
"Mama hati-hati bawa mobilnya," usap seseorang disana.
"Iya, Zaen. Mama bisa kok. Oh ya, nanti Mama mau ke acara ulang tahun temen Mama, mungkin sampai malam. Kamu kalau mau keluar bilang sama Mama,"
"Iya, Ma."
Zaen adalah putra semata wayang Mama Zahra. Ayahnya Zaen dan Mama Zahra telah berpisah saat Zaen berumur 5 tahun, karena ayah Zaen berselingkuh dibelakang Mama Zahra.
Kejadian itu membuat Mama Zahra trauma untuk menikah lagi, dan berulang kali pula Mama Zahra berbicara kepada Zaen untuk jangan pernah menyelingkuhi pasangannya kelak karena diselingkuhi bisa sangat melukai perasaan perempuan.
______________________________________
Ckiiiittt
"Ah, Ya Tuhan!" jerit Mama Zahra.
__ADS_1
Mama Zahra turun dari mobilnya, "Bapak, bangun, Pak". Mama Zahra telah menabrak seorang pria yang kelihatan usianya sudah kepala enam yang sedang menyebrang jalan.
"Tolong!! Tolongg!!", Mama Zahra berteriak meminta tolong, dan tak lama para warga berdatangan untuk menolong pria yang sudah tertabrak mobil Mama Zahra.
Pria tersebut dibawa ke rumah sakit, sepanjang perjalanan Mama Zahra memohon ampun kepada Tuhan.
______________________________
Sampailah di rumah sakit, pria itu di bawa ke ruang UGD. Mama Zahra diluar ruang UGD mondar-mandir, lalu Mama Zahra teringat akan anaknya, Mama Zahra pun menelpon Zaen.
"Ya, ada apa, Ma?"
"Apa?! Mama sekarang dimana? Mama baik-baik aja kan?! Mama nabraknya dimana? Apa keluarga pria itu membawa polisi?", Zaen menanyai Mamanya seperti reporter yang sedang menuntut jawaban.
"Aduhh, Zaennn!! Gimana Mama mau jawab kalo kamu nanyanya kaya ulet bulu beruntun gituu? Tau ah, Mama pusing. Percuma ngomong sama kamu, bikin nambah pusing aja". Mama Zahra menutup telponnya secara sepihak. "Itu anak bukannya nenangin malah bikin jengkel", gumam Mama Zahra seraya memijit pelipisnya.
Zaen disana kebingungan dengan apa yang terjadi pada Mamanya. Karena Zaen tidak tahu Mamanya berada di rumah sakit mana, Zaen melihat GPS yang ada di handphone Mamanya. "Ah disini, sebaiknya aku kesana sekarang". Zaen pun bergegas untuk mendatangi rumah sakit tersebut.
______________________________
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dokter keluar, Mama Zahra yang melihat dokter keluar ruang UGD langsung bertanya, "Bagaimana kondisinya, dok?". Dokter menghela napas dan menjawab, "Maaf, pasien tidak bisa diselamatkan karena luka dalam yang cukup parah".
Seketika Mama Zahra tidak dapat menopang tubuhnya, untung saja bertepatan dengan Zaen yang sudah dibelakang Mama Zahra.
"Ma, berdiri, Ma. Ini emang udah jalannya, jangan salahin diri Mama", ucap Zaen sambil memeluk Mamanya.
"Apa saya boleh melihat pasiennya, dok?" tanya Mama Zahra dengan lemas.
"Silahkan. Kalau begitu, saya permisi dulu", lalu dokter pergi meninggalkan Zaen dan Mama Zahra.
Zaen dan Mama Zahra masuk ke ruang UGD dan melihat ada pasien yang sedang suster tutupi tubuh nya dengan kain putih. Zaen dan Mama Zahra mendatangi suster itu.
Saat Mama Zahra ingin bertanya pada suster, tiba tiba, "Bapakk jangan pergi, Pak", istri dari pria tersebut lari dan langsung memeluk sang suami yang sudah tidak bernyawa itu sambil menangis.
Tangis Mama Zahra dan rasa bersalahnya pun semakin menjadi-jadi. Zaen hanya menatap wanita yang sedang menangis itu dengan tatapan sendu, sedangkan Mama Zahra menangis tersedu-sedu dipelukan sang anak.
"Kamu ya!! Yang sudah membunuh suami saya!", kata sang wanita itu dengan menunjukan jarinya ke muka Mama Zahra.
"Saya tidak sengaja. Saya minta maaf", ucap Mama Zahra dengan menunduk karena merasa telah menghancurkan keluarga orang.
__ADS_1
Wanita itu melihat tangan Mama Zahra, "Wah, ternyata dia orang kaya. Aku akan memanfaatkan situasi ini".