
"Sus saya ga tau lagi...Hiks hiks. Saya sangat lelah rasanya, kenapa dia tidak bangun bangun sus? Kenapa?" Tetes demi tetes air keluar dari mata indah Sarah. Kini Ia tak dapat membendung rasa sedihnya.
"Mbak? Kamu mau tau gimana caranya?" Ucap perawat dengan senyum manisnya
Sebelum Baca Jangan lupa Klik Fav(❤), Like❤ dan Vote yaa... karena dukungan dari pembaca sangat berarti demi kemajuan novel ini. Dan Kasih Rate Bintang Lima Yaa😘 Dan Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya....
HAPPY READING GUYSSS😊
****
"Mau Sus, gimana caranya?" Ucap Sarah yang mulai menyeka air matanya
"Mbak datang ketempat kejadian dimana Mbak dan Pacar Mbak kecelakaan. Disana Mbak akan menemui jawabannya" Ucap suster itu sambil berbisik kepada Sarah
"Kee...Kenapa harus kesana sus? Saya tidak mau. Saya takut mengingat kejadian yang mengenaskan itu"
"Jika kamu tidak kesana kamu tidak akan pernah mendapatkan jawabannya kenapa pacar Kamu masih terbaring seperti tidak bernyawa disini?" Ucap sang Suter yang kini telah menghilang entah kemana.
"Sus? Suster? Kamu dimana? Kasih tau aku kenapa aku harus kesana?"
"Pergilah Sarah kamu akan tau kelak ketika disana!" Suara suster itu terdengar menggema diruang Khofid.
Dengan tidak berdaya Sarah hanya terduduk lemas disamping ranjang Khofid sambil bertanya tanya apa maksud dari suster yang Ia jumpai tadi.
"Sarah? Are you okay?" Tanya Angga yang memegang pundak kanan Sarah dengan tangan kirinya.
"I'm Not Fine Angga!" Teriak Sarah.
"Angga siapa suster yang tadi bicara dengan aku? Siapa dia Angga?" Ucap Sarah pada Angga dengan mata sembabnya.
"Entahlah Sarah, aku juga tidak tau. Tapi kurasa dia ada benarnya juga. Kita harus coba kesana Sarah, siapa tau kita mendapat jawaban apa maksud suter tadi." Jelas Angga
"Kamu bener! Kita harus kesana. Kamu mau kan temani aku?"
"Tentu Sarah! Jadi kapan?"
"Sore ini. Sekarang aku masih mau berada disamping Khofid. Ini membuat aku sedikit lebih Tenang"
"Yasudah terserah kamu saja. Aku mau cari Mbak Sisil dulu ya. Aku mau cari tau siapa Suster yang bicara dengan kamu tadi" Ucap Angga yang berlalu pergi meninggalkan Sarah diruang ICU bersama Khofid.
"Khofid? Kenapa? Kenapa harus kamu? Kenapa bukan aku saja? Aku benar benar tidak sanggup Khofid" Sarah terus mencium tangan kanan Khofid yang dingin dan pucat.
"Kamu kedinginan ya sayang? Aku selimutin ya, soalnya tangan kamu dingin banget" Ucap Sarah sembari menarik selimut Khofid yang dibatas pinggang menjadi di dada bidangnya.
__ADS_1
Tak lama Angga kembali bersama Mbak Sisil keruang perawatan Khofid.
"Sarah ni coba kamu tanya Mbak Sisil. Dia katanya tau!"
"Hay cantik! Lama ya tak ketemu!" Ucap Mbak Sisil seraya melambai kearah Sarah.
"Mbak Sisil? Bener Mbak tau siapa suster tadi?!" Ucap Sarah yang kini tampak lebih semangat dan mengguncang tubuh Mbak Sisil saking semangatnya.
"Ee...ee....ee....Lepasin dulu Sarah Cantik. Pusing tau!" Sahut Mbak Sisil yang memegang kepalanya
"Yaaa Maaf Mbak...Abisnya Sarah seneng banget. Jadi jadi gimana Mbak?"
"Suster yang tadi tu aku tau dia siapa"
"Siapa Mbak? Siapa coba cerita sama Aku!" Ucap Sarah yang tidak sabaran mendengar penjelasan dari Mbak Sisil.
"Ihhh kamu diam dulu cantik... Gimana aku mau cerita kalau kamunya ngoceh mulu" Sahut Mbak Sisil yang mulai kesal karena ketidak sabaran Sarah
"Okey okey Sarah diem ni"
"Jadi dua bulan yang lalu...Suster itu pingsan dijalan katanya sih, trus dia dijumpai sama Pacar kamu itu. Pacar kamu membawa dia kerumah sakit ini. Dia mengurus semua biaya Administrasinya, menghubungi keluarganya. Setelah itu dia nanya ke dokter yang menangani si suster yang pingsan itu. Dia sakit apa, trus kata si dokter, Katanya Suster itu mengidap penyakit kanker rahim stadium 4. Itu katanya sih udah cukup Parah buat penyakit yang dideritanya. Itu aja sih yang aku tau" Jelas Mbak Sisil.
"Trus dimana sekarang dia Mbak?" Tanya Sarah
"Hah!? Meninggal? Tapi jelas jelas tadi diaa..." Ucap Sarah terputus
"Tadi memang dia Sarah, tapi Arwahnya" Jelas Angga
"Tapi bagaimana mungkin!?"
"Sarah tadi aku sempet denger dari si Ganteng Angga. Katanya dia ngasih tau kamu gitu buat ketempat kejadian kamu dan pacar kamu kecelakaan ya?"
"Iya Mbak" jawab Sarah singkat
"Kamu kayanya harus dengerin perkataan dia deh. Kayanya niat dia baik kok. Dia mau bantu kamu buat nemuin jawaban kenapa saat ini Khofid kekasih kamu belum bangun bangun"
"Sebenarnya Sarah masih belum yakin Mbak, tapi nanti Sarah akan coba kesana"
"Apapun itu jawabannya kamu harus kuat Sarah! Jangan cengeng, nanti cantik kamu hilang lagi!" Ucap Mbak Sisil yang berusaha menguatkan hati Sarah.
"Iya Mbak, makasih banyak ya"
"Iya sayang sama sama. Udah jangan nangis lagi ya" Ucap Mbak Sisil
__ADS_1
"Iya Mbak, Sarah ga bakal nangis kok. Sarah kuat kok Mbak" Sahut Sarah yang menyeka air asin dari kedua pipi mulusnya.
"Yaudah Aku mau pamit dulu ya?"
"Mau kemana mbak?" Tanya Sarah
"Biasa ritual. Hehe. Bye cantik, Bye Angga Ganteng" Ucap Mbak Sisil yang menghilang bersama Angin.
Usai mendapat penjelasan singkat dari Mbak Sisil kini Sarah sedikit lebih tenang dan lebih lega, Ia pun kembali duduk disamping ranjang Khofid dan tertidur lelap sembari memegang kedua tangan Khofid.
"Jangan sedih Sarah, Aku janji bakal bantuin kamu. Kamu mirip sekali dengan dia Sarah" Ucap Angga yang mengelus lembut rambut halus Sarah yang tertidur pulas.
"Kamu sepertinya kelelahan sekali ya Sarah. Aku tau Kamu cewe yang kuat, dari kesedihan kamu saja kamu masih bisa tersenyum kesemua orang, bahkan orang yang tidak kamu kenal sekalipun" Kata Angga kembali
"Cup" Ciuman lembut mendarat di kepala Sarah yang tertidur pulas.
"Aku pergi bentar ya, nanti aku kembali lagi" Anggapun berlalu pergi meninggalkan Sarah dan Khofid yang ada diruangan itu.
****
"Sudah berapa lama aku tertidur? Astaga sudah jam 5 Sore. Huft aku harus kesana secepatnya" Ucap Sarah yang terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Hey? Sudah bangun kamu?" Ucap Angga yang berjalan masuk kedalam ruang Khofid.
"Iya nih, udah sore banget ya, kita harus kesana hari ini, Angga yuk temani aku"
"Hey hey? Jangan terburu buru Sarah. Dia tidak akan kemana mana kok, kamu tenang aja"
"Mak-Sud kamu apa? Tidak kemana mana maksudnya?" Sarah bingung dengan ucapan Angga, namun dia tidak mau ambil pusing ia hanya mendengarkan perkataan Angga.
"Sudahlah kamu akan tau sebentar lagi. Udah bersihkan wajah kamu dulu gih, kamu terlihat sedikit berantakan" Angga mendorong tubuh Sarah kekamar mandi yang ada diruangan itu.
Sarah pun mengikuti perkataan Angga dan menuju kamar mandi untuk membersihkan sedikit wajahnya yang berantakan karena menangis. "Bener kata Angga, aku berantakan sekali. Belum lagi mataku yang sembab. Huftt...Aku harus tenang biar bisa menemukan maksud dari suster tadi"
Untuk memastikan wajahnya yang sudah Ia rapikan, Sarah kembali menatap cermin dan membenahi sedikit wajahnya dengan memberikan sedikit polesan untuk menutupi kesedihan diwajahnya.
Selesai membenahi wajahnya yang sedikit berantakan Akhirnya Sarah keluar dan menghampiri Angga yang tengah duduk di Sofa Ruang itu.
****
SUDAH SELESAI MEMBACANYA? TO BE CONTUNUE YAAA. JANGAN LUPA KLIK❤ DAN VOTE SERTA TINGGALKAN KOMENTAR YAA, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DEMI KEMAJUAN NOVEL INI. HUHU...KEEP ENJOY YA GUYSS, SEMOGA BETAH MEMBACA NOVEL INI.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MELAKSANAKAN😘
__ADS_1