinya benar benar sudah direncanakan oleh Orang tua Sarah dan Khofid.
__ADS_1
"Maa...Mama? Paa...Papa? Kenapa bisa ada disini?" Ucap Khofid dengan binggung.
"Ahh Sayang, akhirnya kamu dan Ara pulang juga! Mama dan Papa kesini karena hal penting yang mau kami bicarakan soal Kamu dan Ara Sayang"Ucap Tante Citra seraya tersenyum kearah Khofid dan Sarah yang masih terdiam karena binggung.
"Ohhh, Bagus deh Mam kalau begitu, jadi Gibran ga perlu lagi deh menelpon Mama dan Papa untuk datang kesini!" Ucap Khofid sambil senyum menatap Sarah.
"Jadi Kamu ada yang mau dibicarakan juga nak?" Tanya Mami Sarah.
"Ada Tante, ini lebih penting dari yang Tante, Om, Mama dan Papa kira. Ini Sangat sangat pentingg!" Ucap Khofid sambil tersenyum dan tertawa kecil.
Tak lama bercakap cakap sejenak melepas kerinduan Kedua Orang Tua Sarah Dan Khofid, Akhirnya Khofid pun memulai pembicaraan.
"Om Tante? Mama Papa? Gibran mau kasih tau kalau Gibran dan Ara sudah resmi berpacaran!" Ucap Khofid penuh semangat dan merangkul Sarah yang berada disampingnya.
Sarah yang mendengar pengakuan dari Khofid hanya tersipu malu mendengar perkataan Khofid.
"Wahhh, benarkah? Bagus sekali kalau begitu! Jadi kami engga perlu lagi susah susah untuk menjodohkan kalian!" Ucap Mami Sarah dengan mata berbinar binar karena bahagia mendengar pengakuan dari Khofid.
Papi Sarah dan Papa Khofid hanya tersenyum, sesekali menggangguk dengan ucapan ucapan para istri dan anaknya.
"Wah benarkah itu Mam? Kami dijodohkan? Kenapa baru sekarang memberi tahu Gibran dan Ara?" Tanya Khofid penasaran.
"Karena kami mencari waktu dan saat yang tepat untuk membicarakannya nak" Jawab Mami Sarah.
"Iya Sayang, Kami mencari waktu yang pas agar kalian tidak terkejut mendengarkannya, tapi tak disangka ternyata kalian sudah berpacaran, yasudah jadi kami tidak perlu lagi membahasnya, karena sudah kalian lakukan tanpa menyadarinya" Sambung Tante Citra sambil tersenyum.
"Jadi Om, Tante? Mami dan Papa? Apakah kalian merestui hubungan Gibran dan Ara?" Ucap Khofid dengan wajah memelass, agar mendapatkan restu dari orang tua Sarah dan Orang tuanya.
"Tentu saja Kami merestui hubungan kalian nak!" Ucap Papi Sarah yang berjalan kearah Khofid dan menepuk pelan pundaknya.
"Terimakasih semuanya karena sudah merestui hubungan Gibran dan Ara!"
__ADS_1
"Satu pesan Om nak, Tolong jaga Ara ya, Lindungi dia semampu kamu, Jauhi dia dari tindakan berbahaya, Om percaya kok sama kamu" Ucap Papi Sarah yang memberi pesan kepada Khofid.
"Iya Om Gibran janji bakal menjalankan pesan dari Om, Makasih banyak ya Om" Ucap Khofid sambil memeluk Papi Sarah.
Sarah yang melihat kejadian itu menjadi terharu dan tanpa ia sadari ia meneteskan air mata terharunya.
"Ara kamu kenapa nak? Kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak bahagia?" Tanya Mami Sarah yang mengejutkan Sarah.
"Huhhh Mami ngagetin saja, Ara bahagia kok Mi, Ara nangis karena terharu saja melihat kejadian ini" Ucap Sarah sambil membersihkan air mata dari pipinya.
"Mami kira ada apa. Kamu sih bikin khawatir saja, tiba tiba nangis, kan Mami jadi bingung" Sahut Mami Sarah sambil mencubit pelan hidung mungil Sarah.
"Tante makasih banyak ya sudah melahirkan Bidadari seperti Ara" Ucap Khofid sambil memeluk Mami Sarah.
"Iya nak sama sama, ingat jaga Sarah dengan baik loh ya!"
"Iya Tante tenang aja!" Jawab Khofid.
"Mulai besok dan seterusnya kamu pulang dan pergi sekolah sama aku ya Bawel, besok aku akan mulai menjemput dan mengantarkan kamu pulang sampai kerumah dengan selamat."
"Iya Gibran Kecilkuuu" Jawab Sarah sambil mencubit kedua pipi Khofid.
"Ehm Ehm. Disini masih ada kami loh, jangan dipikir kami patung ya" Ucap Papa Khofid sambil tersenyum menggoda Sarah dan Khofid.
"Hehe maaf Paaa, ga sengaja" Jawab Khofid sambil menggaruk kepalanya.
Mendengar percakapan Papa Dan Khofid semuanya jadi ikut tertawa.
Selamat membaca guyss, Jangan lupa Like dan Vote ya guys... karena dukungan kalian sangat berarti demi kemajuan novel ini. Hehe😊
HAPPY READING GUYSSS😊
__ADS_1
****